Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Cikgu Jasmin dalam Serial Upin Ipin Sebaik-baiknya Guru TK, Patut Diteladani Para Pengajar Se-Indonesia

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
18 Maret 2024
A A
Cikgu Jasmin Upin Ipin Sebaik-baiknya Guru TK, Patut Diteladani Para Pengajar Se-Indonesia Mojok.co

Cikgu Jasmin Upin Ipin Sebaik-baiknya Guru TK, Patut Diteladani Para Pengajar Se-Indonesia (upinipin.fandom.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak hal bisa diteladani dari Cikgu Jasmin Upin Ipin. 

Kalian yang kerap menonton serial TV asal Malaysia Upin Ipin pasti sudah tidak asing dengan Tadika Mesra. Taman kanak-kanak ini menjadi tempat Upin dan Ipin serta beberapa anak Kampung Durian Runtuh bersekolah. Selain Kampung Durian Runtuh, Tadika Mesra menjadi latar tempat yang paling sering muncul di serial TV anak-anak itu. 

Layaknya sekolah pada umumnya, Tadika Mesra punya beberapa guru dengan keunikan masing-masing. Di sana ada Cikgu Melati yang memiliki sifat periang, serba bisa, dan kreatif. Ada juga Cikgu Tiger, satu-satunya guru laki-laki di Tadika Mesra yang mengampu kelas berisi anak laki-laki berperilaku nakal. Lalu, ada Cikgu Besar yang merupakan kepala sekolah Tadika Mesra. Sifatnya yang disiplin, tegas, dan galak membuat para murid takut tatkala berhadapan dengan beliau. 

Selain tiga guru itu, kita nggak boleh lupa dengan Cikgu Jasmin sebagai guru pertama Upin dan Ipin. Berkat dia, anak-anak di kelas AMAN bisa jadi murid yang pandai, berkarakter, dan nggak menyusahkan guru setelahnya, Cikgu Melati.

Semua guru di Tadika Mesra memang baik dan cerdas. Namun, bagi saya, Cikgu Jasmin adalah sebaik-baiknya seorang guru. Sifat dan cara mengajarnya itu lho, saya rasa patut diteladani oleh guru-guru di Indonesia. 

#1 Sabar, bertutur lembut, dan nggak pernah marah

Sifat Cikgu Jasmin yang perlu ditiru oleh para guru adalah sabar. Bagi saya, kesabaran adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh semua guru alias bare minimum. Soalnya, ini akan berpengaruh pada kondisi psikologis para muridnya. Jika gurunya sabar, tentu para murid akan lebih nyaman dalam belajar. 

Selain penyabar, guru juga sebaiknya bisa bertutur lembut dan nggak mudah marah seperti Cikgu Jasmin. Ini juga diperlukan supaya murid-murid nggak merasa seperti orang yang sangat berdosa setelah melakukan kesalahan. Padahal, murid-murid TK perlu didorong untuk eksplorasi sebanyak-banyaknya. Mereka seharusnya tidak perlu takut melakukan kesalahan. 

#2 Cikgu Jasmin Upin Ipin mengayomi murid

Cikgu Jasmin sangat peduli kepada murid-muridnya. Saya ingat betul, salah satu episode Upin Ipin ada yang menceritakan Cikgu Jasmin mengajar Ijat membaca secara privat. Saya sangat kagum dengan beliau di episode ini. Bukannya menyalahkan Ijat yang tidak kunjung lancar membaca, Cikgu Jasmin inisiatif memberikan pelajaran membaca secara khusus. Di sini saya bisa melihat dia sangat mengayomi murid-muridnya. 

Baca Juga:

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Menurut saya, langkah Cikgu Jasmin mengajari Ijat membaca secara privat sangat tepat. Dia berupaya sebaik mungkin menjaga perasaan muridnya. Jangan salah, murid yang kemampuannya tertinggal dibanding teman-teman lainnya mungkin merasa minder dan frustasi lho. 

Sikap-sikap mengayomi dengan cara yang tepat seperti Cikgu Jasmin ini sebaiknya diteladani oleh guru-guru di Indonesia. Seringkali yang terjadi, guru-guru memang punya sikap mengayomi, hanya saja cara-cara yang digunakan kurang tepat. 

#3 Cikgu Jasmin Upin Ipin memberi tugas seperlunya

Ketika saya menonton episode Upin Ipin dari musim terbaru, saya agak heran melihat tugas anak-anak Tadika Mesra yang banyak dan sulit. Ada yang harus hafalan sifir, bawa miniatur ekosistem, hingga membuat mozaik tentang idola. Buset, tugas anak TK kok seperti murid-murid SD kelas besar ya. 

