Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Demam Emas Bisa Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi

Desy Yusrah oleh Desy Yusrah
12 Oktober 2020
A A
emas logam mulia tabungan bank ekonomi stabilitas mojok

emas logam mulia tabungan bank ekonomi stabilitas mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Emas logam mulia tiba-tiba menjadi perbincangan di sebuah grup WA yang saya ikuti. Postingan seorang teman yang menginfokan harga terkini emas logam mulia memang tidak berhasil membuat saya terbujuk ikut membeli, tapi mata saya sontak terbelalak melihat harganya yang telah menembus angka satu juta lebih per gram.

Naluri emak-emak saya langsung bekerja menghitung nilai dua keping emas logam mulia yang iseng saya beli kira-kira delapan tahun silam. Waktu itu harganya adalah kira-kira 4,5 juta untuk berat emas 10gr. Saya beli dua keping, berarti rupiah yang saya bayarkan kira-kira sembilan juta. Dan sekarang benda kecil itu nilainya menjadi 20 juta lebih.

Masih penasaran, saya ambil secarik kertas dan kalkulator. Lalu mulai menghitung berapa besarnya uang saya jika uang tersebut saya simpan di Bank dalam bentuk deposito dengan rate bunga yang top, katakanlah tujuh persen per tahun, minus pajak 20 persen, besar deposito saya sekarang bernilai kurang lebih 13 jutaan. Cukup besar selisih hasil investasinya yaitu 13 juta dalam bentuk deposito dan 20 juta dalam bentuk emas logam mulia.

Jual beli emas logam mulia atau biasa disebut emas LM, akhirnya menjadi bisnis yang ramai di tengah kegelisahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Setiap kali saya melihat status teman-teman di medsos, ada saja yang menawarkan jual emas LM. Para pedagang daring yang umumnya kaum perempuan beralih atau menambah item dagangannya berupa emas LM.

Sudah hukum alamnya seperti itu, makin tinggi minat orang terhadap suatu barang makin banyak yang terjun berbisnis barang tersebut. Begitulah yang terjadi pada emas LM. Tren volume perdagangan dan pelaku pasar (penjual dan pembeli) komoditi tersebut meningkat, meskipun harga emas terus naik beberapa bulan ini.

Banyak faktor penyebab orang mengalihkan investasinya pada emas. Kemerosotan perekonomian yang mungkin berlangsung lama agaknya menimbulkan kegelisahan pada sebagian masyarakat. Orang-orang khawatir akan sulit mengambil uang yang mereka simpan di bank, khawatir bisnis bank juga terdampak macet karena banyaknya pelaku bisnis yang terseok-seok bahkan gulung tikar.

Ada juga yang menghubungkan dengan terealisasinya kebijakan redenominasi rupiah (penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengurangi nilai tukar) yang dulu pernah menjadi wacana pemerintah.

Sejatinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan redenominasi. Namun, pada kondisi ekonomi yang serba tidak pasti, pikiran kita digaduhi oleh bayangan redenominasi rasa sanering (pemotongan nilai mata uang).

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

Kisah sukses para penabung emas yang berseliweran di medsos juga menjadi motivasi orang menabung emas. Salah satu yang menarik adalah kisah seseorang yang berhasil membeli rumah impian dengan cara menabung emas. Semula orang tersebut ingin membeli rumah lewat pinjaman bank (KPR). Rumah yang dibeli tentunya harus sesuai kriteria perbankan dan kemampuan keuangannya. Alhasil, rumah yang didapat tidak benar-benar sesuai harapan ditambah kewajiban membayar angsuran bertahun-tahun lamanya.

Akhirnya dia menunda keinginan membeli rumah. Dan mulai saat itu dia menabung emas setiap bulan sebesar uang yang seharusnya digunakan untuk bayar angsuran. Dalam waktu yang lebih singkat dia berhasil membeli rumah yang lebih luas, lebih murah dan sesuai dengan keinginan.

Dari kacamata individu, tabungan emas adalah jenis tabungan yang menggiurkan. Harga yang cenderung naik sepertinya bukan hambatan untuk menabung. Animo tersebut ditangkap produsen dengan mencetak emas ukuran mini sehingga harganya menjadi sangat terjangkau. Dengan uang kurang dari seratus ribu, Anda sudah bisa punya emas ukuran sangat mini. Wow, siap-siap demam ya.

Tapi, tunggu dulu, demam emas yang terjadi di masyarakat dapat menjadi ancaman pemulihan ekonomi terutama di masa pandemi. Lho apa hubungannya? Pemulihan ekonomi kan tugas pemerintah, maka uang yang dipakai adalah uang negara. Sedangkan uang buat beli emas adalah uang pribadi masyarakat Indonesia pada umumnya. Jadi rasanya tidak ada hubungannya.

