Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Daihatsu Gran Max Face to Face yang Tak Terlihat Pesonanya tapi Manfaatnya Luar Biasa

Christian Evan Chandra oleh Christian Evan Chandra
13 Mei 2020
A A
Daihatsu Gran Max Face to Face yang Tak Terlihat Pesonanya tapi Manfaatnya Luar Biasa
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum pandemi corona melanda, saya pernah menumpang mobil Daihatsu Gran Max ketika memesan layanan taxol (baca : taksi online), tepatnya pertengahan tahun lalu. Lah, Gran Max bukannya pickup? Ini versi minibus-nya yang kursi belakangnya face-to-face, Bro dan Sis. Saya dan Anda pasti bingung mengapa ada driver yang memilih mobil seperti ini di keadaan normal, tetapi mungkin sekarang memahaminya. Saya pun baru terpikir setelah hampir setahun dan untuk itulah saya bagikan cerita saya kepada Anda.

Harga van Gran Max ini tidak murah, bahkan lebih mahal dari adiknya Daihatsu Sigra dengan varian yang sudah cukup lumayan. Selisihnya sekitar Rp20 juta, sudah bisa saya belikan motor matic baru. Soal kenyamanan, Sigra tidak kalah meski memang lebih pendek. Konsumsi bensin? Seharusnya Sigra menang pula, karena kapasitas mesin lebih kecil.

Gran Max ini punya banyak kekurangan. Tak seperti Honda Freed, Nissan Evalia, atau Toyota Sienta, tidak ada varian Gran Max yang menawarkan pintu geser elektrik. Membukanya membutuhkan tenaga yang cukup besar karena pintu cukup berat. Demikian pula dengan menutupnya, sulit membuatnya rapat dalam sekali percobaan. Selain di gang sempit yang mengurangi risiko ruang sempit dan pintu menjadi baret, pintu geser Gran Max sama sekali tak mewah dan membuat kesal.

Entah memang karakter mobilnya atau sang driver kurang merawatnya, Gran Max ini terasa seperti anak mami yang kurang mampu bertarung. Pencetak tenaganya berkapasitas 1300cc dan dipadukan dengan transmisi manual 5-percepatan. Tuas gigi terletak di sebelah kanan konsol tengah dan rem tangan di lantai mobil, sama seperti Daihatsu Sigra. Sayang, kinerjanya ngos-ngosan dengan putaran mesin yang tinggi dan mesin berdengung meskipun hanya di kecepatan 40 km/jam dengan gigi lima pula.

Bagaimana jika berada di jalan tol yang sepi? Bagaimana harus memenuhi ketentuan batas minimum speed limit tanpa membuat telinga penumpang pengeng? Hal ini sama sekali bertolak belakang dengan Sigra 1.2 manual yang bisa melaju tanpa kendala hingga 100 km/jam, apalagi Avanza 1.3 manual dengan raihan 120 km/jam.

Bodi mobil yang luas dan tinggi membuat kaki Anda nyaman berselonjor tanpa perlu tertekuk di baris manapun. Kepala pun tidak akan terpentok sekalipun postur tubuh Anda tinggi karena kabinnya lebih tinggi dari Avanza, apalagi Sigra. Posisi rem tangan yang terletak dekat dengan kursi pengemudi, bukan di tengah seperti biasanya, memberikan ruang untuk meletakkan kotak tisu dan beberapa botol air mineral.

Kursi baris kedua memang lebar dan bisa memuat tiga orang dewasa tanpa kendala. Akan tetapi, tidak ada headrest untuk menyandarkan kepala, tidak bisa merebahkan ke belakang, bahkan fitur keselamatan berupa safety belt saja tak ada. Dudukan kursinya pun sangat tipis dan keras, demikian pula dengan sandaran keras yang ketebalannya berbeda antara kiri dan kanan. Konstruksinya kurang kokoh, berbunyi dan bergoyang sepanjang perjalanan, ngik-ngik.

Kursi baris ketiga lebih menyedihkan lagi. Pada varian face-to-face yang saya naiki, maksimal empat orang penumpang saling berhadapan layaknya di angkot. Dudukannya tipis nan kecil untuk segala ukuran bokong individu dewasa dengan sandaran yang juga tipis, lagi-lagi tak ada safety belt. Kesimpulannya, kabin memang luas tetapi tak serta merta membuat Anda nyaman.

Baca Juga:

Kursi Baris Ketiga Avanza dan Xenia Adalah Simulasi Siksa Kubur Versi Lite: Lutut Ketemu Dagu, AC Hawa Neraka, dan Ujian Kesabaran Bagi Menantu yang Belum Mapan

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

Tidak seperti Avanza-Xenia atau Sigra-Calya yang memiliki varian dengan AC double blower, minibus Gran Max 1.3 ini hanya memiliki AC single blower. Menghidupkannya dengan kecepatan kipas tingkat dua sudah cukup membuat kabin dingin hingga baris belakang.

