Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dikenang Bak Pahlawan karena Tambal Ban

Candra Boy Aminullah oleh Candra Boy Aminullah
17 Agustus 2020
A A
menolong orang tambal ban di jogja mojok.co

menolong orang tambal ban di jogja mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Medio 2019 saya mendapat telepon dari nomor asing yang tidak tersimpan di handphone butut saya. Orang itu mengundang saya untuk datang ke pernikahannya yang dilangsungkan di pinggiran Sleman, DIY. Dlogoknya, saya tidak ingat sama sekali dengannya. Siapa orang ini, kok bisa-bisanya saya yang tidak ingat sama sekali tentangnya ini diundang ke pernikahannya? Sekitar semenit saya menggali dan mengorek lagi ingatan tentangnya sesudah dia menyebutkan nama, nihil.

Saya tidak menemukan secuil memori pun tentang dia. Cunel rasanya otak RAM 250 MB ini. Saya mulai berpikir mas ini salah orang, lha wong saya tidak merasa kenal dengannya kok. Tapi pikiran itu segera sirna dengan fakta bahwa dia tahu nama saya bahkan dia menjelaskan bagaimana dia ingat betul bentuk sepeda motor saya waktu itu.

Dengan berbekal bondo nekat wani isin, keluarlah celetukan bernada menye-menye tengsin dari mulut saya.

“Nyuwun ngapunten nggih, Mas, njenengan niki sinten ya? Saya punya lusinan teman yang namanya sama, tapi kok saya nggak ingat sama sekali dengan njenengan ya?”

Sambil tertawa, dia menjelaskan bahwa dia orang yang pernah saya bantu mencarikan tambal ban di Ringroad Jakal pada 2014 silam.

Gusti Allah! Saya kaget bukan kepalang. Sekejap saja kelebatan memori tentang kejadian membantu orang mencari tambal ban di Ringroad Jakal mulai bermunculan. Tapi kok bisa-bisanya memori kejadian itu hilang begitu saja? Mungkin faktor usia atau tertumpuk dengan memori tentang mantan-mantan yang ninggalin pas lagi sayang-sayangnya itu.

Sekarang saya ingat, 2014 lalu, tengah malam sepulang ngapel saya pernah membantu orang yang bannya bocor. Samar-samar saya ingat betapa frustrasinya dia karena tidak kunjung menemukan tambal ban waktu itu. Wajahnya penuh keringat, kaosnya sudah basah, mungkin sudah sekian kilometer dia menuntun motornya. Ban belakangnya yang kempes lepes seperti tempe mendoan yang sudah dingin itu membuat hati saya terenyuh untuk menolongnya.

Saya ingat waktu itu saya coba hubungi beberapa kontak tambal ban panggilan yang saya temukan dari hasil googling. Sambil menunggu motornya beres ditambal kami berkenalan dan berakhir dengan tukar-menukar nomor telepon. Iya, kami sempat bertukar nomor telepon, tapi entah kenapa nomornya tidak tersimpan di handphone. Mungkin dia sudah ganti nomor atau tidak sengaja saya hapus, saya lupa.

Baca Juga:

Metode Curang Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Ban Bukannya Beres, Malah Makin Rusak!

Ranjau Paku di Jalanan Jakarta, Sebuah Masalah yang Tak Pernah Usai

Setelah kejadian itu, kami tidak pernah lagi bertemu dan bersua. Saya kembali menjalani rutinitas sebagai mahasiswa seperti biasa dan kejadian itu sedikit demi sedikit mulai terlupa. Sampai akhirnya dia menghubungi saya lagi untuk mengundang ke pernikahannya ini yang membuat ingatan tentang kejadian ini muncul kembali.

Saya masih tidak habis pikir kok bisa-bisanya mas ini masih ingat betul detail peristiwa yang sudah berlalu bertahun-tahun itu. Terus kok mau-maunya dia masih menyimpan nomor saya. Wong saya bukan pejabat atau orang penting di Jogja yang harus diingat nama dan disimpan nomor teleponnya. Berbanding terbalik dengannya, saya sama sekali sudah tidak ingat kejadian itu karena bagi saya kejadian itu hanyalah kejadian biasa yang tidak perlu diingat lagi. Sing uwis ya uwis, yang penting ikhlas nolongnya.

Tapi ternyata tidak untuknya. Dia bercerita bagaimana dia sangat merasa berutang budi pada saya. Dia menjelaskan lagi pada waktu itu dia sama sekali belum mengerti Jogja dan belum banyak mengenal orang karena baru dua minggu merantau ke kota ini, ditambah lagi dengan isu kriminalitas yang kala itu yang sedang marak menghantui Jogja membuatnya merasa sangat beruntung karena sudah ditolong. Lebaynya, dia menganggap saya malaikat penolong yang dikirimkan Tuhan untuk membantunya.

Mungkin bagi saya kejadian itu memang remeh yang bahkan tidak perlu mendapat tempat khusus di serebrum otak. Serta dikenang selamanya bak pahlawan seperti ini sangat tidak sepadan jika dibandingkan dengan apa yang saya lakukan pada waktu itu, hanya modal googling dan pulsa. Tapi ternyata tidak baginya, mungkin bagi dia kejadian remeh ini adalah kejadian yang sangat berkesan yang sudah dia masukkan ke dalam variabel-variabel yang berpengaruh di hidup dan kesuksesannya sekarang. Kalo bukan seperti itu mana mungkin saya yang cuma bertemu sekali bisa mendapatkan kehormatan untuk dikenang serta diundang ke pernikahannya.

Telepon siang itu berakhir dengan permintaan maaf karena tidak bisa menghadiri pernikahannya. Selain sudah tidak lagi tinggal di Jogja, ada urusan kerjaan yang tidak bisa ditinggal. Saya masukkan handphone butut saya ke kantong celana dan kembali melanjutkan kegiatan yang sudah saya lakukan sedari 20 menit yang lalu, mendorong motor. Ah sial, belum terlihat tambal ban di depan sana.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Titik Terendah dalam Hidup, dan Cara Kita Semua Melaluinya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Agustus 2020 oleh

Tags: menolongtambal ban
Candra Boy Aminullah

Candra Boy Aminullah

penulis paruh waktu

ArtikelTerkait

Saran Petugas Satpol PP Soal Tambal Ban Online Itu Sangat Masuk Akal terminal mojok.co

Kalaupun Tambal Ban Harus Online, Bisa-bisa Aja, kok!

11 Juli 2021
Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Cuma Kempes

Tips dari Tukang Tambal Ban: Cara Deteksi Dini Ban Bocor atau Kempes Belaka

17 Januari 2020
profesi kamen rider di indonesia mojok

Kamen Rider Bakal Punya 3 Pekerjaan Ini Andai Mereka Hidup di Indonesia

6 Agustus 2021
Ranjau Paku di Jalanan Jakarta, Sebuah Masalah yang Tak Pernah Usai

Ranjau Paku di Jalanan Jakarta, Sebuah Masalah yang Tak Pernah Usai

30 Juli 2023
Cara Licik Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Salah Satunya dengan Sengaja Nambah Lubang!

Metode Curang Tukang Tambal Ban Menipu Pelanggan untuk Meraih Keuntungan, Ban Bukannya Beres, Malah Makin Rusak!

28 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.