Memang sekilas seperti tidak ada hubungannya. Benar tugas pemerintah memulihkan perekonomian. Pemerintah menempuh cara diantaranya yaitu mengeluarkan program-program yang terkait langsung ke masyarakat, seperti proyek pengadaan APD yang dipesan kepada pengusaha garmen lokal, proyek pengadaan bantuan non-tunai berupa sembako, proyek perbaikan fasilitas umum yang padat karya, dan banyak proyek lainnya. Pemerintah menggelontorkan sejumlah dana untuk proyek stimulus ekonomi tersebut.

Bagi pelaku usaha, proyek-proyek tersebut adalah peluang bisnis yang akan menghasilkan uang untuk kelangsungan usaha dan membayar gaji karyawan. Untuk menjalankan proyek, pelaku usaha butuh dana awal. Pembayaran proyek baru diterima setelah pekerjaan berjalan bahkan ada yang dibayar setelah proyek selesai. Buat pengusaha yang modalnya kuat, tentunya tidak ada masalah. Tapi, buat pengusaha yang modalnya pas-pasan, mereka butuh bantuan modal. Saya rasa jumlah pengusaha seperti itu bertambah banyak sejak Covid-19 menghantam perekonomian. Untuk keperluan modal tersebut biasanya pelaku usaha mencari pinjaman bank.

Di sinilah kita bisa lihat hubungan demam berkebun emas yang terjadi di masyarakat menjadi ancaman terhadap stabilitas bisnis perbankan yang berarti juga ancaman terhadap pemulihan perekonomian. Berkebun emas mengubah pola menabung masyarakat yaitu dari menabung di bank (baik dalam bentuk tabungan maupun deposito) menjadi menabung emas. Memang sih ada beberapa bank syariah yang mempunyai produk menabung emas. Tapi, jumlahnya relatif sedikit dan jangka waktunya pendek.

Jika perubahan pola menabung terjadi merata di seluruh wilayah Indonesia, hal itu akan menyulitkan Bank menjalankan fungsinya sebagai financial intermediary, yaitu lembaga yang menghimpun dana murah dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat. Penyaluran kembali ke masyarakat dilakukan dalam bentuk pinjaman yang sebagian besar adalah pinjaman untuk pelaku usaha.

Apabila bank kesulitan menghimpun dana, pelaku usaha juga akan kesulitan mendapat pinjaman bank. Alternatifnya adalah beralih pada pinjaman lain yang bisa saja tingkat bunganya lebih besar bahkan ada yang mencekik. Kalau sudah begini, berhati-hatilah jika Anda pelaku usaha. Anda akan terjebak dalam keuntungan semu. Proyek selesai, untungnya habis buat bayar hutang bukan buat modal kelanjutan usaha. Lebih jauh, kesulitan yang terjadi pada pelaku usaha menjadi bagian dari kesulitan pemulihan ekonomi.

Kita boleh saja tertarik berkebun emas. Tapi, jika terjadi masif dan merata, kita menjadi bagian ancaman pemulihan ekonomi di masa pandemi ini.

BACA JUGA Manchester United, eh, Penchester United Pantas Jadi Juara dari Jalur Penalti.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Oktober 2020 oleh

Tags: bankcovid-19ekonomiemaspandemiUang
Desy Yusrah

Desy Yusrah

Penulis Lepas

ArtikelTerkait

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
laporcovid-19 vaksinasi covid-19 vaksin nusantara indonesia lepas pandemi ppkm vaksin covid-19 corona obat vaksin covid-19 rapid test swab test covid-19 pandemi corona MOJOK.CO

Daripada Bikin Janji Indonesia Lepas Pandemi, Mending Pemerintah Instropeksi Dulu

19 Februari 2021
Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Kuliah Itu Tanggung Jawabmu, Bukan Temanmu!

8 November 2020
Long Weekend di Tengah Pandemi bagi Pengusaha Hotel, Untung atau Buntung_ mojok.co

Long Weekend di Tengah Pandemi bagi Pengusaha Hotel, Untung atau Buntung?

5 November 2020
bajaj bajuri covid-19 pandemi contoh tulisan parodi nostalgia sitkom lama indonesia mojok.co

Suasana di Dunia ‘Bajaj Bajuri’ selama Pandemi

12 Januari 2021
3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng Mojok.co

Ironi Wonosobo: Pemerintah Gencar Promosi Wisata, tapi Warga Tetap Miris Hidupnya

11 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026
Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

26 Januari 2026
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

30 Januari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.