Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat

Budi oleh Budi
27 Januari 2026
A A
Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat Mojok.co

Datsun GO Bekas Kondisinya Masih Oke dan Murah, tapi Sepi Peminat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Datsun GO sudah disuntik mati sejak 2020 lalu. Tapi, di bursa mobil bekas, kendaraan ini masih mudah ditemukan. Unit-unit Datsun GO termasuk mobil yang masih muda di pasar mobil bekas. Harganya pun tergolong murah banget, bahkan lebih murah dibanding LCGC lainnya. 

Melihat kondisi itu, usia muda dan murah, Datsun GO semesteinya jadi primadona. Terlebih buat pembeli pertama dan  keluarga muda. Namun, kenyataannya tidak begitu. Di lapak mobil bekas, Datsun GO sepi peminat. Ditawarkan berkali-kali, diturunin harganya, tetap aja peminatnya nggak seganas Brio Satya, Agya, atau Ayla.

Padahal kalau cuma bicara soal biaya kepemilikan, Datsun GO ini masih masuk akal. Bagaimana tidak, pajaknya murah dan konsumsi BBM-nya irit lagi. Bukankah itu dua hal kombinasi yang menarik? 

Saya tidak paham keinginan pasar sampai akhirnya saya sendiri yang duduk di dalamnya. Bukan cuma sekali, tapi beberapa kali, baik sebagai pengemudi maupun penumpang. Dari situ, pelan-pelan, rasa heran saya berubah. Oh, ternyata ini alasannya.

Posisi duduk rendah nggak semua orang bisa tahan

Kesan pertama saat masuk ke Datsun GO bukan soal dashboard atau mesin. Tapi, posisi duduk. Entah kenapa, mobil ini memberi sensasi duduk yang rendah banget. Bukan rendah ala-ala mobil sport apalagi memper super car lho ya, tapi lebih ke arah mendelep. Baik di kursi depan maupun belakang, badan terasa lebih turun dari biasanya.

Sebagai pengemudi, efeknya langsung terasa ke visibilitas. Pandangan ke depan jadi kurang bebas. Kap mesin nyaris nggak kelihatan untuk ukuran saya, dan sudut pandang ke sekitar terasa sempit. Buat sebagian orang mungkin ini nggak masalah, apalagi yang sudah terbiasa dengan city car kecil. Akan tetapi, buat yang pindahan dari sedan lama, MPV, atau bahkan LCGC lain, adaptasinya tidaklah instan. 

Rasa rendah ini juga bikin cepat capek. Aneh memang, tapi posisi duduk yang terlalu turun bikin paha dan punggung bawah cepat pegal. Setir memang pas digenggam tapi tetap saja posisi duduknya nggak pernah terasa benar-benar pas. Sebagai penumpang pun sama. Duduk di belakang, lutut nggak mentok, tapi sensasi duduknya tetap “jatuh”.

Lagi-lagi ini bukan soal ukuran badan. Beberapa orang dengan tinggi berbeda merasakan hal yang mirip. Dan, mungkin di sinilah Datsun GO mulai kehilangan poin besar. Mobil harian itu soal rasa nyaman jangka panjang. Kalau dari awal duduk saja sudah bikin badan merasa aneh, wajar kalau orang langsung mundur alon-alon.

Baca Juga:

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

Baca juga Datsun Go OTW Mobil Langka, Layak Dikoleksi Nggak?

Mesin 3 silinder yang irit, tapi getar dan kurang greget

Datsun GO pakai mesin 1.2 liter tiga silinder. Secara coretan di atas kertas, mesin ini dibuat untuk efisiensi. Irit, simpel, biaya perawatan murah. Dan memang, soal konsumsi BBM, mobil ini nggak rewel. Mau dipakai dalam kota santai, angkanya masih bersahabat.

Masalahnya bukan di irit atau tidaknya, tapi di feel-nya. Getaran mesin tiga silinder itu terasa banget, terutama saat idle dan kecepatan rendah. Dan, karena peredaman kabin yang minim, sensasi itu naik ke jok, setir, sampai ke kaki.

