Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Dear Orang Tua, Stop Paksa Anak Les Bidang yang Tidak Ia Suka, Anak Bukan Pemuas Ego Kalian!

Titah Gusti Prasasti oleh Titah Gusti Prasasti
9 September 2025
A A
Les Privat Cuma Jadi Bengkel Rapor Sekolah bagi Orang Tua yang Tidak Peduli Masa Depan Anaknya

Les Privat Cuma Jadi Bengkel Rapor Sekolah bagi Orang Tua yang Tidak Peduli Masa Depan Anaknya

Share on FacebookShare on Twitter

Hari ini, banyak orang tua menunjukkan kepedulian mereka terhadap pendidikan anak dengan mendaftarkan anak ke lembaga les. Bahkan, beberapa kali saya temui, anak yang pulang sekolahnya sudah sore masih harus les macam-macam. Entah itu les berenang, karate, kumon, sempoa, atau les privat mata pelajaran. 

Saya memahami betul bagaimana orang tua ingin memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya, termasuk dengan memfasilitasi mereka dengan les yang beragam. Sayangnya, orang tua sering abai dengan pendapat dan perasaan anak. Tidak jarang, anak harus mau les pada bidang yang tidak ia minati. 

Kalau kalian termasuk orang tua seperti itu, tolong stop sekarang. Memaksa anak untuk ikut banyak les yang belum tentu ia minati hanya akan membuat merasa merasa tertekan. Akibatnya, belajar jadi nggak menyenangkan. 

Secara langsung, anak mungkin tak punya cukup nyali untuk menolak atau melawan keinginan orang tua mereka. Alhasil, guru les yang kena imbas “kemarahan” si anak. Saya sudah berkali-kali mengalaminya. Dan, jujur, itu bikin proses pembelajaran jadi challenging banget.

Mood belajar anjlok dan mogok belajar

Selama bekerja di lembaga bimbingan belajar, sering sekali saya menemui siswa yang datang dengan mood belajar yang anjlok dan bahkan bisa berujung mogok belajar. Penyebabnya paling sering karena dua hal: kelelahan dan tidak suka mata pelajaran yang akan dipelajari. 

Sebagai guru, tentu sudah jadi tugas saya untuk membuat siswa mendapatkan kembali semangat belajarnya. Jangan tanya bagaimana caranya, yang jelas, susah! Berbagai teknik pengajaran berbasis game, ice breaking, afirmasi dan motivasi; semuanya pernah saya coba. 

Tentu seringkali metode-metode tersebut berhasil menyalakan sedikit semangat mereka, namun banyak pula yang nggak mempan. Perlu diingat, bukan cuma guru yang harus serius mengajar, tapi siswa pun perlu serius belajar. Jadi, kalau siswa saja datang dengan niat setengah hati dan mood berantakan untuk belajar, apa yang bisa diharapkan?

Sengaja mengulur waktu untuk memotong sesi les

Mengulur waktu adalah cara klasik yang mudah terbaca. Tapi, sayangnya agak sulit diantisipasi, khususnya dalam konteks les privat di rumah. Sejauh ingatan saya, saya hampir selalu datang tepat waktu. Namun, ketika saat saya tiba di rumah siswa, tidak jarang mereka belum siap.

Baca Juga:

Guru Les, Profesi yang Sering Dianggap Remeh, padahal Penghasilan Bisa (Banget) Melebihi UMR

4 Dosa Bimbel terhadap Dunia Pendidikan: Kesejahteraan Guru Diabaikan, Esensi Belajar Dilupakan

Belum siap di sini, bukan sekadar belum menyiapkan buku atau menata tempat belajar, misalnya. Tapi, ada beberapa dari mereka yang belum mandi atau belum makan. Akhirnya, harus menunggu dulu dan itu memotong banyak waktu. Kadang, sengaja dilama-lamain pula.

