Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
12 Agustus 2026
A A
Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan  

Dibanding sound horeg, voli tarkam jauh lebih masuk akal buat event Agustusan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah jelas bahwa sound horeg jauhhh lebih nggak berfaedah dibandingkan lomba voli tarkam

Setiap memasuki bulan Agustus, kemeriahan menyongsong Hari Kemerdekaan terasa di semua wilayah Indonesia. Dekorasi merah putih menghiasi setiap jalan di kampung. Warga pun ikut semangat berpartisipasi pada lomba-lomba yang diadakan oleh pemuda karang taruna.

ADVERTISEMENT

Lomba-lomba yang khas dilaksanakan menjelang 17 Agustus ini wajar dan biasa dilakukan di sebagian besar tempat di Indonesia. Tapi di Jawa Timur, lomba-lomba seperti itu kini malah menjadi ekspektasi semata, karena realitanya mereka dikelilingi oleh sound horeg yang akan menemani Agustusan mereka selama sebulan penuh.

Sound horeg, katanya berfaedah untuk pedagang, nyatanya ditolak warga

Saya melihat postingan jadwal karnaval sound horeg selama bulan Agustus di Malang Raya. Di postingan tersebut, pro kontra mewarnai kolom komentar. Komentar-komentar warga yang kontra terhadap sound horeg langsung dibalas dan dibantah oleh mereka yang pro.

Seorang warga mempertanyakan kenapa Pemerintah Kabupaten Malang mengizinkan event sound horeg yang menurutnya nggak bermanfaat, mengganggu kenyamanan, dan pasti nggak minta izin terlebih dulu dari warga setempat. Komentar ini berbuah balasan dari warga yang pro dengan mengatakan bahwa acara sound horeg bermanfaat, khususnya untuk pedagang.

Padahal, kalau pengin mengadakan acara Agustusan yang bermanfaat juga bagi pedagang, masih ada lomba-lomba lain, lho. Sebut saja pertandingan voli tarkam. Ini sudah jelas bakal mendatangkan keuntungan bagi pedagang tanpa merusak pendengaran warga lokal.

Jelas voli tarkam lebih berfaedah

Voli tarkam yang melibatkan banyak kampung sudah pasti akan menarik keinginan banyak orang untuk ikut nonton. Ratusan, bahkan ribuan orang bakal berkumpul di lapangan untuk mendukung kampungnya masing-masing. Apa iya kegiatan seramai ini nggak akan mengundang pedagang untuk berdatangan?

Kalau pertandingan ramai, tentu penonton, bahkan juga pemain dan panitia juga butuh es teh, gorengan, kopi, bahkan mi instan. Dengan begitu pedagang kaki lima maupun warung di sekitar lapangan akan ikut untung. Pedagang mainan anak-anak juga pasti akan kecipratan berkahnya.

Baca Juga:

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

Selain itu, pertandingan voli tarkam adalah hiburan yang uangnya “muter” di kampung sendiri, alias menguntungkan warga itu sendiri. Uang yang menjadi modal untuk Agustusan dipakai untuk sewa lapangan, konsumsi pemain, hadiah, dan sound system. Nggak kayak mengundang tukang sound horeg yang bukan bagian dari warga, voli tarkam justru memberdayakan warga kampung sendiri dengan menghidupkan ekonominya.

Coba bayangkan, akan ada berapa banyak rumah tangga yang ekonominya ikut berputar dengan diadakannya voli tarkam? Sekarang, bandingkan dengan sewa sound horeg yang (menurut postingan yang saya sebutkan di atas tadi) menuntut warga ikutan patungan padahal warga sudah menyatakan nggak suka dengan sound horeg. Opsi kedua malah bikin ekonomi warga buntung alih-alih untung.

Voli tarkam bikin warga senang, sound horeg bikin warga musuhan

Satu pertandingan voli tarkam akan menjadi acara sosial bagi banyak orang. Bukan hanya pemain, tapi semua warga lintas usia, pekerjaan, dan latar belakang ikut menikmati pertandingan.

Voli tarkam juga bukan hiburan yang pasif karena warga terlibat di semua bagian pertandingan. Ada yang ikut tanding, jadi panitia, jualan, maupun tim hore. Semua peran itu penting. Dengan begitu ada rasa memiliki acara bagi warga yang terlibat.

Warga memang akan bermusuhan, tapi itu cuma saat pertandingan. Saat mendukung kampung masing-masing, kampung lawan pasti akan dianggap musuh. Tapi percayalah, setelah pertandingan berakhir, warga pasti bakal balik ketawa-ketiwi lagi sambil ngobrol sama temannya dari kampung lawan.