Hiburan pun seadanya, hanya berupa head unit single DIN untuk menikmati FM radio yang juga bisa memutar CD. Tak ada colokan USB, begitu juga dukungan Bluetooth, kalah dengan Sigra. Di sisi pintu baris kedua, baik kiri maupun kanan, tidak ada ruang untuk menyimpan botol minuman. Sampai di sini, kesimpulannya sudah jelas, mobil ini benar-benar seadanya dan bukan primadona di keadaan normal.

Sudah mahal, tak nyaman pula, mengapa harus mobil ini yang dipilih? Dipakai pamer, tidak bisa juga, yang ada bisa-bisa diumpat karena membawa mobil pribadi serasa angkot. Ada satu sisi positif yang bisa dirasakan dalam kondisi apa pun, yaitu dia bisa dikonversi kapan saja menjadi van pengangkut barang.

Jika kursi tengah dan belakangnya dilipat, bisa memuat banyak barang sehingga cocok untuk mereka yang menggunakan taxol sebagai sarana pindah kontrakan atau kamar kos. Beberapa barang perlu dibongkar terlebih dulu menjadi komponennya jika dibawa dengan Avanza atau Xenia, itu pun perlu dua kali perjalanan. Dengan Gran Max, bisa langsung masuk tanpa perlu dirakit ulang dan mungkin muat sekali jalan. Maklum, cari pickup atau mobil boks itu lebih sulit dan mahal.

Ide positif lain muncul dari pandemi virus corona, yaitu bagaimana cara melakukan penjarakan fisik. Penyebaran virus ini tak main-main dan untuk itulah kita disarankan menjaga jarak minimal satu meter dengan individu lain. Sekarang, jika kita harus menjemput keluarga yang pulang dari tanah perantauan dengan tingkat kasus corona yang lebih tinggi, apalagi jika mereka berstatus ODP atau PDP, bagaimana kita melindungi diri sendiri?

Pintu belakang mobil ini dibuka ke samping, alih-alih ke atas. Penumpang bisa masuk ke dalam mobil dengan membuka pintunya sendiri. Saya tidak bisa memastikan apakah mereka bisa membuka pintu dari dalam, tetapi jarak yang terjaga antara pengemudi di kabin depan dan penumpang di kabin belakang sudah lebih jauh.

Ketika ada anggota keluarga yang sakit, kursi tengah dan belakang dapat dilipat. Lantai mobil dibersihkan dulu untuk bisa diletakkan matras kecil sebagai tempat berbaring apabila sulit untuk mendapatkan mobil ambulans. Sesampainya di fasilitas kesehatan, tenaga medis bisa langsung membuka pintu belakang dan mengeluarkan pasien lebih mudah.

Gran Max bukan mobil yang nyaman jika digunakan sehari-hari untuk keluarga, juga bukan mobil yang nyaman untuk taxol. Akan tetapi, untuk usaha antarjemput anak sekolah, mobil yang siap dikonversi jadi van pengangkut barang pindahan, penjemput orang dalam risiko penyakit menular, sampai pengantar darurat orang sakit ketika tak ada ambulans, Gran Max bisa menjalankannya lebih baik dibandingkan minibus lain di pasaran. Membeli mobil ini perlu dipertimbangkan masak-masak. Dia adalah all-rounder, tetapi bukan yang terbaik jika hanya dilihat satu atau dua aspek saja.

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Datsun Go OTW Mobil Langka, Layak Dikoleksi Nggak? dan tulisan Christian Evan Chandra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2020 oleh

Tags: DaihatsuGran-Maxpandemi corona
Christian Evan Chandra

Christian Evan Chandra

Narablog di akhir pekan ketika tidak bekerja. Memperhatikan dan menulis berbagai hal, mulai dari pariwisata, teknologi, sampai otomotif.

ArtikelTerkait

Daihatsu Charade G11, Mobil Tua yang Cocok buat Pemula

Daihatsu Charade G11, Mobil Tua yang Cocok buat Pemula

4 Juni 2024
Quarantine Tales, Film Omnibus Lokal yang Merefleksikan Pandemi terminal mojok.co

‘Quarantine Tales’, Film Omnibus Lokal yang Merefleksikan Pandemi

30 Desember 2020
Ilustrasi Daihatsu Xenia “Menjiplak” Kegantengan Mitsubishi Xpander (Unsplash)

Kontroversi “yang Terprediksi” ketika Mitsubishi Xpander Dijiplak All New Daihatsu Xenia

3 Januari 2024
Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi terminal mojok.co

Pernikahan Saat Pandemi Mengatasi Malu dan Gengsi

18 November 2020
Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan terminal mojok

Pandemi Berkepanjangan Bikin Penderita Maskne seperti Saya Kewalahan

8 April 2021
Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

MasyaAllah, Negara Mana Coba yang Pemerintah dan Rakyatnya Qanaah Kayak Kita?

19 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Kelebihan dan Kekurangan Cicilan Emas yang Harus Kamu Ketahui sebelum Berinvestasi

Dilema Investasi Emas Bikin Maju Mundur: Kalau Beli, Takut Harganya Turun, kalau Nggak Beli, Nanti Makin Naik

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.