Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Delanggu Klaten, Kecamatan Subur dan Potensial yang Seperti Tersisihkan dari Perlintasan Jogja dan Solo

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
21 November 2025
A A
Delanggu Klaten, Kecamatan Subur yang Semakin Terlupakan (Foto dari ANTARA)

Delanggu Klaten, Kecamatan Subur yang Semakin Terlupakan (Foto dari ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

Yang sering menempuh perjalanan dari Jogja ke Solo atau sebaliknya, pasti akrab dengan sebuah kecamatan bernama Delanggu Klaten. Daerah ini terkenal karena produk berasnya dan jadi salah satu lumbung padi nasional. Tapi, di balik cerita dan kesibukannya, Delanggu Klaten lebih sering terlewatkan dan (mungkin) perlahan terlupakan.

Bagi yang nggak tahu, Delanggu terletak di bagian timur laut Kabupaten Klaten dan dibelah oleh Jalan Raya Jogja-Solo. Bertetangga langsung dengan Kecamatan Polanharjo di utara dan barat, Kecamatan Wonosari dan Juwiring di timur, dan Kecamatan Ceper dan Pedan di selatan. Di bagian baratnya juga akan dilintasi Jalan Tol Jogja-Solo yang sedang proses pengerjaan.

Kekayaan Delanggu Klaten

Saking suburnya, Delanggu Klaten menjadi salah satu daerah perkebunan yang menjanjikan. Pada masa kolonial, Belanda membangun daerah ini. Lengkap dengan berbagai industri perkebunan berikut dengan fasilitas penunjangnya seperti pemukiman, fasilitas keagamaan, dan transportasi. Jadi bisa dibilang, dulu daerah ini cukup maju untuk sebuah kecamatan ketimbang daerah lainnya.

Selain komoditi beras, Delanggu Klaten juga pernah punya pabrik gula yang dibangun 1870. Faktanya, nggak banyak yang tahu kalau daerah ini juga punya pabrik gula karena setelah krisis tahun 1930-an, pabrik gula tersebut harus tutup. Tapi pemerintah kolonial kemudian menggantinya jadi pabrik karung goni di tempat yang sama.

Tanaman rosela yang menjadi bahan baku karung goni juga tumbuh subur di tanah sini. Ini menjadikan pabrik karung goni di Delanggu Klaten pernah menjadi pabrik karung goni terbesar di Asia Tenggara. Lokasinya masih dapat kita lihat, yaitu di barat Pasar Delanggu.

Belanda juga membuat Stasiun Delanggu untuk mendukung mobilitas masyarakat dan angkutan barang komoditas. Letaknya nggak jauh dari bekas pabrik gula dan pabrik karung goni serta Pasar Delanggu. Kini, Stasiun Delanggu masih aktif melayani penumpang sebagai stasiun di jalur KRL Jogja-Solo. Keren kan, sekelas sebuah kecamatan tapi punya stasiun kereta.

Mulai tersisihkan

Tapi, seiring berjalannya waktu, Delanggu Klaten tampak tersisihkan. Suka ngerasa nggak sih kalau sedang mengadakan perjalanan dari Jogja ke Solo atau sebaliknya, Delanggu terkadang suka terlewat begitu saja. Kita merasa tahu-tahu sudah sampai Solo atau Jogja saja. Bahkan ada juga orang yang paling malas kalau harus lewat Delanggu karena cukup macet dan crowded.

Bangunan pabrik karung goni yang dulu terbesar di Asia Tenggara serta bangunan perumahannya, juga kini terlupakan. Bangunan-bangunan bergaya Eropa tersebut dibiarkan terbengkalai dan dimakan semak belukar. Bahkan warga Delanggu sendiri ada yang sudah nggak tahu tentang sejarahnya bahkan merasa ngeri kalau lewat di depannya.

Baca Juga:

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

Pengalaman Orang Semarang yang Kaget Menemukan Sisi Lain Kota Solo

Begitu juga Stasiun Delanggu. Namanya nggak seterkenal stasiun KRL Jogja-Solo lain di kelas yang sama seperti Stasiun Ceper atau Stasiun Gawok. Penumpang hanya lalu lalang saja tanpa sadar telah melewati Stasiun Delanggu. Lagian, kalau bukan warga Delanggu Klaten, siapa yang mau naik dan turun di stasiun ini?

Belum lagi Jalan Raya Jogja-Solo yang membelah Delanggu juga sebentar lagi akan tergantikan oleh jalan tol. Delanggu hanya akan terlewat begitu saja tanpa ada yang mampir untuk belanja atau sekedar mengganjal perut. Mungkinkah Delanggu Klaten akan bernasib seperti Radiator Spring? Semoga nggak, ya.

Masih menyisakan asa

Meski acap terlupakan, Delanggu Klaten sebetulnya punya fasilitas yang sekarang bisa dibilang lumayan lengkap untuk ukuran sebuah kecamatan. Selain stasiun kereta, daerah ini punya rumah sakit PKU Muhammadiyah, pom bensin plat merah yang nggak cuma satu, dan juga Indo-Alfa yang katanya juga sebagai salah satu simbol modernitas.

Itulah Kecamatan Delanggu, yang sering terlewatkan dan kegemilangannya di masa lalu perlahan terlupakan. Mungkin nama besar Jogja dan Solo menutupi kisah Delanggu. Andai segala potensi yang Delanggu punya contohnya seperti bangunan-bangunan londo itu difungsikan lagi jadi tempat yang punya daya tarik, mungkin Delanggu bisa lebih berkembang dan nggak tersisihkan.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Beras Delanggu, Beras Primadona yang Hanya Tinggal Nama

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2025 oleh

Tags: beras delanggudelangguDelanggu KlatenJogjaKecamatan DelangguklatensoloStasiun Delanggu
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

suporter bola bandung dan yogyakarta pilih mana stasiun tugu mojok.co

Alasan Bandung dan Yogyakarta Memang Patut Dibandingkan

18 Juni 2020
Susahnya Bersepeda di Jogja, Kota Pendidikan yang Harusnya Ramah Sepeda

Susahnya Bersepeda di Jogja, Kota Pendidikan yang Harusnya Ramah Sepeda

27 September 2023
Sewa Tanah Gratis Buruh Jawa: Sejarah Pabrik Gula di Jogja

Sewa Tanah Gratis Buruh Jawa: Sejarah Pabrik Gula di Jogja

15 Juli 2022
Angkringan Sering Disalahpahami dari Cawas Klaten atau Jogja, padahal Cikal Bakalnya dari Desa Ngerangan Klaten Mojok.co bogor

Angkringan di Bogor: Berusaha Meniru Jogja, tapi Gagal Total, Tidak Ada Kehangatan!

19 Juli 2024
5 Hal yang Tidak Ditemukan di Malioboro Jogja. Baca Ini Sebelum Berkunjung!

5 Hal yang Tidak Ditemukan di Malioboro Jogja. Baca Ini Sebelum Berkunjung!

18 Oktober 2023
menggugat pagar alun-alun utara jogja mojok.co

Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja

29 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Karyawan Indomaret Pekerja Paling Underrated di Indonesia (Unsplash)

Karyawan Indomaret adalah Pekerja Paling Underrated di Indonesia

2 Juni 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.