Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara

Budi oleh Budi
18 Agustus 2025
A A
Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara

Niat Hati Beli Mobil Honda Civic Genio buat Nostalgia, Malah Berujung Sengsara (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Niat hati beli mobil Honda Civic Genio bekas buat nostalgia, malah berakhir sengsara.

Sudah sering kita dengar cerita klasik tentang orang yang membeli motuba alias mobil tua bangka, lalu dengan penuh harap ingin menjelajahi kehidupan. Namun faktanya malah sebaliknya.

Seorang saya teman, sebut saja Ajis, baru-baru ini membeli Honda Civic Genio bekas. Dia mengira langkah ini adalah pilihan cerdas: tampil keren, hemat biaya, sekaligus bisa menjelajah daerah yang selama ini hanya bisa dia khayalkan. Katanya, dengan mobil Honda tersebut, dia bisa bernostalgia sambil tetap tampil stylish di jalanan.

Akan tetapi dunia tidak berjalan sesuai harapan. Setelah beberapa kali pemakaian, mimpi indah itu langsung runtuh. Mesin Civic Genio kepanasan, aki tekor karena alternator ambruk, dan kaki-kaki mulai berisik seperti pemain angklung yang sedang salah nada. Singkat kata: rungkad.

Ekspektasi: Civic Genio, mobil retro yang keren

Bagi banyak orang, Civic Genio bukan sekadar mobil. Ia adalah simbol masa lalu, khususnya bagi mereka yang tumbuh besar di era 90-an hingga awal 2000-an. Desainnya yang simpel, agak mungil untuk ukuran sedan, tapi tetap modern pada zamannya, membuat mobil Honda ini jadi primadona di kalangan anak muda.

Teman saya si Ajis termasuk salah satunya. Saat dia menemukan Civic Genio bekas di marketplace, dia langsung jatuh hati. Harga terjangkau, desainnya tidak lekang oleh waktu, dan katanya sparepart gampang dicari karena basis mesinnya mirip dengan sedan Honda lain yang lebih populer. Dia yakin, dengan sedikit polesan, Civic Genio akan jadi “mobil nostalgia” yang bisa bikin orang menoleh.

Di bayangan Ajis, dia akan melaju ke pantai, menyusuri jalan pedesaan, atau sekadar nongkrong di kafe dengan mobil keren ala JDM (Japan Domestic Market) yang “beda” dari yang lain. Sebuah kebanggaan tersendiri, karena tidak semua orang mau repot mengurus mobil tua.

Realitas: Bengkel jadi rumah kedua

Sayangnya, begitu Civic Genio dibawa pulang oleh teman saya, kenyataan lebih keras dari ekspektasi. Mesin overheat, entah karena radiator sudah uzur, selang sobek, atau sirkulasi air tidak lancar. Belum selesai urusan itu, aki tekor gara-gara alternator mobil modyar. Setiap kali dinyalakan, suara mesin lebih mirip dengungan pasien asma ketimbang sedan Jepang yang terkenal bandel.

Baca Juga:

Dominasi Motor Honda Akan Segera Berakhir, sebab Motor Keluaran Baru Yamaha Harus Diakui Lebih Berkualitas!

Honda Civic Genio: Tampan, Nyaman, Harga 30 Jutaan, tapi Menuntut Kesabaran

Kaki-kaki? Jangan tanya. Setiap melindas jalan berlubang, bunyinya seperti gamelan rusak. Ajis, teman saya, mulai sadar bahwa dia bukan lagi membeli “mobil nostalgia”, melainkan tiket VIP untuk langganan bengkel.

Saya hanya bisa tersenyum kecut melihatnya. Sebab, begitulah hukum beli mobil bekas. Harga murah di depan, tapi bisa jadi tabungan hilang di belakang.

Sedikit menengok sejarah Civic Genio

Sebelum terlalu jauh menyalahkan nasib, mari kita bicara sejarah mobil Honda ini. Honda Civic Genio pertama kali muncul di Indonesia sekitar tahun 1992. Mobil ini sejatinya adalah Honda Civic generasi kelima (dengan kode bodi EG), yang dipasarkan khusus di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Nama “Genio” dipilih agar terdengar lebih ramah di telinga pasar lokal. Pada dasarnya, Genio ini adalah Civic EG sedan, tapi dipoles agar sesuai dengan selera dan regulasi di sini. Mesinnya menggunakan seri D15B, 1.5 liter SOHC, yang terkenal cukup irit dan responsif pada masanya.

Mobil Honda ini juga menjadi salah satu ikon anak muda kota pada era 90-an. Desainnya sporty, interiornya modern, dan cukup nyaman dipakai sehari-hari. Tidak heran kalau sampai sekarang masih ada komunitas loyal yang merawat Genio sebagai “anak emas”.

Namun waktu tidak bisa ditipu. Civic Genio sekarang sudah berusia tiga dekade. Meski masih ada yang sehat, kebanyakan unit yang beredar di pasaran adalah veteran tempur yang sudah kenyang modifikasi, tabrakan, atau perawatan ala kadarnya. Jadi, membeli Civic Genio sekarang sebenarnya bukan soal beli mobil, tapi beli pekerjaan rumah jangka panjang.

