Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Menghabiskan Uang Paling Pekok yang Pernah Saya Ketahui

Riyanto oleh Riyanto
19 Februari 2021
A A
Cara Menghabiskan Uang Paling Pekok yang Pernah Saya Ketahui terminal mojok.co

Cara Menghabiskan Uang Paling Pekok yang Pernah Saya Ketahui terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya kenal orang yang kalau mau foya-foya atau menghabiskan uang pasti terencana. Prabu Yudianto, misalnya, pasti milih kedai kopi mahal dan bakal ngabisin duit buat beli ini beli itu sampai semua menu habis dicobain. Tak lupa, meja di depan Prabu pasti penuh dengan segenap barang entah cerutu, mbako, pipa Sherlock Holmes, HP, korek, kunci motor, atau bahkan motor sekalian ditaroh di meja. Asli, itu anak kalau udah nongkrong, seisi barang kudu disebar di atas meja. Namun, terlepas dari nyebar barang di meja, level cara menghabiskan uang si Prabu masih dalam tahap normal bagi saya.

Sementara kalau saya, foya-foya itu ya menghabiskan duit sejutaan buat beli buku di awal bulan. Pernah saya beli satu box set Percy Jackson dan Heroes of Olympus sekaligus. Bagi saya, itu adalah jenis foya-foya paling pekok yang pernah ada. Padahal seperti kata Isaac Newton, “What we know is a drop, what we don’t know is an ocean.” Yang kalau diterjemahkan pake bahasa Jawa jadi, “Rasah sok keminter, Su!”

Saya baru menyadari kalau ada beberapa teman saya yang foya-foyanya jauh lebih pekok ketimbang saya. Herannya, kok ya saya hafal dan mau merangkumnya. Has ben, berikut adalah cara menghabiskan uang paling pekok yang pernah saya tau.

Cara menghabiskan uang #1 Nembak SIM C

Ada salah satu penulis Terminal Mojok bernama Doni Rukiawan. Dia pernah bercerita kalau SIM C-nya mau kedaluwarsa dan pengin banget punya SIM C baru. Penginnya itu sampai ke level obsesi dan ambisi.

Dia barangkali tipe yang kalau beli cilok di seberang kos kudu bawa SIM biar nggak ditilang Pak Pulisi. SIM harus bawa, urusan bawa motor atau nggak itu belakangan. Makanya, pas dia dapet duit banyak sehabis gajian, hal foya-foya yang dia lakukan adalah pulang ke Kebumen dan memperpanjang SIM C-nya.

Kenapa saya bisa menganggapnya foya-foya? Lantaran dia lebih milih nembak daripada antre. Padahal antreannya cuma beberapa orang. Nggak mau ribet ini itu, dia ngeluarin duit ratusan ribu demi dapet SIM C tercintanya. Wasu tenan cah iki.

Cara menghabiskan uang #2 Extra Joss dan roti tawar

Teman saya yang satunya, sebut saja Taufik, memiliki cara menghabiskan uang tersendiri. Entah saking cinta sama minuman berenergi biar setrong apa gimana, dia lebih milih nyetok Extra Joss serenteng dan roti tawar. Itu adalah bentuk kemewahan yang dia pilih dari sekian banyak jenis kemewahan.

Dia bisa saja bermabuk-mabukan sampai klenger, bisa dugem di Liquid sampe pagi (jingan, malah bayangin Taufik mendem sambil goyang), bisa berjudi, atau terserah apa aja, tapi dia malah milih Extra Joss sama roti tawar.

Baca Juga:

Suka Foya-Foya Kok Ngakunya Hidup Sederhana, Biar Apa?

Saya paham kalau dia ini pelatih Taekwondo, makanya butuh Extra Joss agar punya tenaga lebih. Namun, kenapa pasangan foya-foyanya kudu roti tawar? Kenapa Extra Joss dikombinasikan pake roti tawar? Efeknya apa? Apa saya saja yang nggak tau kalau ternyata Extra Joss bakal lebih joss jika dikonsumsi bareng roti tawar?

Cara menghabiskan uang #3 Sewa PS-2 delapan hari dari duit Terminal Mojok

Saya punya teman yang baru aja nyairin poin tulisan di Terminal Mojok. Sebut saja teman saya ini Sengget. Bukannya beli-beli sesuatu, Sengget malah nyewa PS-2 buat delapan hari.

Bangke bener, ngapain juga nyewa PS-2 selama delapan hari? Klenger nggak, tuh? Lagian si Sengget ini cuma libur dua hari pas mau nyewa PS-2. Itu artinya dia cuma bisa main full dua hari, selebihnya harus kerja shift-shiftan pagi malam. Dengan segala kelakuan Sengget yang kayak gitu, saya yakin dia nggak bakal main PS kalau nggak selo-selo banget. Jadi kalau dia liburnya cuma dua hari, artinya enam hari sisanya nggak bakal bisa main PS-2 rentalan itu.

Kalau cara menghabiskan uang ala Sengget ini tampak pekok, alasan di balik nyewa PS-2 delapan hari itu jauh lebih pekok. Dia berdalih seumur hidup belum pernah nyewa PS-2. Main udah sering, tapi nyewa belum pernah. Makanya sebagai pembalasan dendam atas masa lalunya, dia nyewa langsung delapan hari. Ini kan gweeela parah.

Dan parahnya lagi, dia berencana melakukan hal ini setiap kali nyairin poin Terminal Mojok. Artinya bakal ada kepekokan-kepekokan lainnya lagi di masa mendatang.

Gini loh, Ngget, Sengget, kalau emang suka banget sama PS-2 dan kudu bawa pulang, itu harga PS-2 udah murah-murah, loh. Saya barusan ngecek ada yang harganya empat ratus ribu di OLX. Itu ketimbang ngabisin duit dua ratus ribu buat nyewa PS-2 delapan hari, apa nggak mending disimpen aja poin Terminal-nya sampai dua puluh, habis itu nyairin jadi duit, habis itu beli PS-2. Setelah itu terserah mau main Mortal Kombat sampai kiamat juga bodo amat.

BACA JUGA Dengan UMR Jogja Kita juga Bisa Hidup Foya-foya dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2021 oleh

Tags: cara menghabiskan uangfoya-foya
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

hidup sederhana

Suka Foya-Foya Kok Ngakunya Hidup Sederhana, Biar Apa?

16 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.