Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Ampuh Mengatasi Pelakor atau Pebinor

Jamal oleh Jamal
1 Juli 2019
A A
pelakor

pelakor

Share on FacebookShare on Twitter

‘Pelakor’ adalah istilah singkatan yang berarti perebut laki orang. Lawan katanya adalah ‘pebinor’ yang maksudnya adalah perebut bini orang. Dua-duanya sama-sama membahayakan dalam merusak rumah tangga. Namun, bedanya ‘pelakor’ itu orang ketiganya adalah betina alias perempuan. Sedangkan ‘pebinor’ aktor orang ketiganya adalah jantan atau laki-laki.

Hahaha…., jantan sama betina! Udah kaya hewan aja. Jangan salah gan? Mengapa gue pakai istilah itu? Sebab masalah ini bukan lagi dianggap persoalan sepele. Kehadiran orang ketiga ini benar-benar dapat menimbulkan keretakan dalam hubungan rumah tangga. Keluarga yang awalnya harmonis, bisa kacau dengan munculnya pelakor atau pebinor ini.

Dulu kita kenal istilah ‘tuti’ alias tukang tikung. Nampaknya, ‘tuti’ ini berbeda makna dengan ‘pelakor’ atau ‘pebinor’. Jika ‘tuti’ lebih kepada hubungan masih pacaran, tapi level ‘pelakor’ atau ‘pebinor’ naik satu tingkat di atasnya. Yakni, sudah sah dalam status pernikahan. Kebayang kan, betapa akutnya problem ini? Apalagi jika dalam mahligai biduk rumah tangga itu sudah memiliki buah hati yang lucu-lucu dan tidak berdosa, lantas mereka ikut menjadi korbannya. Sungguh kasihan masa depan mereka bukan?

Oleh karena itu, marilah kita basmi para ‘pelakor’ dan ‘pebinor’ ini. Hehehehe…. (ekspresikan dengan wajah jahat).

Gue punya cerita bagus yang harus gue bagi dengan sahabat semua. Ini kisah nyata yang gue dengar sendiri dari teman nongkrong gue di warung kopi.

Jadi alur ceritanya begini, saat itu teman gue ini habis pulang dari beli lauk di warteg buat makan malam. Waktu itu pukul 22.00 WIB, di daerah komplek Gandul-Depok, Jawa Barat. Saat melintasi salah satu rumah dalam perjalanan pulang menggunakan motor, dia melihat ada satu rumah yang dimatikan lampunya. Ini hal yang aneh. Mengingat tidak biasanya seperti itu.

Terus teman gue ini kaget ada sesosok wanita dengan rambut panjang terurai dan menggunakan daster putih berdiri mematung di samping rumah yang gelap tadi. Merasa takut, teman gue langsung tancap gas menuju kos. Mungkin itu kuntilanak yang lagi cari bayi yang baru lahir kali. Percaya atau tidak, mitos atau fakta itu masih berkembang subur di masyarakat sih! Entahlah kebenarannya seperti apa. Kembali ke cerita.

Lantas, tidak ambil pusing. Teman gue masuk kamar dan menyiapkan makanan segera. Eh, tiba-tiba ada orang yang teriak maling! maling! maling!….. Tentu saja teman gue itu terperanjat panik dan langsung keluar rumah lalu ikut bersama warga mengejar si ‘maling’ itu. Teman gue satu lagi bahkan lebih sigap dari teman gue yang pertama. Pasalnya dia lari tanpa menggunakan sandal. Kurang greget apa lagi coba!

Baca Juga:

Tayuan, Film Semi Filipina Terbaik Tahun 2023 yang Realistis

Kenali Apa Itu Breadcrumbing dalam Hubungan, Lebih Parah daripada Ghosting!

Tidak jauh kira-kira jarak 100 meter dari kost-kostan, si ‘maling’ itu tertangkap basah oleh masyarakat sekitar. Bagaimana tidak? Ternyata itu pelaku berbadan gemuk. Jadi susah untuk melarikan diri.

Dengan nafas yang terengah-engah, si ‘maling’ itu bilang “Sudahlah Babeh Rojali, ini hanya salah paham. Saya tidak bermaksud melakukan itu kok.”

