Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
4 Mei 2023
A A
Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak semua anak memiliki waktu yang luwes untuk merawat orang tua. Bukan karena tidak mau, melainkan ada tanggung jawab lain yang harus dilakukan. Hal tersebut juga dialami oleh salah satu saudara saya. Sebut saja Mamat. Orang tua Mamat sudah cukup renta. Dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, mandi, buang air besar, pipis, bahkan untuk jalan, orang tua Mamat perlu pendamping dan ada orang yang membantu.

Sebagai bentuk balas budi kepada orang tua, tentu saja Mamat ingin membantu sekaligus mendampingi orang tua. Namun, hal tersebut sulit dia lakukan karena harus bekerja. Kalaupun bisa mengecek kondisi orang tua, paling-paling ketika akhir pekan, saat Mamat libur bekerja. Lantaran kondisi orang tua yang sudah kurang mumpuni untuk beraktivitas secara mandiri dan di waktu bersamaan Mamat ingin orang tuanya tetap sehat sekaligus dalam pengawasan yang baik, akhirnya Mamat mempekerjakan seorang caregiver.

Lebaran kemarin adalah momen di mana saya, Mamat, dan caregiver yang dimaksud bertemu, tepatnya saat kumpul keluarga. Dari obrolan basa-basi dan ngalor-ngidul, akhirnya saya tertarik untuk melanjutkan obrolan ke topik yang sedikit lebih serius, mengenai profesi seorang caregiver.

Suka duka caregiver

Caregiver penjaga orang tua Mamat, sebut saja Yanto, sudah bekerja selama dua tahun menjadi seorang caregiver. Usianya saat ini adalah 21 tahun. Ya, setelah lulus sekolah, ia memilih untuk langsung bekerja. Dari beberapa pilihan yang ada, akhirnya Yanto memilih bekerja sebagai caregiver. Tentu saja, hal ini bukan sesuatu yang mudah bagi Yanto yang baru terjun ke dunia kerja.

Mulanya, Yanto bekerja sebagai caregiver di bawah naungan yayasan penyalur selama 1 tahun 6 bulan. Selama periode tersebut, ada banyak suka duka yang Yanto alami. Mulai dari penerimaan upah sampai pemotongan upah yang kurang transparan dari yayasan penyalur, pelecehan sekaligus perilaku kurang menyenangkan dari klien tapi di satu sisi tetap harus menjaga agar tetap dalam kondisi yang baik, sampai harus jauh dari keluarga. Lantaran bekerja sebagai seorang caregiver dan melalui yayasan penyalur, artinya Yanto harus siap untuk ditugaskan di mana saja.

Hanya dikontrak sesuai kebutuhan klien

Sejauh ini, Yanto sudah bekerja untuk menjaga pasien/klien yang menderita alzheimer sebanyak dua kali. Tiga lainnya orang tua yang butuh pendampingan intens agar dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara normal. Bekerja sebagai seorang caregiver memang hanya akan dikontrak sesuai dengan kebutuhan klien dengan gaji per bulan antara Rp2,5 juta-Rp3,5 juta. Kalau lebih dari itu, biasanya didapat dari klien yang baik hati dalam memberi uang jajan tambahan.

Dari awal bekerja sampai sekarang, lokasi kerja Yanto selalu bertempat di sekitaran Jakarta. Padahal kampung halaman Yanto sendiri ada di Lumajang.

Selama 6 bulan terakhir, Yanto tidak lagi bekerja di bawah naungan yayasan. Sebab, baginya ada beberapa hal yang bikin dia kurang sreg. Mulai dari pemotongan gaji yang kurang transparan, penahanan ijazah yang kurang begitu jelas regulasinya, dan kurang kooperatif jika ada kesulitan sekaligus aduan terkait tindak pelecehan dan kekerasan terhadapnya. Seakan yang dijadikan prioritas utama hanya klien, klien, dan klien.

Baca Juga:

Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin: Sosok Lansia Produktif dan Berdaya yang Patut Kita Tiru

Kereta Prameks Nggak Ramah untuk Lansia, Harus Jalan Sangat Jauh dan Penumpangnya Masih Kurang Kesadaran!

