Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Fesyen

Dad Shoes, Jenis Sepatu yang Cocok Buat Orang Gemuk

M. Guntur Rahardjo oleh M. Guntur Rahardjo
4 Juni 2023
A A
Dad Shoes, Jenis Sepatu yang Cocok Buat Orang Gemuk (Unsplash)

Dad Shoes, Jenis Sepatu yang Cocok Buat Orang Gemuk (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ini saya sedang asik-asiknya mengikuti tren sepatu. Brand yang saya ikuti perkembangannya adalah Skechers, New Balance, dan Nike. Akun sosial media Urban Sneaker Society menjadi andalan. Setelah beberapa kali membaca dan mencari, ada sebuah model sepatu yang buat saya cocok banget. Baik secara desain dan kenyamanan, sepatu tersebut disebut dad shoes. 

Asal mula dad shoes

Kalau boleh menerjemahkannya secara asal-asalan, dad shoes artinya sepatu ayah atau sepatu yang vibe-nya bapak-bapak banget. Sejauh ini saya masih belum menemukan asal penyebutan dad shoes. 

Satu hal yang pasti, dad shoes ini sudah ada sejak era 80-an. Sepatu jenis ini juga kerap disebut dengan chunky shoes. Hal ini karena tipikalnya adalah menggunakan sol besar yang tebal, gemuk, volume sepatu yang besar, dan mirip-mirip dengan sepatu olahraga. Memang mulanya sepatu ini diciptakan untuk olahraga. Namun, saat ini menjadi tren sepatu kasual.

Desainnya nggak pasaran

Harap kalian tahu, sepatu kanvas itu adalah sepatu sejuta umat, khususnya di kalangan mahasiswa. Gaya dan bentuk sepatu jenis ini juga mudah banget buat ditemuin. 

Pernah saat itu ketika rapat saya melihat hampir 80% menggunakan sepatu kanvas. Yang memakai dad shoes dikit banget dan tentu saja menjadi perhatian mata. Memang, setiap seri memiliki gaya yang berbeda-beda tergantung brand. Ambil contoh New Balance yang vintage retro, Skechers dan Nike yang ala-ala sepatu olahraga, atau Adidas yang bulky dan gemuk.

Kesan gede yang asik

Dad shoes dengan sol yang tebal dan volume gede memberikan pesona sendiri. Khususnya dalam urusan kekerenan. Semakin besar sepatunya, semakin ter-highlight pula sepatunya. Lebih lagi kalau warna sepatunya bermacam-macam. Dijamin semua mata akan tertuju ke sepatu. Selain itu, sol yang tebal juga sedikit menambah postur badan menjadi lebih tinggi. Yah walaupun cuma beberapa senti, tapi lumayan.

Bisa buat olahraga

Seperti yang disebutkan, ada beberapa dad shoes yang multifungsi. Buat olahraga bisa, buat kasual juga bisa. Ambil contoh Nike Air Monarch atau New Balance 530. Jadi nggak perlu ganti-ganti sepatu kalau mau jalan sekalian jogging tipis-tipis.

Cocok untuk orang gemuk

Entah kenapa setelah menggunakan sepatu lain saya merasa tidak cocok. Mungkin karena badan yang gemuk, sepatu selain dad shoes membuat sepatunya terlihat kecil. Jadi, sepatu jenis ini adalah rekomendasi yang bagus untuk kamu yang berbadan gemuk.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Brand sepatu semakin masif dalam memproduksi sepatu jenis ini, termasuk brand lokal. Misalnya Compass dengan seri Velocity, Aerostreet dengan seri Osaka, Declan dengan seri Glock, Unerd seri 219, dan Larocking. Meskipun dad shoes yang saya miliki baru sedikit, semoga brand sepatu yang membaca ini tertarik untuk meng-endorse. Bismillah New Balance 237 dan Nike Air Force One. Salam sepatu.

Penulis: M. Guntur Rahardjo

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Battle Sneakers: Mending yang Terbuat dari Kulit Sintetis Atau Kanvas?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2023 oleh

Tags: Aerostreet OsakaCompass Velocitydad shoesDeclan GlockLarockingNew Balance 237Nike Air Force OneUnerd seri 219
M. Guntur Rahardjo

M. Guntur Rahardjo

Mahasiswa pendidikan yang memiliki cita-cita mencapai kemandirian dan kesejahteraan hidup.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Weleri Kendal Baik-baik Saja Tanpa Mie Gacoan, Waralaba Ini Lebih Baik Incar Daerah Lain Mojok.co

Membayangkan Kendal Maju dan Punya Mall Itu Sulit, sebab Mie Gacoan Aja Baru Ada Setahun

31 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”
  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.