Akibat dari banyaknya tugas, di beberapa episode Upin Ipin diceritakan murid-murid lebih sering mengerjakan PR daripada bermain-main ketika berkumpul. Padahal ketika masih diajar oleh Cikgu Jasmin, anak-anak TK itu lebih sering bermain ketika berjumpa di pondok. Anak-anak juga punya banyak waktu untuk istirahat dan eksplorasi hal-hal lain di luar bangku sekolah.

#4 Mengejar pendidikan setinggi mungkin

Cikgu Jasmin penuh semangat dalam pekerjaannya. Kalau boleh meminjam istilah anak muda zaman sekarang, guru yang satu ini sangat passionate akan pekerjaannya. Buktinya, dia rela meninggalkan zona nyaman untuk menempuh pendidikan tinggi S2 di Kuala Lumpur. Alasan melanjutkan pendidikan inilah yang membuat kelas AMAN Tadika Mesra tidak lagi diajar Cikgu Jasmin dan digantikan oleh Cikgu Melati. 

Dalam episode Cikgu Baru, dia juga berharap anak didiknya tumbuh menjadi orang yang cerdas dan mengejar ilmu setinggi mungkin. Saya merasa apa yang dilakukan Cikgu Jasmin patut dicontoh oleh para guru di Indonesia. Guru perlu passionate dalam pekerjaannya sehingga bisa menginspirasi murid-murid untuk tumbuh menjadi sosok-sosok yang bermanfaat. Terkadang, para murid hanya perlu contoh nyata yang menginspirasi bukan sekadar kata-kata motivasi. 

#5 Menekankan moral dan karakter murid

Kalian yang gemar nonton Upin dan Ipin pasti pernah mendengar atau membaca komentar di media sosial kalau Upin Ipin didikan Cikgu Jasmin lebih liar daripada didikan Melati. Memang sih, ungkapan itu hanya untuk lucu-lucuan. Namun, ungkapan itu sekaligus menunjukkan adanya perbedaan gaya mengajar Cikgu Jasmin dan Cikgu Melati. 

Apakah itu berarti didikan Cikgu Jasmin lebih buruk? Saya merasa kok tidak ya. Ungkapan itu justru menunjukkan kalau ajaran Cikgu Jasmin lebih banyak menekankan pendidikan moral dan karakter sehari-hari ketimbang teori. Murid-murid Tadika Mesra didorong jadi peribadi yang berani, nggak cengeng, dan nggak takut melakukan kesalahan. Kesannya memang lebih “liar” sih, tapi dalam artian yang baik kok. 

Nah di atas beberapa hal yang bisa diteladani dari Cikgu Jasmin Upin Ipin. Walau hanya sosok fiksi, saya berharap guru-guru se-Indonesia mencontohnya. Khususnya guru-guru TK dan SD, di mana pembentukan karakter dan moral sangat penting di usia-usia tersebut.

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 8 Pantun Jelek dan Gagal Ciptaan Jarjit dalam Serial Upin Ipin, Lebih Baik Jangan Ditiru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2024 oleh

Tags: cikgu jasmincikgu jasmin upin upinupin-ipin
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata Mojok.co

4 Episode Upin Ipin Spesial Lebaran yang Bikin Banjir Air Mata

27 Maret 2025
Seandainya Bau Badan Karakter di Serial Upin Ipin Bisa Tercium, Mungkin Akan seperti Ini  Mojok.co

Seandainya Bau Badan Karakter di Serial Upin Ipin Bisa Tercium, Mungkin Akan seperti Ini 

24 April 2025
Misteri Alasan Jarjit Menyimpan Foto Susanti Ipin Upin (Upin Ipin Fandom)

Misteri di Serial Upin Ipin: Kenapa Jarjit Menyimpan Foto Susanti di Kamarnya? Benarkah Jarjit Menyimpan Perasaan Khusus kepada Anak Indonesia Itu?

12 April 2024
Gurita Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin yang Punya Cuan Menggiurkan Mojok.co

Gurita Bisnis Mail dalam Serial Upin Ipin yang Punya Cuan Menggiurkan

26 Mei 2025
Menghitung Penghasilan Tok Dalang Upin Ipin yang Membuatnya Jadi Crazy Rich Kampung Durian Runtuh

Menghitung Penghasilan Tok Dalang Upin Ipin yang Membuatnya Jadi Crazy Rich Kampung Durian Runtuh

7 April 2024
3 Karakter Serial Upin Ipin yang Tak Kalah Cengeng dari Fizi adit sopo jarwo

Serial Adit Sopo Jarwo Akan Selalu Dibayang-bayangi Upin Ipin kalau Masih Gitu-gitu Aja

4 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

Tinggal di Rumah Dekat Gunung Itu Tak Semenyenangkan Narasi Orang Kota, Harus Siap Berhadapan dengan Ular, Monyet, dan Hewan Liar Lainnya

31 Januari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.