Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

CGI di Perfilman Indonesia yang Semakin Baik dan Patut Diapresiasi

Alif Akbar Rahmat Mauludi oleh Alif Akbar Rahmat Mauludi
3 September 2019
A A
perfilman

perfilman

Share on FacebookShare on Twitter

Film superhero pertama atau lebih cocok disebut dengan jagoan pertama di Indonesia yang membuka jagat sinema BumiLangit telah dirilis. Apalagi kalau bukan Gundala yang disutradarai oleh sutradara kenamaan, Joko Anwar.

Sejak proyek film Gundala atau proyek BumiLangit Cinematic Universe diumumkan, tidak sedikit orang yang membanding-bandingkan ini dengan Marvel Cinematic Universe ataupun DC Extended Universe. Padahal banyak yang tidak tahu kalau superhero dari Indonesia ini adalah hasil karya komikus lokal yang sudah muncul lewat cerita bergambar atau cergam sejak tahun 60-an.

ADVERTISEMENT

Gundala pun bukan film superhero Indonesia yang pertama kali rilis. Ada film superhero lain mulai dari Garuda, Valentine, hingga Wiro Sableng. Bahkan Gundala sendiri sebelumnya pernah difilmkan dengan judul Gundala Putra Petir di tahun 1981.

Ngomongin soal film superhero tentu tidak lepas dari tuntutan menghasilkan visual yang berkelas mengingat zaman semakin modern. Salah satunya adalah dengan menggunakan CGI atau Computer-Generated Imagery. CGI sendiri merupakan sebuah teknologi komputer atau lebih tepatnya teknologi grafis 3D yang digunakan untuk menambah efek tertentu dalam sebuah film.

Namun di balik megahnya visual yang dapat kita saksikan di layar bioskop, ada sebuah proses yang tidak gampang serta tidak murah. Butuh jutaan hingga miliaran rupiah untuk bisa menghasilkan CGI yang benar-benar halus agar terlihat realistis atau nyata bagi kita.

Film Gundala tentu punya beban untuk menampilkan banyak efek khusus untuk menunjang visualnya. Namun, dana yang mereka miliki tidak sebanyak modal Marvel untuk membuat sebuah film. Bahkan menurut beberapa sumber, modal Gundala masih lebih sedikit dibanding modal sebuah film Indonesia yang juga tayang di tahun ini yakni Foxtrot Six.

Banyak orang meremehkan Gundala. Semua ejekan selalu sama, yakni tentang visual yang tidak sesempurna perfilman Hollywood. Menariknya ini tidak terjadi sekarang saja. Wiro Sableng pun juga mendapat kritikan yang sama. Padahal film-film ini juga berhasil menampilkan CGI yang sempurna di beberapa bagian. Namun tidak terasa karena saking nyatanya dan tertutup oleh CGI yang kasar hingga kita hanya mengomentari CGI yang kasar.

Perfilman Indonesia tentu punya potensi untuk menggunakan CGI dan menghasilkan visual yang indah. Sebut saja salah satu film yang juga tayang di tahun ini yakni Terlalu Tampan. Film yang diadaptasi dari sebuah komik dari situs Webtoon ini punya visual yang sangat indah dan dapat menghasilkan CGI yang nyata. Namun karena mungkin modal yang didapat kurang, mereka hanya dapat menghasilkan beberapa adegan saja dengan efek yang cukup memukau dan membuat adegan lain terlihat biasa tanpa ada polesan efek demi mempertahankan kualitas visual.

Baca Juga:

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

Pengepungan di Bukit Duri: Distopia Diskriminasi Rasial terhadap Etnis Tionghoa

Nyatanya banyak film yang dibuat mahal-mahal dengan CGI yang selalu diusahakan menjadi yang terbaik masih kalah laku dibanding film-film sederhana yang berkutat di genre horror ataupun drama, dan dengan jelas membuktikan bahwa penonton Indonesia belum siap dengan inovasi yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di industri perfilman.

