Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini!

Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini! Mojok.co

Cara Chat Dosen Pembimbing supaya Cepat Lulus. Mahasiswa Akhir Wajib Baca Ini! (unsplash.com)

Cara chat dosen pembimbing memang perlu diperhatikan. Salah dikit bisa jadi lulusnya lama. 

Ada banyak alasan di balik kuliah mahasiswa yang molor. Ada yang mahasiswanya memang malas menyelesaikan studi. Namun, ada juga mahasiswa yang lama lulus karena komunikasi yang tidak lancar dengan dosen pembimbing. 

Mungkin perkara komunikasi terdengar sepele ya, tapi faktor ini betulan bisa memperlambat kuliah kalian, lho. Apalagi bagi mahasiswa tingkat akhir yang terkesan mengejar-ngejar dosen di setiap chat. Niatnya ingin lulus cepat, tapi malah tersendat karena dianggap kurang sopan hingga diabaikan. 

Sebagai sesama mahasiswa tingkat akhir, saya akan berbagi cara chat dosen pembimbing. Jangan khawatir, panduan ini sudah saya konsultasikan dengan salah satu dosen muda di kampus saya. Panduan ini semoga bisa menyampaikan maksud kalian dengan baik dan tidak menyinggung dosen ya. 

#1 Awali dengan salam, kalimat sapaan, menyebut nama dosen

Cara chat dosen pembimbing yang pertama, awali dengan salam atau sapaan yang baik dan menyebut nama dosen. Tidak perlu mencantumkan nama dosen secara lengkap hingga gelarnya. Cukup gunakan nama panggilan atau nama yang populer di kampus. Contoh awalan chat-nya seperti ini:

“Assalamualaikum Wr Wb. Selamat pagi (sesuaikan waktunya sendiri), Pak/Bu (nama dosen).”

#2 Memohon maaf atas waktu dosen yang telah kalian ganggu

Setelah mengungkapkan sapaan, mintalah permohonan maaf atas waktu dosen yang sudah kalian ganggu. Lakukanlah meski kalian tidak merasa mengganggu waktu dosen atau dosen yang kalian chat terlihat sedang senggang. Contohnya kalimatnya seperti ini:

“Mohon maaf, mengganggu waktunya.”

Saran saya sih jangan pakai kata “kalau” ya. Kata “kalau” cukup sensitif di kalimat permohonan maaf. Kata tersebut menandakan kalian masih sombong karena tidak mengakui telah mengganggu waktu dosen. Pokoknya jangan sampai kalimatnya begini:

“Mohon maaf, kalau saya mengganggu waktu Bapak/Ibu.” Jangan seperti itu, cukup pakai contoh kalimat sebelumnya saja.

#3 Sebutkan identitas kalian

Cara chat dosen pembimbing selanjutnya, sebutkan identitas kalian. Identitas meliputi nama lengkap dan angkatan. Kalimat ini penting sebab dosen tidak  tidak akan mengenal bahkan menghafal semua mahasiswanya. Apalagi dari sekadar foto profil WhatsApp. Lupa menyebutkan identitas bisa berujung pada pesan yang tidak direspon hingga kena omelan.

#4 Jelaskan keperluan kalian tanpa bertele-tele

Di bagian ini saya tidak bisa memberi contoh secara persis. Sebab keperluan kalian pasti bermacam-macam.  Saya hanya bisa menyarankan kalian menyusun kalimat chat yang runtut dan jelas maksudnya. Kuncinya cuma satu, jangan terlalu bertele-tele. Sebab, kalau bertele-tele, dosen bisa saja malas membacanya dan memperbesar persentase chat tidak dibalas.

#5 Hindari kalimat tertentu

Selain jangan bertele-tele, kalian juga perlu menghindari kalimat “apakah Bapak/Ibu ada di ruangan?” saat chat ke dosen pembimbing. Kalimat tanya itu seolah-olah mahasiswa menganggap sang dosen bolos kerja.  Biar tidak sampai kena semprot, jangan pernah pakai kalimat tanya itu, tapi gantilah dengan kalimat tanya langsung seperti ini:

“Izin bertanya Pak/Bu. Saya mau bimbingan skripsi, kira-kira pukul berapa saya bisa ke ruangan Pak/Bu (sesuaikan dengan nama dosen)?”

Jadi langsung tanya saja. Tidak usah menanyakan keberadaan sang dosen. Urusan apakah nantinya dosen beneran tidak ada di ruangannya, biar dosen sendiri yang memberitahu kalian, oke?

#6 Jangan pakai emoji apapun selain high five

Saat chat ke dosen, jangan sekali-kali pakai emoji senyum, tertawa, apalagi jari tengah, ya. Pokoknya jangan pakai emoji apapun selain emoji high five. Ya kecuali, kalau dosennya moderat atau kalian sudah akrab.

Saya tahu, memang emoji high five bukan simbol minta maaf. Namun percayalah, pengetahuan umum dosen soal emoji high five itu sampai sekarang masih bermakna minta maaf atau menyimbolkan sopan santun. Jadi, tetaplah pakai itu kalau memang ada kalimat yang menurut kalian perlu dilengkapi dengan emoji tersebut.

#7 Perhatikan waktu mengirimkan chat

Soal waktu mengirimkan pesan sebenarnya sangat fleksibel dan tergantung dari masing-masing dosen. Namun, saya sarankan untuk mengirimkan pesan di jam kerja saja, apalagi kalau kalian belum terlalu akrab dengan dosennya. Patokan saya, jangan chat dosen sebelum pukul 07.00  WIB dan setelah 15.00 WIB. Perkara waktu ini juga harus diperhatikan dan diingat betul.

#8 Jangan lupa ucapkan terima kasih

Kalau kalimat chat kalian sudah lengkap menyesuaikan panduan di atas tadi, maka di akhir kalimat jangan lupa untuk ucapkan terima kasih. Ucapan terima kasih ini jangan hanya saat chat kalian sudah dijawab saja. Ucapkan juga saat awalan chat alias sebelum chat dibalas. Sebab itu akan menambahkan kesan ke dosen bahwa kalian adalah mahasiswa yang punya tata krama.

Di atas adalah cara chat dosen pembimbing yang bisa kalian contoh. Dosen satu dengan yang lain memang berbeda-beda. Namun, cara yang paling umum seperti panduan di atas adalah cara yang paling aman. Apalagi kalau kalian belum terlalu mengenal dosennya.

Tentu akan berbeda kalau kalian sudah mengenal atau bahkan akrab dengan dosen pembimbing. Cara chat dosen pembimbing pun bisa disesuaikan. Soalnya ada juga dosen yang malah merasa tidak nyaman kalau dihubungi dengan cara yang terlalu formal. Jadi tetap lihat-lihat atau sesuaikan preferensi dosennya ya.   

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Seminar Proposal Itu Menguji Calon Skripsi Mahasiswa, Bukan Dosen Pembimbing. Jangan Terlalu Bergantung!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version