Saya pernah sampai harus menunggu lebih dari 30 menit sebelum memulai sesi belajar. Saat saya tawarkan untuk mengganti waktu yang terpotong dengan perpanjangan sesi belajar, siswa dengan tegas menolak. Semua karena apa? Ya, anak tidak minat dengan bidang yang dileskan. Walaupun rasanya eman karena mereka hanya bisa belajar sebentar, tapi mau bagaimana lagi. Memaksa hanya akan memperkeruh suasana.

Pada dasarnya, memfasilitasi anak dengan beragam les adalah hal yang bagus. Tapi, tetap harus memperhatikan kebutuhan dan terutama minat anak. Tidak dapat dimungkiri, kita hidup di lingkungan yang menuntut anak serba bisa, khususnya dalam ranah akademik. Padahal, anak nggak harus selalu unggul di semua bidang, kok.

Maka, stop paksa anak ikut banyak les yang nggak mereka sukai. Ketika bakat dan minat anak sudah muncul pada suatu bidang, akan lebih baik jika orang tua mendukung mereka dengan sepenuh hati untuk mencapai potensi terbaiknya di bidang tersebut. Hal ini pun sejalan dengan pandangan Ki Hadjar Dewantara, di mana setiap anak diyakini memiliki potensi dan keunikan masing-masing yang perlu dikembangkan secara wajar; artinya, tanpa paksaan. 

Penulis: Titah Gusti Prasasti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Les Privat Cuma Jadi Bengkel Rapor Sekolah bagi Orang Tua yang Tidak Peduli Masa Depan Anaknya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2025 oleh

Tags: bimbingan belajarguru leslesles privat
Titah Gusti Prasasti

Titah Gusti Prasasti

Manusia yang tengah sibuk mencari kesibukan.

ArtikelTerkait

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali...  

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali…  

28 Juli 2024
Les Privat Cuma Jadi Bengkel Rapor Sekolah bagi Orang Tua yang Tidak Peduli Masa Depan Anaknya

Les Privat Cuma Jadi Bengkel Rapor Sekolah bagi Orang Tua yang Tidak Peduli Masa Depan Anaknya

14 Agustus 2025
Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout Mojok.co

Jangan Mudah Terbujuk Program Bimbel karena Nggak Menjamin Masuk Sekolah Impian dan Bisa Burnout

6 Juli 2025
Betapa Menyebalkannya Guru yang Buka Les Privat, Pilih Kasihnya Terang-terangan Banget

Betapa Menyebalkannya Guru yang Buka Les Privat, Pilih Kasihnya Terang-terangan Banget

7 November 2023
Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

Buat yang Menganggap Kuliah Jurusan Bahasa Sama dengan Les Bahasa: Kalian Sesat!

9 September 2023
Les Itu Bukan untuk Membuat Anak Menjadi Pintar dan Menyulap Anak Jadi Tiba-tiba Pintar!

Les Itu Bukan untuk Membuat Anak Menjadi Pintar dan Menyulap Anak Jadi Tiba-tiba Pintar!

17 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Motor Matic Tanpa Kick Starter Itu Judi: Ini Daftar Motor Baru yang Masih Waras dan Layak Dijadikan Pilihan!

Motor Matic Tanpa Kick Starter Itu Judi: Ini Daftar Motor Baru yang Masih Waras dan Layak Dijadikan Pilihan!

5 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Banyu Urip, Kelurahan Paling Menderita di Surabaya (Unsplash)

Banyu Urip Surabaya Kelurahan Paling Menderita, Dibiarkan Kebanjiran Tanpa Menerima Solusi Sejak Dulu

10 Januari 2026
Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

Bukannya Upgrade Diri, Malah Nyalahin dan Bilang LinkedIn Aplikasi Toksik, Aneh!

5 Januari 2026
Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

Pemasangan Lampu Merah di Persimpangan Purawisata Jogja itu Keputusan Konyol, Alih-alih Lancar, Malah Makin Macet!

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.