Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 Januari 2022
A A
Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat terminal mojok.co

Denah Pedagang Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Barat (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Pasar Beringharjo merupakan salah satu pasar rujukan bagi banyak orang. Nggak hanya warga yang berdomisili di Yogyakarta, wisatawan pun sering kali mengunjungi pasar yang sudah mulai menjadi tempat transaksi sejak 1758 ini.

Pasar Beringharjo memang lengkap banget. Segala macam kebutuhan bisa kamu temukan di sini. Para pedagang di Pasar Beringharjo juga cenderung beraglomerasi. Di beberapa kawasan, barang yang dijajakan oleh pedagang-pedagang ini cenderung mirip atau malah persis. Namun, kadang kala nggak mudah untuk menemukan kios yang menjual barang yang sedang kita cari sebab pasar ini memiliki luas 2,5 hektar. Jembare pol.

Nah, daripada capek-capek mengitari Pasar Beringharjo tapi nggak berhasil menemukan barang yang hendak dibeli, lebih baik kamu menyimak artikel ini saja. Sedikit informasi, los pertama dimulai dari pintu masuk sebelah barat yang menghadap ke Jalan Margo Mulyo atau bisa kamu susuri dari Malioboro. Los kedua hingga akhir berderet secara berurutan ke timur alias ke belakang pasar. Kamu nggak akan kebingungan saat berada di sini karena ada papan yang menunjukkan posisi setiap los. Sekarang, mari kita mulai perjalanan di dalam Pasar Beringharjo.

#1 Pintu Masuk

Sebelum masuk ke dalam pasar, kamu akan disambut oleh para pedagang di pintu masuk. Di sebelah selatan, kamu akan menemukan barisan toko-toko emas yang berhadapan langsung dengan para pedagang gudangan dan makanan khas Yogyakarta. Sementara di bagian utara, akan tampak toko-toko batik. Di sebelah utara ini pula kamu dapat melihat lagi para penjaja gudangan dan oleh-oleh dari Yogyakarta, seperti bakpia, intip, hingga yangko.

Oke, untuk kamu yang masih bingung dengan arah mata angin, saya jelaskan sedikit, ya. Bayangkan kamu saat ini sedang berada di depan Pasar Beringharjo dan menghadap ke dalam pasarnya. Arah selatan itu ada di sebelah kanan, dan sebaliknya, utara berada di sebelah kiri.

#2 Los 1

Begitu masuk ke dalam pasar, kamu akan melihat deretan para pedagang batik yang menjalar dari los 1 hingga los terakhir di gedung pasar bagian barat ini. Tapi jika kamu masuk ke setiap losnya, akan ada beragam barang yang dijajakan. Di los 1, batik akan terus kamu lihat dari ujung ke ujung. Batik yang saya maksud ini mencakup pakaian atasan, bawahan, hingga jarik.

#3 Los 2

Masih sama seperti los 1, los kedua ini juga masih didominasi oleh pedagang batik.

#4 Los 3

Mulai terlihat variasi di los 3, sebab di bagian selatan, pedagang kain meteran tampak mulai banyak jumlahnya. Sementara di bagian utara, masih dapat kamu temui pedagang batik.

Baca Juga:

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

#5 Los 4

Sama seperti los 3, los 4 ini diisi oleh para pedagang kain meteran di sisi selatan dan pedagang batik di sisi utara.

#6 Los 5

Mulai di los 5, tampak pedagang gorden yang bersisihan dengan pedagang kain meteran di sisi selatan. Di utara, lagi-lagi masih didominasi oleh penjual batik. Fyi, kios kain meteran di los 3 hingga 5 ini selalu jadi langganan saya setiap mau membuat pakaian karena pilihannya yang lengkap banget. Kain batik dengan segala bahan, kain brokat, sampai katun Jepang yang lembut bisa kalian temukan di sini. Harganya juga bisa ditawar.

Kalau kamu merasa berjalan dari pintu utama Pasar Beringharjo cukup jauh, kamu bisa masuk lewat pintu B-1 dan B-2 di sebelah selatan. Kedua pintu masuk ini akan membawamu langsung ke jajaran para pedagang kain meteran.

#7 Los 6

Los 6 sebagian besar diisi oleh pedagang batik, baik di bagian utara maupun selatan.

#8 Los 7

Sama seperti los 6.

#9 Los 8

Sama seperti los 7.

#10 Los 9

Di sayap selatan, barang yang dijual mulai beragam dengan adanya pedagang pakaian non-batik. Sedangkan di sisi utara, masih terdapat surga bagi para pemburu batik.

#11 Los 10

Di los 10 ini, sisi selatan kembali didominasi oleh pedagang batik. Di bagian utara, kamu akan disapa oleh variasi pedagang batik dan sprei.

#12 Los 11

Kedua sisi dari los 11 kembali didominasi oleh pedagang batik.

#13 Los 12

Serupa dengan los 11. Untuk kamu yang punya urusan ke kamar mandi, di ujung los 12 bagian utara ini terdapat toilet umum.

#14 Los 13

Barang di los 13 ini jauh lebih bervariasi dibandingkan dengan los-los sebelumnya. Los 13 sisi selatan didominasi oleh pedagang tas dan batik. Tas yang ditawarkan mencakup tas kulit, tas anyam, hingga tas berbahan kain batik. Sementara di sisi utara, terdapat barisan pedagang batik, pakaian non-batik, pakaian dalam, hingga seragam. Oh ya, kios Hajjah Naim ada di los 13 ini. Hayo, siapa yang tiap kenaikan kelas diajak oleh ibu ke kios ini untuk beli seragam baru? Jangan-jangan kita pernah ketemu waktu sama-sama menjajal seragam pramuka, nih?