Kita bandingkan dengan karnaval sound horeg, ya. Warga sekadar dilibatkan saat penarikan iuran untuk sewa sound. Saat warga menolak dan memberi masukan, justru mereka diserang oleh kaum pencinta sound horeg. Apa iya kondisi kayak gini akan membuat warga senang dan punya rasa memiliki terhadap acara Agustusan di kampung mereka? Justru yang seperti ini akan menciptakan konflik antarwarga.

Kudunya bersatu, malah berseteru

Bukan hanya konflik antarwarga, konflik vertikal antara warga dengan pejabat setempat, seperti lurah, camat, dan kapolsek juga rentan terjadi. Ini karena izin penyelenggaraan karnaval sound horeg melibatkan pejabat setempat.

Acara menjelang 17 Agustus yang harusnya didasari oleh semangat persatuan eh malah warganya saling bermusuhan gara-gara sound horeg. Hadehhh, seandainya pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan lihat, pasti mereka sudah pada tepuk jidat.

Sudah jelas bahwa sound horeg jauhhh lebih nggak berfaedah dibandingkan lomba voli tarkam. Bahkan saya belum menjelaskan dari segi kesehatan lho. Sound horeg jelas bikin kualitas pendengaran turun serta serta mengganggu warga segala usia, apalagi bayi dan lansia yang mana merupakan kelompok rentan.

Sementara itu di voli tarkam, warga berolahraga, bergerak, dan bercengkerama dengan warga lain. Sudah pasti voli tarkam juga menang telak dari segi kesehatan fisik dan psikis.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya sudah hidup di Malang selama 2 tahun, dan tetap tidak bisa menerima sound horeg

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

Betapa Repotnya Keluarga Suku Campuran di Hadapan Petugas Sensus

22 September 2023
Kalau di Kota Ada Kirim Parsel, di Desa Ada Ater-ater Tipe-tipe Orang saat Menunggu Lebaran Datang Terima kasih kepada Tim Pencari Hilal! Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Bulan Syawal Ramadan Sudah Datang, eh Malah Menanti Lebaran Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa Serba-serbi Belajar dan Mengamalkan Surah Alfatihah Pandemi dan Ikhtiar Zakat Menuju Manusia Saleh Sosial Inovasi Produk Mushaf Alquran, Mana yang Jadi Pilihanmu? Tahun 2020 dan Renungan ‘Amul Huzni Ngaji Alhikam dan Kegalauan Nasib Usaha Kita Nggak Takut Hantu, Cuma Pas Bulan Ramadan Doang? Saya Masih Penasaran dengan Sensasi Sahur On The Road Menuai Hikmah Nyanyian Pujian di Masjid Kampung Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Horornya Antrean Panjang di Pesantren Tiap Ramadan Menjadi Bucin Syar'i dengan Syair Kasidah Burdah Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Panduan buat Ngabuburit di Rumah Aja Pandemi Corona Datang, Ngaji Daring Jadi Andalan Tips Buka Bersama Anti Kejang karena Kantong Kering Mengenang Asyiknya Main Petasan Setelah Tarawih Rebutan Nonton Acara Sahur yang Seru-seruan vs Tausiyah Opsi Nama Anak yang Lahir di Bulan Ramadan, Selain Ramadan Drama Bukber: Sungkan Balik Duluan tapi Takut Ketinggalan Tarawih Berjamaah Sebagai Santri, Berbuka Bersama Kiai Adalah Pengalaman yang Spesial Aduh, Lemah Amat Terlalu Ngeribetin Warung Makan yang Tetap Buka Saat Ramadan Tong Tek: Tradisi Bangunin Sahur yang Dirindukan Kolak: Santapan Legendaris Saat Ramadan

Buku Turutan Legendaris dan Variasi Buku Belajar Huruf Hijaiyah dari Masa ke Masa

19 Mei 2020
Wawancara Eksklusif dengan Koper Kaesang: Terima Kasih Batik Air Telah Mengajarkan Kesetaraan

Wawancara Eksklusif dengan Koper Kaesang: Terima Kasih Batik Air Telah Mengajarkan Kesetaraan

15 November 2022
4 Rekomendasi Kopi Susu di Jogja yang Enaknya Nggak Masuk Akal Terminal Mojok

4 Rekomendasi Kopi Susu di Jogja yang Enaknya Nggak Masuk Akal

14 Mei 2022
4 Kedai Ramen Babi Enak di Jogja yang Wajib Dicicipi Mojok.co

4 Kedai Ramen Babi Enak di Jogja yang Wajib Dicicipi

4 September 2024
Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat Kerja Mojok.co

Bersyukur Ditolak Kampus Negeri dan Nurut Jurusan Kuliah “Realistis” Pilihan Orang Tua di Kampus Swasta, Kini Sudah Dapat kerja

26 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

Pekerja tambang bergaji besar, tetapi tidak sepenuhnya memiliki hidupnya

11 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.