Nostalgia bisa mahal harganya

Kasus teman saya ini jadi contoh nyata bahwa nostalgia itu tidak gratis. Dia mengira dengan membeli Civic Genio, dia akan menunggangi masa lalu yang indah. Nyatanya, dia justru harus bergulat dengan biaya servis yang menggunung.

Ironisnya, banyak orang jatuh ke lubang yang sama. Mobil tua dianggap murah dan keren, padahal biaya perawatan bisa jauh lebih mahal daripada membeli mobil LCGC baru. Belum lagi ketersediaan sparepart ori makin terbatas. Banyak pemilik akhirnya terpaksa pakai barang imitasi atau kanibal dari model lain. Hasilnya? Ya seperti teman saya: bengkel jadi rumah kedua.

Sebuah pelajaran, antara cinta dan logika

Saya pribadi tidak ingin menyalahkan siapa pun (jelas nggak punya hak juga). Membeli mobil tua seperti Civic Genio itu sah-sah saja, apalagi kalau memang diniatkan sebagai hobi. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil merestorasi mobil tua hingga mulus kembali. Namun masalahnya, banyak orang membeli karena “cinta buta” tanpa menghitung logika biaya.

Teman saya mungkin mengira Civic Genio akan mengantar dia ke pantai dengan penuh gaya. Faktanya, mobil Honda itu justru mengantarnya ke bengkel dengan penuh drama. Dan itulah risiko yang harus siap ditanggung siapa pun yang nekat membeli mobil tua dengan kondisi “as is”.

Cerita teman saya dengan Civic Genio bisa jadi bahan renungan bagi kita semua. Nostalgia memang menggoda, tapi jangan sampai membuat kita abai pada realita. Membeli Civic Genio, atau mobil klasik lain, seharusnya disertai dengan kesiapan mental, dompet, dan kesabaran ekstra.

Kalau tidak, bersiaplah rungkad lebih cepat dari yang dibayangkan. Karena pada akhirnya, Civic Genio itu memang mobil yang keren pada masanya, tapi sekarang ia lebih pantas jadi kenangan ketimbang kendaraan harian.

Dan teman saya si Ajis? Yah, sekarang dia sedang mempertimbangkan menjual mobil Honda miliknya itu. Ironisnya, iklan yang dia pasang di marketplace berbunyi: “Mobil klasik, siap pakai.” Saya hanya bisa tertawa dalam hati dan mbatin, “Siap pakai ke bengkel, mungkin.”

Penulis: Budi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Brio, Mobil Honda yang “Gagal”, tapi Pernah Menjadi Mimpi Buruk Toyota Avanza.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2025 oleh

Tags: civic geniohondahonda civic geniomobil bekasMobil Hondamobil tuamotuba
Budi

Budi

Seorang montir tinggal di Kudus yang juga menekuni dunia kepenulisan sejak 2019, khususnya esai dan fiksi. Paling suka nulis soal otomotif.

ArtikelTerkait

Honda Scoopy Adalah Motor Honda Paling Aneh, tapi Paling Laku (Unsplash)

Honda Scoopy, Motor Matik Paling Aneh yang Pernah Dibuat Honda tapi Paling Laku

19 Juli 2024
Suzuki GSX-R150, Motor Sport untuk Kalian yang Muak dengan Honda CBR dan Yamaha R15 suzuki hayate 125 motor suzuki shogun 110 suzuki access 125 motor suzuki

Beli Motor Suzuki di Masa Kini Masih Worth It Nggak, ya?  

7 Desember 2024
Yamaha XSR 155 Nakal dan Menguji Kesetiaan kepada Honda (Unsplash)

Godaan Yamaha XSR 155 yang Menjadi Primadona Anak Kalcer dan Simbol Gaya Hidup Baru di Tengah Penantian Neo-Retro dari Honda

11 September 2025
Vario Techno 125 Skutik Honda Paling Kuat (Unsplash)

Honda Vario Techno 125: Skutik Honda Paling Kuat yang Pernah Menerjang Laut

23 Agustus 2023
Honda HRV : Simbol Status Anak Muda Masa Kini yang Dihujat oleh Kaum Mendang-Mending. Overhated?

Honda HRV : Simbol Status Anak Muda Masa Kini yang Dihujat oleh Kaum Mendang-Mending. Overhated?

14 Mei 2025
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Apa Motor yang Paling Tidak Nyaman di Dunia dan Kenapa Jawabannya Honda ADV 160?

4 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Warung Gunung Semeru Lumajang Ikonik, tapi Nggak Cocok untuk Kalian yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 Januari 2026
Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet Mojok.co

Pengalaman Nonton Film di Bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan, Alternatif Menunggu Penerbangan Tanpa Menguras Dompet 

10 Januari 2026
Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

Anggapan Solo Serba Murah Mulai Terasa Seperti Dongeng, Gaji Tidak Ikut Jakarta tapi Gaya Hidup Perlahan Mengikuti

11 Januari 2026
Alasan Booth Nescafe di Kulon Progo Selalu Ramai, padahal Cuma Kecil dan Menunya Itu-Itu Saja Mojok.co

Alasan Booth Nescafe Bisa Jadi Primadona Ngopi Baru di Kulon Progo

6 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.