Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Dosa Penjual Makanan Kukusan yang Luput dari Pandangan Pembeli

Wulan Maulina oleh Wulan Maulina
9 November 2025
A A
4 Dosa Penjual Makanan Kukusan yang Luput dari Pandangan Pembeli

4 Dosa Penjual Makanan Kukusan yang Luput dari Pandangan Pembeli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini tren makanan kukusan sehat sedang naik. Itu membuktikan kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan semakin meningkat. Buktinya makanan kukusan yang dijual di pinggir jalan itu banyak sekali peminatnya.

Kita bisa menjumpai penjual makanan kukusan ini pagi dan malam hari. Seringnya mereka berjualan di pinggir jalan yang strategis dan dekat dengan fasilitas umum. Kukusan yang dijual biasanya ada ubi, singkong, telur, talas, telur, jagung manis, dll.

Memang sih makanan ini minim minyak dan diklaim sehat, tapi terkadang ada beberapa hal yang luput dari pandangan pembeli dan membuat makanan ini jadi nggak sehat lagi. Misalnya seperti hal-hal berikut ini.

#1 Menambahkan gula ketika merebus jagung manis biar tambah manis

Salah satu menu makanan kukusan favorit adalah jagung. Bagi yang sedang mengurangi gula dan pengin makan manis dari bahan alami, biasanya mereka akan membeli jagung kukus. Rasa manisnya dapat, enak, dan nyaman di perut. Apalagi jagungnya juga nggak diolah sedemikian rupa sehingga gizinya masih oke banget.

Sayangnya, ada beberapa penjual yang kadang mengakali manisnya jagung ini dengan menambahkan gula pasir. Gula pasir ditaburkan di atas jagung atau jagung direbus dengan air gula dulu baru dikukus. Nggak banyak yang tahu kan trik ini? Tujuannya ya biar jagungnya manis.

Soalnya ada beberapa grade jagung dari yang manis banget sampai manis sedikit. Ini yang akhirnya diakali penjual makanan kukusan biar pembeli jadi suka.

#2 Bilangnya asli ubi cilembu ternyata bukan

Selain jagung, karbo pengganti nasi yang sering dicari adalah ubi cilembu. Soalnya rasanya manis dan mengenyangkan.

Akhir-akhir ini ubi cilembu memang viral dan sering berseliweran di fyp karena rasanya manis seperti madu. Apalagi kalu dibakar atau dikukus kadang sampai keluar madunya. Tentu saja harganya juga nggak semurah ubi biasa. Oleh karena itu kadang penjual makanan kukusan mengakali dengan mencari ubi biasa yang bentuk dan warnanya mirip ubi cilembu. Ngomongnya sih beneran ubi cilembu padahal bukan.

Baca Juga:

4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Identik dengan Bau Kecing tapi Diam-diam Berkhasiat

#3 Makanan kukusan kemarin dijual lagi

Terkadang, kukusan kemarin dijual lagi untuk esok harinya. Memang ada beberapa makanan kukusan yang bisa bertahan lama yang penting dipanaskan kembali. Namun ada salah satu menu yang menurut saya sangat terasa jika itu kukusan hari kemarin, yakni kacang tanah.

Kacang tanah yang sudah lewat sehari dikukus biasanya akan cenderung bau dan berlendir. Meskipun kadang sudah dicuci dan dikukus kembali, tetap saja terasa nggak baru. Selain itu kalau kacang dikukus terus, teksturnya akan cepat hancur.

#4 Tidak memerhatikan susunan makanan kukusan jadi kadang aromanya bercampur

Satu hal lagi yang luput dari perhatian penjual kukusan adalah formasi saat menyusun makanan kukusan. Penjual seharusnya memerhatikan peletakan makanan. Tujuannya agar aromanya nggak bercampur.

Misalnya, yang aromanya mudah bercampur adalah pisang kukus. Apalagi aromanya yang wangi bikin menu kukusan yang ada di pinggiran jadi wangi juga. Buat orang yang suka pisang sih nggak masalah. Tapi buat orang yang nggak suka pisang pasti bakal terganggu banget karena aroma pisang bercampur dengan aroma makanan kukusan lainnya.

Itulah beberapa kelakuan penjual makanan kukusan yang luput dari pembeli. Namun nggak semua penjual seperti itu, ya. Masih ada juga kok yang jujur dan amanah. Sebagai pembeli, kita sebaiknya pintar memilih dan mengamati supaya nggak kena gocek. Niat mau sehat jangan sampai berakhir jadi sakit karena makanan yang masuk ternyata nggak fresh.

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 8 Rekomendasi Menu Kukus dan Rebus biar Nggak Dibilang Nggoreng Melulu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 November 2025 oleh

Tags: jagungkacang tanahkukusan sehatmakanan kukusanmakanan kukusan sehatpenjual kukusansingkongtelurubi
Wulan Maulina

Wulan Maulina

Lulusan Bahasa Indonesia Universitas Tidar. Suka menulis tentang kearifan lokal dan punya minat besar terhadap Pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing). Beranggapan memelihara kata ternyata lebih aman daripada memelihara harapan.

ArtikelTerkait

Ngasih Beragam Bahan Tambahan pada Mi Instan Adalah Bentuk Penistaan terminal mojok.co

Ngasih Beragam Bahan Tambahan pada Mi Instan Adalah Bentuk Penistaan

4 November 2020
growol makanan khas kulon progo mojok

Growol, Makanan Khas Kulon Progo dengan Aroma yang ‘Unik’

2 September 2021
Menerka Alasan Malam Tahun Baru Identik dengan Bakar Jagung Terminal Mojok

Penjelasan Logis Kenapa Malam Tahun Baru Identik dengan Bakar Jagung

29 Desember 2022
tamansari mitos putih telur mojok

Mematahkan Mitos Putih Telur yang Menyebalkan di Istana Air Tamansari

2 September 2020
4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

4 Dosa Pedagang Telur Gulung yang Bisa Bikin Pembeli Celaka, Bener Murah, tapi…

6 Oktober 2025
Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

Gemblong Cotot, Makanan Khas Salatiga yang Naik Kelas

12 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.