Si ‘maling’ sambil berusaha membela diri, tubuhnya pun digelandang ke rumah Babeh Rojali. Nah, ternyata rumah yang  gelap gulita tadi itulah milik Babeh Rojali. Di sana sudah ada wanita berusia 40 tahunan menyambut gelisah, sembari berkata. “Sudah ayah, malu diliatin warga ini.”

Eh, malah Babeh Rojali merespon ngegas. “Diam lu! Malu-malu, elu yang nggak tau malu! Anak udah dua masih aja kegatelan lu!”

Tidak sampai disitu, drama terus berlanjut. Babeh Rojali kemudian menunjuk-nunjuk muka si ‘maling’ sambil marah-marah. “Eh, kalo elu doyan sama bini gue ambil aja sana! Asal jangan anak-anak gue!”

Dan ternyata fakta terungkap saudara-saudara! Pelaku yang ditangkap itu bukanlah maling yang sesungguhnya, melainkan sosok pebinor yang lihai mengendap-endap di kebun pisang. Wanita yang diliat teman gue tadi pas pulang dari beli lauk itu, ternyata sedang menunggu dambaan hati yang lebih muda darinya. Apa yah disebutnya? Brondong mungkin yah. Menurut gosip tetangga sih, bukan! Si cowok itu udah punya keluarga juga katanya.

Babeh Rojali udah dari dulu mengendus gelagat aneh dari ‘dua sejoli haram’ itu. Dan tertangkap basahlah malam kelabu itu juga. Sungguh terlalu.

Wah, wah, wah…. !Jadi runyam ini masalahnya. Massa pun bubar segera. Ada ketua RT yang menangani kasus itu. Tentu saja para warga sedikit kecewa. Karena tuduhan maling itu bukanlah maling yang sebenarnya. Malah warga dibuat ikut terlibat dalam skenario Babeh Rojali yang cerdik dalam mempermalukan dua pasangan yang sedang menjalani ‘cinta terlarang’ itu.

Dua teman gue pun pulang dengan wajah cengengesan sembari tepuk jidat, sambil berkata, “Aduh. Salah tangkap gan! urusan rumah tangga toh”. Jadi, begitulah cara ampuh mengatasi pelakor atau pebinor, yakni dengan mempermalukannya di depan umum.

Namun, saya sarankan lebih baik diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu. Apabila masih terbilang sulit untuk dicarikan solusinya. Langkah selanjutnya adalah menegurnya dengan lebih tegas lagi kepada kedua belah pihak. Baik pihak laki-laki ataupun perempuan.

Jika mereka masih berani juga melakukan hubungan diam-diam di belakang suami, istri, dan anak-anaknya, maka tidak ada pilihan lain. Bolehlah menggunakan cara ini. Yakni memberikan pengumuman kepada masyarakat sekitar seperti apa yang dilakukan oleh Babeh Rojali dalam cerita ini. Perihal bagaimana hasilnya? Apakah ada efek jera bagi pelakunya? Coba anda buktikan saja. Sekian dan terima kasih. Semoga berfaedah.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2019 oleh

Tags: hubunganpebinorpelakorperselingkuhan
Jamal

Jamal

ArtikelTerkait

pacar menyebalkan

Please, Jangan Jadi Pacar Yang Menyebalkan!

12 Mei 2019
Membedah Isi Kepala Manusia yang Hobi Menggantungkan Hubungan Asmara terminal mojok.co

Kalau Orang Belum Pernah Pacaran Memangnya Kenapa?

10 Desember 2020
Pikirkan Hal Berikut Sebelum Terlanjur Mencintai Suami Orang MOJOK.CO

Pikirkan Hal Berikut Sebelum Terlanjur Mencintai Suami Orang

3 Agustus 2020
merindu tapi tak dirindu

Merindu Tapi Tak Dirindu Itu Enak Nggak Sih?

10 Juni 2019
langit abu-abu

Membedah Langit Abu-Abu dan Lagu Lain Milik Tulus: Sosok yang Datang Saat Ada Perlu, Lalu Hilang Entah Kemana

30 September 2019
ditolak

Jika Belum Ditolak, Jangan Pernah Mengatakan Dia Tidak Mencintaimu

1 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.