Di tengah dunia otomotif yang makin canggih, saya kembali melirik Daihatsu Ceria. Mobil mungil yang desainnya nggak futuristik ini berhasil memikat hati saya. Bentuknya yang kotak dan ukurannya yang mungil sangat pas mengaspal di jalanan kota yang padat.
Saya bisa membayangkan betapa santainya membawa mobil ini ke pasar, ke tempat kerja, atau sekadar muter-muter cari kopi. Nggak ada rasa waswas soal bodi kepanjangan atau sudut depan-belakang nyenggol gapura gang. Jalan di perkotaan terasa mudah kalau mengendarai Daihatsu Ceria.
Daihatsu Ceria sederhana, tapi fungsional
Kabin mobil ini sederhana saja. Tidak ada layar sentuh mahal atau fitur-fitur canggih lain. Dashboard yang simpel, tombol besar dan jelas menyambut saya ketika pertama kali masuk. Joknya memang tipis, tapi untuk mobil keluaran 2000-an masih wajarlah. Posisi duduknya juga nggak aneh. Saya bisa duduk dengan cukup tegak, pandangan ke depan lega, dan setirnya enteng meski belum power steering.
Soal dapur pacu atau mesin, Daihatsu Ceria dibekali mesin 850 cc karburator. Angka yang tidak mengesankan memang, tapi bakal irit bahan bakar. Pengemudinya tidak perlu ragu untuk beli Pertamax dan bisa meninggalkan kebiasaan antre di Pertalite. Buat saya yang realistis soal biaya hidup, ini penting. Saya nggak mau punya mobil yang tiap isi bensin rasanya seperti bayar cicilan tambahan.
Mesin kecilnya juga cocok buat stop-and-go, tanjakan ringan, dan lalu lintas harian. Hal lain yang akan membuat pemilik Daihatsu Ceria tenang tak lain, tak bukan adalah mesin Ceria ini terkenal bandel selama dirawat dengan benar. Nggak ribet sensor, nggak rewel Electronic Control Unit (ECU). Kalau ada masalah, mekanik bengkel manapun masih paham. Dan, buat saya, itu nilai plus besar.
Keunggulan lain yang tidak bisa disepelekan
Di pasar mobil bekas, harga Daihatsu Ceria relatif terjangkau yakni sekitar Rp30 juta, bisa kurang bisa lebih tergantung kondisi dan tahun. Dengan budget yang tidak besar, saya sudah bisa punya mobil yang legal, fungsional, dan tidak memalukan seperti PCX Gredeg.
Mungkin banyak dari kalian berpikir perawatan mobil lama ini akan rumit. Tapi, percayalah, Daihatsu Ceria nggak seburuk bayangan. Banyak komponen mesin yang masih satu keluarga dengan Daihatsu lain. Artinya, mudah dicari dan murah. Kalau rusak, nggak perlu nunggu inden berminggu-minggu. Kalau servis, nggak perlu bengkel spesialis mahal. Ini mobil yang memang diciptakan untuk orang-orang yang ingin hidup praktis.
Dan, yang penting, depresiasinya sudah mentok. Artinya, kalau suatu hari saya ingin menjualnya lagi, nilainya tidak akan jatuh jauh. Ini mobil yang aman secara finansial.
Di dunia ini tidak ada yang sempurna, begitu pula dengan mobil, begitu pula dengan Daihatsu Ceria. Kendati bisa membuat pengemudinya benar-benar kembali ceria, ada kekurangan yang perlu diterima dengan lapang dada.
Jangan berharap akselerasi galak khas Mustang, tenaga kendaraan ini biasa saja. Fitur keselamatan juga minim, sesuai zamannya. Kabin terasa sempit kalau diisi penuh. Suspensi standar, terasa keras di jalan rusak.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















