Cari Film Mirip Crows Zero? Coba High&Low – Terminal Mojok

Cari Film Mirip Crows Zero? Coba High&Low

Artikel

M. Farid Hermawan

Perkelahian nyatanya selalu dipandang sebagai hal yang buruk. Namun, dalam konsep cerita yang sempat beken bernama Crows Zero, berkelahi adalah sesuatu yang sungguh keren sambil diiringi dengan teriakan, Genjieeeh.

Meledaknya reputasi film Crows Zero membuat sebentuk gelombang baru bernama perkelahian keren dan jantan berupa tangan kosong. Crows Zero sempat melejit dengan sekuelnya hingga melempem di film ketiganya. Sejak saat itulah saya merindukan sebuah film serupa Crows Zero.

Hingga pada suatu hari, kawan saya Budi memperkenalkan saya dengan sebuah film bernama High and Low. Saya disodorkan film High&Low season 1 dan season 2 yang saya pun tak tahu film apa sebenarnya itu.

Setelah menikmati dua season film ini, saya baru sadar ternyata ada sebuah film yang keren abis dan berisi banyak adu jotos layaknya film Crows Zero, namun dengan konsep yang menurut saya lebih keren dari Crows Zero. Waw.

High&Low dimulai dari sebuah proyek multimedia agensi EXILE TRIBE, sudah jelas isi film ini pemainnya cakep-cakep, Sist. Konsep film ini sungguh mirip Crows Zero, namun dengan lingkup yang jauh lebih luas. Jika Crows Zero hanya berkutat di sekolahan, High&Low punya lingkup cerita yang mencakup sebuah kota berisi geng-geng yang luar biasa. Ada geng motor, geng anak sekolah tapi mukanya tua, geng pecinta wanita, geng orang-orang gembel, hingga bersinggungan dengan dunia mafia.

High&Low pertama kali tayang dengan konsep TV series pada 22 Oktober 2015. Lewat seri pertama yang terbilang sukses, High&Low dilanjutkan di season kedua yang sama-sama meledak hingga berlanjut menjadi film.

Dengan latar cerita di sebuah kota bernama S.W.O.R.D, yang pada setiap huruf tadi adalah awalan dari lima geng terkuat yaitu Sannoh Rengokai, White Rascals, Oya Kohkoh, Rude Boys, dan Daruma Ikka. High&Low tidak hanya berisi pertempuran lima geng yang saling adu jotos sampai mampus. Namun, juga diisi dengan cerita-cerita persahabatan dan hal-hal manusiawi lainnya yang kadang bisa bikin sedih saat menontonnya.

Kelima geng terkuat di S.W.O.R.D tesebut punya masing-masing pemimpin yang kalau kamu nonton dan liat para ketua S.W.O.R.D lagi ngumpul pasti teriak dalam hati, asu keren njerrr. Sannoh Rengokai dipimpin oleh Cobra. Sannoh Rengokai sendiri sebenarnya adalah sebuah geng yang berisi mantan anggota Mugen macam Cobra dan Yamato. Kalau kalian nonton film ini dengan istiqomah dari awal, kalian akan tahu bahwa Mugen adalah satu-satunya geng yang berhasil menguasai seluruh wilayah S.W.O.R.D sebelum istilah S.W.O.R.D ada. Bayangkan betapa kuatnya geng Mugen ini.

White Rascals dengan ketuanya Rocky adalah perwujudan geng dengan ideologi Sanji di One Piece. Anti menendang dan menyakiti wanita. Saya yakin Rocky ketua geng White Rascal kalau lagi karokean pasti nyanyi lagunya Irwansyah berjudul “Pecinta Wanita” sambil mengulang lirik, “aku memang pencinta wanita, tapi ku bukan buaya.” Saking ia cinta dan anti menyakiti wanita. Cakep deh White Rascal ini.

Berikutnya ada geng Oya Kohkoh dengan ketuanya Murayama. Dari semua ketua, saya paling suka sama Murayama. Saya suka melihat tampilan dan gaya tengilnya saat bertarung yang kadang sungguh nekat dan agak gila. Oya Kohkoh sangat mirip geng SMA Suzuran, bukan mirip sebenarnya, malah sama persis jika kita menilik film Crows Zero. Berisi siswa-siswa yang nggak layak disebut siswa karena semuanya mukanya tua.

Rude Boys dipimpin oleh Smoky, sebuah geng pembela wong cilik yang bergerak atas dasar kekeluargaan, senasib sepenanggungan, dan kemiskinan. Sebuah geng gembel, tapi anggotanya ganteng-ganteng, aneh juga.

Dan geng terkuat terakhir adalah Daruma Ikka yang ketuanya bernama Hyuga. Geng yang tampilannya kayak pendukung partai berlogo banteng tapi dengan kearifan Jepang. Dari semua geng, Daruma Ikka adalah geng yang paling nggak waras.

Kelima geng terkuat di S.W.O.R.D pada dasarnya tidak dibuat untuk saling menyerang. Namun terbentuk untuk menjaga stabilitas kota. Akan tetapi, namanya film ya nggak seru kan kalau nggak ada konflik. Maka dibuatlah sebuah konflik ketika Kuryu grup, sebuah grup ala-ala mafia ingin mengambil alih semua wilayah S.W.O.R.D. Dari situlah muncul konflik yang membuat High&Low dari sebuah film seri menjadi film sekuel hingga prequel.

Menariknya, di film High&Low The Worst, High&Low melakukan crossover ciamik dengan membawa dunia Crows Zero lewat kemunculan SMA Housen dan selipan-selipan penyebutan SMA Suzuran yang kalau dengar itu pasti pengin teriak, Genjieeeeh.

High&Low memang harus dinikmati berurutan baru kamu bisa benar-benar paham alurnya. Mulailah dari The Story of S.W.O.R.D dan High&Low Season 2 untuk perkenalan kelima geng terkuat di S.W.O.R.D. Lalu lanjutkan dengan High&Low The Movie, High&Low The Red Rain, High&Low The Movie 2 – End of Sky, High&Low The Movie 3 – Final Mission, High&Low The Worst Episode.0, dan yang terbaru High&Low The Worst (Movie).

Jika kamu lelah menunggu film Crows Zero terbaru, saran saya obatilah dengan menikmati film High&Low Karena saya jamin, jika kamu menyukai Crows Zero atau kamu memang suka adegan adu jotos tanpa ampun, maka kamu pasti akan ketagihan menonton High&Low sampai film terakhirnya.

Apalagi kabarnya, di film High&Low berikutnya akan ada crossover yang katanya jauh lebih ciamik. Katanya sih, SMA Suzuran bakal ikut nimbrung masuk dunianya High&Low. Waw, ganas banget, Bos.

Jika kamu mulai penasaran dan mencoba mencari-cari filmnya. Saya sarankan bergegaslah menikmatinya. Saya berani jamin, kamu pasti akan suka dengan film ini. Tapi, jika setelah nonton High&Low kamu biasa saja. Itu berarti lebih baik kamu tidak perlu tonton film ini lagi dan fokus saja merenungi dan meratapi masalah-masalah yang ada di hidupmu.

BACA JUGA Lima Kenangan Anak 90-an Bermain Playstation dan artikel M. Farid Hermawan lainnya.

Baca Juga:  Kalau Disuruh Memilih Sosok Guru Ideal, Saya Akan Jawab Koro-Sensei
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
5


Komentar

Comments are closed.