Sebuah kesalahan besar ketika banyak penonton film Indonesia hanya mencela film-film yang sudah diusahakan berbeda dari film biasanya walaupun harus mengeluarkan modal lebih dan malah lebih memilih menonton film-film yang begitu-begitu saja.

Sebagai penikmat film yang baik, kita harus mendukung perfilman Indonesia seperti Gundala dengan menontonnya di bioskop. Bahkan kalau bisa harus mengajak orang lain agar film ini semakin laku. Ketika film seperti ini laku keras, secara otomatis orang-orang yang mendanai film seperti ini sudah tidak takut lagi tidak balik modal.

Kekurangan memang sangat mungkin ada. Tetapi para pelaku di industri film tentu juga akan terus berbenah. Salah satunya dengan membaca ulasan-ulasan yang beredar dan mengevaluasinya untuk film selanjutnya. Jadi alangkah baiknya kita dapat terus mendukung film-film Indonesia agar tidak kalah saing dengan film-film Hollywood.

Seperti yang pernah ditulis oleh bang Joko Anwar di akun Twitter miliknya, “Skenario adalah tulang punggung dari sebuah film.” Jangan hanya memandang film dari sisi visualnya saja, hargai juga cerita yang ditulis berminggu-minggu atau bahkan bertahun-tahun demi menghasilkan cerita yang berkualitas. (*)

BACA JUGA Film Gundala yang Sama Bagusnya dengan Trailer: No Spoiler Review atau tulisan Alif Akbar Rahmat Mauludi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2019 oleh

Tags: aktorcgigundalajoko anwarperfilman indonesiasineas muda indonesiaterlalu tampan
Alif Akbar Rahmat Mauludi

Alif Akbar Rahmat Mauludi

ArtikelTerkait

6 Faktor Penting yang Membuat Drama Korea Mencapai Popularitas

1 April 2023
nussa dan rara, Alasan Serial Animasi Nussa Nggak Cocok untuk Tayangan Anak-anak di Televisi Wajah Baru Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4 Preman Pensiun 4: Sinetron Penuh Edukasi untuk Insan Pertelevisian Indonesia Rekomendasi Sinetron untuk Hibur Anies Baswedan Atas Ditundanya Formula E

Pemberi Warna Baru di Sinetron Preman Pensiun 4

26 Mei 2020
Jagat Sinema Bumilangit satria dewa universe gundala mandala gatotkaca joko anwar hanung bramantyo superhero lokal mojok.co

Jagat Sinema Bumilangit vs Satria Dewa Universe. Superhero Local Pride Mana yang Lebih Keren?

25 Agustus 2020
Bumilangit Cinematic Universe

Livi Zheng Pantas Masuk Bumilangit Cinematic Universe

5 September 2019
Jang Nara Main Drama Bareng Jung Yong Hwa, 'Sell Your Haunted House' Layak Masuk Daftar Drakor yang Wajib Ditonton terminal mojok

Jang Nara Main Drama Bareng Jung Yong Hwa, ‘Sell Your Haunted House’ Layak Masuk Daftar Drakor Tahun 2021 yang Wajib Ditonton

30 April 2021
CGI Masalah Terbesar Film-film Superhero Indonesia Terminal Mojok superhero fatigue

CGI: Masalah Terbesar Film-film Superhero Indonesia

14 Juni 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co kota pelajar madura

3 hal langka di Madura, tapi umum di Jogja, sudah seharusnya Madura belajar pada Jogja!

16 Juli 2026
Membayangkan Lamongan Punya Mal, Cari Hiburan Nggak Perlu Repot-repot ke Kabupaten Tetangga Mojok.co yusril fahriza

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

20 Juli 2026
Di Mata Kurir, Metode Pembayaran COD Lebih Baik Dihapuskan Mojok.co kurir paket

Lika-liku kurir saat mengantar paket COD ke desa, kadang jadi pahlawan, seringnya jadi pesakitan

16 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.