#15 Los 14

Serupa dengan los 13, di bagian selatan dari los 14 ini dapat kamu temukan para pedagang tas dan batik. Sementara di sisi utara, ada bermacam-macam pakaian dan batik yang bisa kamu pilih.

#16 Los 15

Di los 15 sebelah selatan ini, kamu akan disapa oleh berbagai macam kebaya, surjan, suvenir, dan perlengkapan pernikahan lainnya. Ada pula pedagang tas dan sepatu di sini. Kamu juga akan menemukan stand penjual Teh Poci dan Teh Gopek yang selalu menjadi rujukan para pembeli yang sudah capek karena berkeliling pasar. Kamu juga bisa masuk melalui pintu B-4 di Jalan Pabringan atau sebelah selatan pasar untuk ke los 15.

Sementara itu, di sisi utara dari los 15 ini akan kamu temukan pedagang batik dan pakaian-pakaian lain.

#17 Los 16

Batik kembali menjadi barang yang mayoritas diperdagangkan di los 16. Namun di sisi utara, mulai tampak baju anak-anak yang dipajang dan bisa kamu beli kalau naksir. Sayang anak, sayang anak.

#18 Los 17

Kedua sisi los 17 ini lagi-lagi didominasi oleh pedagang batik.

#19 Los 18

Batik bisa kamu temukan kembali di los 18. Namun, ada pula pedagang surjan dan kebaya di sayap selatan.

#20 Los 19

Menuju ujung dari gedung barat Pasar Beringharjo, kamu bisa melihat beraneka macam oleh-oleh khas Yogyakarta dan daerah sekitarnya di los 19 sisi utara. Di sini terdapat yangko, intip, bakpia, ampyang, hingga gula batu buat kamu yang suka wedang uwuh. Di bagian selatan, ada pedagang batik dan pakaian anak-anak.

#21 Los 20

Kita sudah berada di ujung. Di los terakhir ini, dagangannya cukup serupa dengan los 19. Banyak sekali pilihan oleh-oleh sekaligus batik di sini. Saat saya melewati los 20, para pedagang batik berlomba-lomba menawarkan dagangan mereka yang harganya murah banget. Kapan lagi kamu bisa beli daster Rp100 ribu dapat tiga potong atau pakaian batik untuk anak-anak seharga Rp10 ribu? Di penghujung gedung barat ini pula kamu bisa menemukan para pedagang mainan anak-anak, mulai dari mainan tradisional hingga modern.

Gedung barat dan timur Pasar Beringharjo dipisahkan oleh jalan konblok dengan banyak lapak kecil pembeli emas. Kalau kamu sering mengunjungi Pasar Beringharjo ketika masih kanak-kanak, tentu kamu nggak akan asing dengan bapak-bapak yang kerap mengamen dengan tamborin di sini. Tapi saat ini blio sudah nggak lagi terlihat di pasar ini, begitu juga dengan pengamen-pengamen lain. Di bagian ini pula banyak ditemukan pedagang hanger pakaian hingga tas belanja yang berdiri di dekat pintu.

Tepat di seberang dari los 20, kamu akan melihat pintu gedung sebelah timur. Di gedung tersebut, barang-barang yang ditawarkan akan lebih bervariasi. Untuk detailnya, simak artikel yang akan datang, ya.

Denah Pasar Beringharjo: Lantai 1 Gedung Timur
Denah Pasar Beringharjo: Lantai 2 dan 3

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Februari 2022 oleh

Tags: DenahJogjaPasar Beringharjopedagang
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

Jogja Istimewa Kini Hanyalah Ilusi untuk Mempertahankan Citra Romantis yang Sudah (Kelewat) Usang

5 Juni 2025
Rekomendasi Tempat untuk Menikmati Kesedihan di Jogja bagi Kaum Ndlosor terminal mojok

Rekomendasi Tempat untuk Menikmati Kesedihan di Jogja bagi Kaum Ndlosor

17 Juni 2021
Jogja Kota yang Tega Menyingkirkan Rakyat Sendiri (Unsplash)

Klaim Warisan Budaya Pemerintah Jogja Itu Tidak Masuk Akal karena Malah Mengorbankan Ekonomi Rakyat

9 Juni 2025
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Tugu Jogja: Destinasi Wisata serta Destinasi Proyek Tahunan yang Minim Kreativitas

25 Oktober 2020
3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

3 Daerah Tidak Ramah Perantau di Jogja yang Perlu Dihindari

19 Agustus 2024
Saya Yakin Nggak Akan Ada Razia Mi Ayam Wonogiri, sebab Kami Cinta Damai dan Memilih Fokus Mengejar Rezeki kabupaten wonogiri mie ayam wonogiri

Tolong, Penjual Mie Ayam di Jogja, Mie Ayam Wonogiri Itu Seharusnya Nggak Manis, kalau Manis, Hilangkan Embel-embel Wonogiri!

22 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

Nestapa MUA Spesialis Wisuda: Berangkat Subuh demi Menutup Mata Panda, Pulang Kena Tawar Harga yang Nggak Ngotak

16 Januari 2026
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.