Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Cotton Bud, Kamu Jahat tapi Enak

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
16 September 2021
A A
Cotton Bud Nggak Dianjurkan, tapi Kami Telanjur Cinta terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam sebuah lagu lawasnya, Rhoma Irama pernah mempertanyakan, mengapa semua yang enak-enak itu dilarang. Bagi para dangdut mania atau terpaksa dangdut gara-gara tetangga tiap hari konser, pasti ngeh kalau yang dimaksud “enak tapi dilarang” oleh Bang Haji adalah minuman keras dan narkotika. Konon, kata yang sudah pernah mencoba, minuman keras dan narkotika itu memang enak. Bikin candu pula. Tapi, karena bisa membawa dampak buruk, makanya dilarang. Miriplah seperti nasib cotton bud.

Lha, kok?

Kalian pasti pernah, kan, membersihkan telinga menggunakan cotton bud? Sekarang sa tanya, gimana rasanya? Enak, kan? Geli-geli gimana gitu. Apalagi kadang efek “setrum”-nya bisa sampai ke ubun-ubun. Membuat kita sering tergoda ketika tanpa sengaja melihat ada cotton bud tergeletak. Pengin buru-buru dicomot dan dimasukkan ke telinga. Pun ketika persedian di rumah habis, wah, bisa auto uring-uringan. Langsung colok kunci motor, meluncur cari cotton bud di warung terdekat. Nah, lho! Candu juga, kan?

Dilansir dari hellosehat.com, kita nggak seharusnya memasukkan benda apa pun, termasuk cotton bud ke dalam telinga untuk membersihkan kotoran dan debu. Pasalnya, meski sebagian residu kotoran di telinga akan menempel di cotton bud, pada saat yang bersamaan, kotoran dalam telinga juga akan terdorong masuk. Akibatnya, kotoran akan semakin terpadatkan jauh ke dalam. Hal tersebut nantinya bisa menimbulkan rasa sakit, tekanan, gangguan pendengaran, sampai berisiko menusuk gendang telinga. Ngeri memang. Apalagi kalau ingat kepala kapas ini bisa saja tertinggal di dalam telinga saat menjalankan tugasnya. Hiii.

Sialnya, memasukkan cotton bud ke dalam telinga lalu memelintirnya pelan-pelan memang senikmat itu. Coba saja bayangkan kalau telingamu sedang gatal. Betah, nggak? Betah, nggak? Nggak, kan? Penginnya cepat-cepat ambil cotton bud, lalu memasukkan ujung kepalanya pelan-pelan ke dalam telinga, dan dipelintir dengan lembut berlawanan dengan arah jarum jam. Iya, berlawanan arah, ya, Mylov. Rasanya bakal lebih enak daripada dipelintir searah jarum jam. Coba saja kalau nggak percaya. Sensasi yang ditimbulkan akibat pergesekkan antara lembutnya kapas dengan rongga dinding dalam telinga bakal sukses membuat mata merem melek. Amboi, nikmatnya.

Kenikmatan saat berburu kotoran telinga menggunakan cotton bud inilah yang nggak kita dapat saat berkunjung ke dokter spesialis THT. Yap. Para ahli kesehatan memang menyarankan agar kegiatan membersihkan telinga ini sebaiknya dilakukan oleh dokter spesialis THT. Tapi, tahu sendiri dong biaya sekali periksa ke spesialis THT? Mihil, Cuy. Di tempat saya, membersihkan telinga ke dokter spesialis THT tarifnya seratus ribu per satu telinga. Beruntungnya, kita dikasih dua telinga oleh Tuhan. Jadi, cuma bayar 200 ribu saja. Bayangkan kalau punya lima telinga. Setengah juta, Bo~

Eh, tapi duit 200 ribu juga nggak bisa dibilang “cuma”, ding. Dengan duit segitu, kita bisa beli beras 20 kilo. Wah, jatah beras dua bulan untuk satu keluarga kecil itu! Nggak heran kalau banyak orang yang kemudian lebih memilih membersihkan telinga sendiri dengan cotton bud ketimbang harus pergi ke dokter spesialis THT, meski sudah tahu efek negatif yang ditimbulkan dari si kepala kapas ini.

Ah, saya jadi membayangkan. Andai biaya ke spesialis THT lebih ramah di kantong, mungkin upaya move on dari jatuh cinta yang sudah kadung jeru dengan si cotton bud ini bisa lebih mudah. Tapi, kapan ya hal itu bisa terjadi? Lebih tepatnya, mungkin nggak, ya?

Baca Juga:

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Promosi Kesehatan: Jurusan Underrated yang Dianggap Cuma Sales, padahal Garda Terdepan Kesehatan Rakyat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2021 oleh

Tags: cotton budKesehatanpembersih telinga
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

Saya Lebih Percaya Dokter Tirta daripada Influencer Kesehatan Lainnya, To The Point, dan Walk The Talk!

1 Mei 2025
kesehatan fisik dan mental

Kebiasaan yang Merusak Kesehatan Fisik dan Mental, Tapi Sering Dilakukan

19 September 2019
5 Tips Ampuh Mencintai Air Putih

5 Tips Ampuh Mencintai Air Putih

14 Januari 2023
fakultas kedokteran dokter apoteker diagnosis dadakan mojok

Kuba Adalah Jalan Keluar untuk Calon Mahasiswa yang Memimpikan Fakultas Kedokteran

11 Januari 2021
Manfaat Tak Terduga dari Cium Bau Kotoran Tubuh Sendiri bagi Kesehatan Tubuh terminal mojok.co

Manfaat Tak Terduga dari Cium Bau Kotoran Tubuh Sendiri bagi Kesehatan Tubuh

3 Maret 2021
kecanduan game

Orang-Orang yang “Mati” Karena Kecanduan Game

25 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya Mojok.co

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

23 Februari 2026
4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Cocok Jadi Suguhan saat Lebaran Mojok.co

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

26 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli terminal

5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli

24 Februari 2026
Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang Mojok.co

Gen Z Ogah Naik Jabatan, Mending Jadi Pekerja Biasa Aja, tapi Punya Hidup Lebih Tenang

23 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.