Belum lagi jika Yanto diminta mengerjakan hal selain tanggung jawabnya. Seperti menyapu, mencuci piring, mencuci baju, dan pekerjaan rumah lainnya. “Bukannya gimana-gimana, Pak. Tugas utama saya kan jadi caregiver. Perawat gitu. Kok diminta ngurusi pekerjaan rumah juga? Di kontrak pun nggak ada, lho, Pak,” begitu kata Yanto saat menjelaskan salah satu keresahannya sebagai caregiver.

Belajar banyak hal 

Akhirnya Yanto berusaha untuk menjadi seorang caregiver tanpa bantuan yayasan penyalur dan menunggu peruntungan dari relasi atau kliennya terdahulu yang dirasa cocok dan aman-aman saja dalam bekerja. Sebab, untuk menjadi seorang caregiver, mau tidak mau, suka tidak suka, Yanto harus bekerja di rumah klien. Datang ke keluarga, ruang lingkup, dan lingkungan yang baru. Dia wajib beradaptasi, menjaga sikap, dan menyesuaikan aturan di rumah kliennya tersebut.

Selama menjadi seorang caregiver, Yanto pun belajar banyak hal. Utamanya dalam mengurus orang tua. Ada yang anak dan/atau keluarganya sangat cuek dan tidak mau sama sekali turun-tangan jika orang tuanya kesulitan. Ada juga yang sangat peduli, namun tidak punya cukup waktu untuk berbakti. Sehingga saat ada waktu luang, anak dan/atau keluarga ikut membantu Yanto dalam merawat orang tuanya.

Saat ditanya, kira-kira berapa lama Yanto akan bertahan di profesi ini, dia punya dua opsi. Pertama, selama kliennya baik, bikin betah, dan Yanto merasa nyaman bekerja dengan klien tersebut, ia akan bertahan sampai tidak dibutukan lagi. Kedua, kalaupun tidak lagi bekerja sebagai caregiver, ia akan tetap mencari pekerjaan di area Jakarta. Sebab, perbedaan upah antara Jakarta dengan Lumajang sangat timpang.

“Hitung-hitung, gaji di Jakarta lumayan banget, Pak. Buat nabung, buat beli ini-itu, sama saya juga ada rencana lanjut kuliah pakai duit sendiri kalau ada rezeki lebih,” kata Yanto.

Penulis: Seto Wicaksono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Wawancara dengan Asisten Bidan tentang Pengalaman Mereka Melayani Pasien.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Mei 2023 oleh

Tags: caregiverlansiaOrang Tuapengasuh
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

anak muda jawa nasihat jawa ora ilok duduk di pintu mojok

Jangan Buat Anak Penasaran dengan Kata ‘Ora Ilok’

13 Mei 2020
Anak Muda yang Mau Pensiun Bahagia Harus Belajar dari Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin

Anak Muda yang Mau Pensiun Bahagia Harus Belajar dari Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin

12 Juli 2024
program kb sudah pakai kb tapi tetap hamil kebobolan anak banyak mojok.co

Yang Suka Nge-judge Pasangan Punya Anak Banyak = Nggak KB, Tolong Mulutnya Dijaga

12 Juli 2020
6 Pengalaman Saya Jadi Anak Karyawan Indofood Selama 26 Tahun Terminal Mojok.co

6 Pengalaman Saya 26 Tahun Jadi Anak Karyawan Indofood

25 Februari 2022
Alasan Orang Tua Tidak Memasukkan UT sebagai Pilihan Kampus Anaknya

3 Ciri Orang Tua yang Nggak akan Dihormati Anak Muda

7 September 2021
Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau! terminal mojok

Stop Glorifikasi Kemampuan Anak Naik Motor. Nggak Ada Keren-kerennya Tau!

19 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Wikimedia Commons)

4 Ciri Nasi Uduk Redflag yang Bikin Kecewa dan Nggak Nafsu Makan

11 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.