Tenaganya pun biasa saja. Kayak greget kenapa kurang satset. Tarikan awal cukup untuk harian, tapi jangan berharap akselerasi spontan. Saat diajak nyalip atau masuk jalan menanjak, mesin harus dipaksa sedikit lebih keras. Di titik ini, suara mesin mulai masuk kabin.

Kalau ini mobil cuma dipakai sebentar, mungkin nggak terasa. Tapi, untuk pemakaian rutin, pulang-pergi kerja, macet, stop and go, getaran kecil yang terus-menerus itu lama-lama mengganggu.

Dan dibandingkan kompetitor LCGC lain yang sudah lebih halus, Datsun GO jadi terasa satu langkah tertinggal.

Baca juga Datsun Go, Mobil Mungil Bernuansa Angkot.

Interior Datsun GO terkesan murah dan kurang meyakinkan

Masuk ke dalam kabin, kesan murah sebenarnya sudah bisa ditebak. Ya gimana, ini LCGC. Tapi yang bikin Datsun GO berbeda bahkan dibanding Brio yang pakai plat kanopi adalah rasa “kurang solid”-nya. Dashboard terasa tipis, panel pintu ringan, dan saat ditekan, ada bunyi plastik yang kurang kokoh.

Desainnya sebenarnya sederhana dan fungsional. Speedometer di tengah, layout dashboard minimalis, tombol-tombol mudah dijangkau. Tapi, lagi-lagi, ini soal feeling. Saat mobil berjalan di jalan jelek, bunyi-bunyi kecil mulai muncul, cukup mengganggu ketenangan.

Panel doortrim juga terasa seadanya. Pegangan pintu terasa ringan, armrest tipis, dan tidak ada kesan mobil. Ini mungkin terdengar subjektif, tapi dalam dunia mobil bekas, persepsi seperti ini sangat menentukan. Orang beli mobil bukan cuma soal harga tapi juga rasa aman dan percaya diri.

Ditambah lagi dengan citra merek Datsun yang sudah berhenti beroperasi. Walaupun secara teknis masih satu payung dengan Nissan, tetap saja banyak calon pembeli yang ragu. Takut soal suku cadang, takut nilai jual makin jatuh, takut mobilnya terasa “anak tiri”. Padahal secara realita, sparepart masih ada dan mesin ini bukan mesin langka.

Di titik ini Datsun GO masih kalah telak karena dia si LCGC yang terasa terlalu banyak menuntut kompromi.

Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Datsun Go Panca 2015 Adalah Mobil LCGC Pilihan Keluarga Indonesia di Masanya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: datsundatsun goLCGCCmobil bekasmobil lcgc
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan yang Murah

3 Rekomendasi Mobil Bekas dengan Biaya Perawatan yang Murah

22 Maret 2022

Di Jajaran Mobil Bekas, Kia Picanto Sebenarnya Lebih Mending daripada Suzuki Karimun yang Banyak Dipuja-puja Orang

8 April 2026
Ragam Mobil yang Dijual Kemahalan di Indonesia Terminal Mojok

Ragam Mobil yang Dijual Terlalu Mahal di Indonesia

25 Agustus 2022
5 Rekomendasi Mobil Murah Bekas buat Kamu yang Sadar kalau Gengsi Nggak Bisa Dimakan mobil bekas

Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Sebaiknya Nggak Dibeli Pemula

12 September 2025
4 Merek Mobil yang Nggak Cocok Jadi Taksi Online, Penumpang Jadi Pegal-pegal Sepanjang Perjalanan Mojok.co

4 Merek Mobil yang Nggak Cocok Jadi Taksi Online, Penumpang Jadi Pegal-pegal Sepanjang Perjalanan

18 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan Mojok.co

4 hal yang tidak saya sangka bisa dilakukan driver ojek online selain mengantar penumpang dan makanan

1 Agustus 2026
Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang banjir di semarang

Banjir di Semarang selama ini tak hanya perkara alam, tapi justru gara-gara ulah warganya sendiri,

27 Juli 2026
Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.