Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Meski Dunia Makin Gelap, Cinta Gus Dur Akan Selalu Menerangi Sudut Hati

M Yudha Iasa Ferrandy oleh M Yudha Iasa Ferrandy
16 Desember 2023
A A
Meski Dunia Makin Gelap, Cinta Gus Dur Akan Selalu Menerangi Sudut Hati

Meski Dunia Makin Gelap, Cinta Gus Dur Akan Selalu Menerangi Sudut Hati (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gus Dur jelas salah satu manusia yang takkan pernah bisa saya lupakan. Tidak ada alasan objektifnya. Yang jelas sampai saat ini, setiap kali Gus Dur terlintas, seolah-olah semua masalahku selesai.

Kapan persis mulainya aku tidak ingat. Tapi aku meyakini memang ada perasaan seperti itu. Seperti saat melihat Ibu. Walaupun pikiran sedang ditimpa banyak masalah, hanya sekadar melihat Ibu yang sedang rebahan saja cukup membuatku merasa santai lagi. Selama ibu ada, hidupku masih aman-aman saja. Nggak nyambung memang, tapi aku mengalaminya. Dari yang hanya melihat, muncul rasa seolah-olah semua masalah yang ada jadi selesai.

Yang bisa saya simpulkan, saya merasa aman karena Ibu adalah orang yang paling mencintaiku di dunia ini. Rasa cinta tersebut memancar ke sela-sela hati, menerangi sudut-sudut gelap yang selama ini tak terjamah ketenangan. Mungkin itulah yang bikin saya begitu tenang saat melihat atau mendengar nama Gus Dur. Beliau mencintai kita semua, dan cintanya terpancar di hatimu yang gelap.

Gus Dur bukan siapa-siapa

Mungkin ini terasa aneh. Gus Dur sebenarnya bukan siapa-siapa dalam hidup saya. Maksudnya, beliau bukan saudara saya, orang tua juga bukan. Bertemu pun, saya belum pernah. Meski saya hingga kini menyesali perkara ini.

Saya hanya tahu kalo beliau adalah ulama besar. Bergelar Gus walaupun sebenarnya sudah sejak dulu berkualitas Kyai, karena di Jawa orang baru bisa dibilang Kyai kalo sudah mimpin pondok pesantren. Sedangkan Gus Dur hanya pernah menjadi sekretaris Pondok, makanya terus dipanggil Gus.

Tentu saja saya tahu beliau pernah jadi Presiden. Walaupun dilengserkan dengan alasan politis, sampai sekarang tidak pernah ada persidangannya. Secara hukum tidak terbukti Gus Dur sudah melakukan kesalahan.

Tapi yang saya tahu, ia begitu dicintai. Cinta yang beliau pancarkan, memantul dengan begitu dahsyat dari mata-mata orang yang dia cintai.

Saya masih ingat ketika hari beliau dimakamkan, jutaan manusia tercabik-cabik hatinya. Rasa sedih menguar begitu jelas, seakan-akan bumi pun ikut bersedih. Santri sampai gentho, orang desa hingga kota, orang tak berpangkat hingga orang yang pangkatnya berderet, merasakan sesak hati yang sama.

Baca Juga:

Seandainya Masih Hidup, Mungkin Begini Tanggapan Gus Dur terhadap Pengibaran Bendera One Piece

Membayangkan Film “Ada Apa dengan Cinta” Tidak Pernah Ada

Casing gahar

Gus Dur tidak pernah membangun citra semasa hidupnya. Gus Dur tidak pernah membagus-baguskan dirinya. Ibarat handphone, beliau adalah handphone yang tidak memakai case gahar nan mahal untuk terlihat berwibawa. Beliau adalah handphone itu sendiri.

Berbeda dengan orang-orang yang dulu melengserkannya. Tiap waktu, mengganti casing, mengganti case dengan tampilan yang seunik dan seindah mungkin. Lupa bahwa casing tak pernah bisa merepresentasikan hape. Hape itu, tentu jauh lebih penting ketimbang casingnya. Casing gahar tak akan bisa menuntunmu saat tersesat di desa antah berantah. Sedangkan hape, menuntunmu pelan-pelan keluar dari gelap, meski tanpa casing lucu sekalipun.

Membayangkan saja, hati saya sudah tenang

Saya kadang bertanya-tanya, apakah Ibu saya bertemu Gus Dur di alam sana?

Kadang saya membayangkan, Ibu dan Gus Dur bertemu. Mereka berbincang tentang apa saja, atau malah bersama-sama dengan jutaan jiwa yang lain, melantunkan shalawat di hadapan Kanjeng Nabi Muhammad. Hal-hal seperti ini, selalu berhasil membikin hati saya tenang.

Tulisan ini memang terasa amat personal. Tapi saya kira memang itulah kehebatan Gus Dur. Cerita beliau yang memang patut diteladani bikin kita begitu berarti dalam level personal. Dan tokoh-tokoh yang bisa menenteramkan hati, bahkan hanya dengan mengingatnya saja, bagi saya, memang bukanlah tokoh biasa.

Meski tak pernah bertemu, saya bersaksi, sebagaimana Ibu saya, Gus Dur adalah orang yang baik. Dan tulisan yang kelewat personal ini, adalah sebagai tanda bahwa beliau adalah wujud terbaik orang yang bisa diteladani di negeri ini.

Kita memang sedang disuguhi tingkah konyol yang dilakukan beberapa manusia yang mengaku berkualitas. Daripada penyakit hati kalian makin bertambah gara-gara itu, baiknya kita kirimkan doa terbaik untuk Gus Dur. Sebab, beliau, tetap terang menerangi sela-sela hati kita, dan cintanya abadi di udara.

Al Fatihah.

Penulis: M Yudha Iasa Ferrandy
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kebenaran Gus Dur yang Serbakebetulan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2023 oleh

Tags: CintaGus Durkasihteladan
M Yudha Iasa Ferrandy

M Yudha Iasa Ferrandy

Membawa ilmu dari rimba ke dalam narasi kehidupan sehari-hari. Sebagai alumni Kehutanan, ia memiliki cara pandang yang unik dalam melihat hubungan antarmanusia

ArtikelTerkait

perilaku bucin yang tidak masuk akal mojok.co

3 Perilaku Bucin yang Sulit Dipahami Akal Sehat

9 Agustus 2020
cincin untuk menikah apalah menikah bikin lebih bahagia BPS

Apakah Menikah Bikin Lebih Bahagia? Mari Lihat Data BPS

6 Oktober 2020
Agnez Mo Salah, Jatuh Cinta Itu Ada Logikanya, lho

Agnez Mo Salah, Jatuh Cinta Itu Ada Logikanya, lho

5 Agustus 2023
Alya, Pemegang Kunci Cerita AADC yang Katanya “Lebih Baik” daripada Cinta anak sd jatuh cinta anak kecil pacaran suka lawan jenis cara menyikapi orang dewasa orang tua panduan mojok.co

Alya, Pemegang Kunci Cerita AADC yang Katanya “Lebih Baik” daripada Cinta

30 April 2020
Love, Explained oleh Disya Arinda: Jawaban dari Kegalauanmu soal Cinta

Love, Explained oleh Disya Arinda: Jawaban dari Kegalauanmu Soal Cinta

10 Agustus 2023
sinetron dari jendela smp mojok.co

Mengidolai Joko, Tokoh di Sinetron ‘Dari Jendela SMP’

8 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang Mojok.co

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemula Sebelum Ikut Kelas Pilates selain Persiapan Uang

12 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.