Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Caranya Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Menentukan Seberapa Penting Engkau Bagi Seseorang

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
22 Mei 2019
A A
selamat ulang tahun

selamat ulang tahun

Share on FacebookShare on Twitter

Ulang tahun adalah salah satu hal yang mungkin ditunggu-tunggu oleh sebagian orang. Wajar saja karena hal tersebut merupakan hari yang bersejarah bagi setiap orang—hari kita pertama kali lahir ke dunia. Beberapa orang memilih untuk merayakan secara khusus sebagai tanda rasa syukurnya.

Tidak sedikit juga yang menganggap hari kelahiran itu “biasa saja”—tidak terlalu dipikirkan. Saya adalah salah satu di antaranya—saya berpikir buat apa dirayakan. Menurut saya ini tentang jatah hidup kita yang berkurang—tapi setiap orang bebas untuk memiliki pemikiran yang berbeda tentu saja.

Orang-orang yang begitu menunggu momen kelahirannya ini untuk dirayakan, biasanya berharap agar ada yang mengucapkan selamat ulang tahun. Ucapan dari teman-temannya dan tentu saja, ucapan dari orang yang disukainya adalah yang paling ditunggu-tunggu—soalnya kalau gebetan yang ngucapin berasa kayak ada manis-manisnya.

Untuk tahu kalau orang yang kamu suka ini juga memiliki rasa yang sama terhadap kamu atau setidaknya untuk tahu kalau dia peduli terhadapmu itu ada caranya. Cukup diam saja dan perhatikan bagaimana dia mengucapkan ulang tahun di hari kelahiranmu.

Pertama, ngucapin selamat pas jam 12 malam. Kalau dia mengucapkan selamat ulang tahun tepat pada jam 12 malam, ada kemungkinan dia juga punya rasa sama kau, boi—atau setidaknya kau punya peluang. Ini pertanda yang bagus, artinya usaha kau membucin selama ini tidak sia-sia. Suatu kemajuan yang luar biasa jika dia rela-rela menunggu sampai jam 12 malam hanya untuk memberimu ucapan selamat ulang tahun.

Tapi ingat, menjadi skeptis itu penting. Kalau misalnya kau adalah seorang laki-laki, bisa jadi si cewek emang tulus. Atau bisa saja si cewek ini dipaksa sama teman-temannya yang tau kalau kau suka sama dia buat ngucapin selamat ulang tahun sama kau supaya kau tidak terlalu kecewa—bisa saja. Kalau yang ngucapin adalah laki-laki teman kau nongkrong, silahkan curigai dia sebagai homo. Mana ada laki-laki ngucapin selamat ulang tahun ke laki-laki lain tepat jam 12 malam.

Tapi kalau kau adalah seorang perempuan dan si laki-laki ngucapin selamat ulang tahun tepat pada jam 12, bisa dipastikan ini adalah modus—jangan percaya. Dia kayak gitu supaya dibilang romantis. Kebanyakan nonton FTV—ampas.

Kedua, ngucapin selamat pas besoknya. Kalau dia mengucapkan selamat ulang tahun pada esok harinya, kamu perlu waspada. Bisa jadi dia menganggapmu biasa saja. Kamunya saja yang menanggapi secara berlebihan. Apalagi misalnya kalau dia ngucapin lewat Facebook. Yakin dah, dia nggak niat ngucapin. Kebetulan saja dia sedang buka Facebook dan lihat notif “Bambang berulang tahun hari ini, berikan dia ucapan selamat”. Sambil ogah-ogahan, dia klik tuh notif dan ngirim stiker kue ulang tahun—hanya sebatas itu.

Baca Juga:

Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

Unlock Your Heart oleh Sabrina Maidah: Panduan Membuka Hati pada Hubungan Baru

Ketiga, ngucapin selamat sambil minta traktir. Kalau dia ngucapin sambil diikutin dengan kata “traktir dong” atau “ditunggu yak traktirannya”, selamat anda sedang ter-friendzone—itulah faktanya. Anda hanya dianggap teman, wahai Bambang~

Jadi berhentilah ngebucin berharap—sia-sia.

Kalau yang ngasih selamat seperti itu adalah teman-teman tongkronganmu, wajar saja. Teman emang kadang gitu, suka nggak tau diri.

Keempat, ngucapin selamat dengan cara ngerjain. Kalau teman-teman tongkrongan kau yang ngerjain, itu wajar. Pasti cuma sekedar mau ngerjain doang—buat dijadiin bahan tertawaan. Tapi kalau yang ngerjain itu si doi sambil bawa temannya dan kau dilempain pake terigu, telur, air comberan, batu bata, sama pisau dapur, maka yakinlah dia itu sedang niat ngebunuh kau. Berarti dia sudah muak ngeliat kau, boi. Jadi segeralah menyingkir.

Kelima, nggak ngucapin apa-apa. Kalau dia nggak ngucapin, berarti memang dia tidak begitu peduli dengan kau, boi. Kau hanya menjadi prioritas ke 3000-nya—atau lebih parah. Bisa jadi dia tidak pernah menganggap kau ada di hidupnya. Jadi tolonglah, sense of tau-diri-mu itu lebih diasah lagi.

Beda halnya kalau yang nggak ngucapin itu teman tongkrongan kau—itu nggak merubah apapun. Teman itu memang selalu terlihat seperti orang yang paling tidak perduli dengan kau, boi. Tapi yakin dah, mereka akan selalu ada kalau mereka butuh—injam uang misalnya. hehe

Tapi ingat di antara semua golongan diatas, bisa jadi ada orang yang kelihatannya tidak begitu perduli dan nggak ngucapin selamat ulang tahun padamu, boi. Mungkin dia berpikir hal itu tidaklah terlalu penting, tapi sebenarnya dia-lah yang paling menganggap kau sesuatu. Diam-diam dia memperhatikanmu dan mendoakanmu. Dalam diam dan kecuekannya, dia selalu menyebut namamu disetiap doa dan sujudnya—berharap kau menjadi pasangan halalnya. Haaiiiyyaahhh~

Mimpi.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: hubunganKritik SosialSelamat Ulang Tahun
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

Bermesraan di Ruang Publik

Bermesraan di Ruang Publik: Wajar atau Nggak Tahu Malu?

3 Oktober 2019
sejarah korupsi

Saatnya Menulis Sejarah Korupsi di Daerah

27 September 2019
jatuh cinta

Jatuh Cinta dan Patah Hatilah dengan Bahagia!

22 Agustus 2019
Magang di Pengadilan Agama Bikin Saya Lebih Realistis dalam Memandang Pernikahan broken home

Ditinggal Nikah Itu Biasa Saja, tapi Kesedihannya Perlu Dirayakan

2 November 2020
maling

Romansa Maling Tak Tertangkap

26 Agustus 2019
sinopsis preman pensiun episode 1 musim 1 mojok.co preman pensiun episode 2 preman pensiun episode 3 episode 4 episode 5 episode 8 episode 10 episode 19 kang bahar

Kritik Sosial dalam Serial ‘Preman Pensiun’ 5

10 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Jalan Daendels Jogja Kebumen Makin Bahaya, Bikin Nelangsa (Unsplash)

Di Balik Kengeriannya, Jalan Daendels Menyimpan Keindahan-keindahan yang Hanya Bisa Kita Temukan di Sana

13 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.