Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
4 Februari 2025
A A
Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah Mojok.co

Surat Terbuka untuk Bupati Lamongan Terpilih dari Warga yang Sudah Lelah (https://kominfo.jatimprov.go.id/)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejujurnya, sebagai warga Lamongan, saya tidak berekspektasi tinggi terhadap hasil Pilkada terakhir. Di mata saya, sosok calon bupati yang berlaga tidak ada yang benar-benar menarik. Itu mengapa, sosok yang terpilih dan akan dilantik bulan depan pun tidak terasa begitu “wah”. Ini menurut saya setelah menelusuri rekam jejaknya lho. 

Itu mengapa, sebagai warga biasa, saya nggak mau berharap yang muluk-muluk. Saya hanya ingin bupati terpilih setidaknya bisa menyelesaikan persoalan menahun yang membuat warganya lelah. Sejauh pengamatan saya, ada tiga hal atau persoalan yang sebaiknya segera diselesaikan.  

Tolong sudahi jalan rusak di Lamongan

Di setiap survei atau obrolan soal permasalahan di Lamongan, topik jalan rusak tidak akan pernah luput dari pembahasan. Bagi orang Lamongan, persoalan jalan rusak menjadi persoalan klasik yang tidak kunjung menemukan titik terang. Saya berani jamin, Saya berani jamin, jalan yang mulus jadi impian sebagian besar warga Lamongan. 

Bupati yang dilantik nanti nggak perlu janji muluk-muluk, kami cuma ingin berkendara tanpa harus uji nyali di jalan. Jadi, tolong sekali, perbaikilah jalanan di Lamongan. Sebab, rasanya nggak berlebihan kalau jalan mulus jadi salah satu hak dasar warga kabupaten Lamongan.

Pengelolaan pariwisata yang lebih maksimal

Bicara soal potensi wisata Lamongan, sebenarnya ada daerah yang sangat potensial, tapi belum digarap secara maksimal. Daerah itu bernama Paciran, Brondong yang ada di pesisir Lamongan. Saya tidak melebih-lebihkan. Sebab, selain ada wisata yang sudah cukup dikenal seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo & Goa (Mazola). Masih banyak lagi lho wisata hidden gem, seperti Monumen van der Wijck, Pantai Kutang, Pantai Pengkolan, dan sederet pantai yang bisa dikembangkan. 

Belum lagi potensi wisata religi, mulai dari Sunan Drajat, Sunan Sendang, sampai Maulana Ishaq (ayah dari Sunan Giri). Terakhir, ada aneka kuliner khas seperti legen, jumbrek, rujak rumput laut, serta berbagai olahan seafood dan nasi jagung. 

Bayangkan, kalau daerah pesisir ini didukung dengan transportasi umum yang terintegrasi. Serta, jalan menuju wisata dibuat lebih layak. Saya cukup yakin kecamatan ini akan jadi sentra wisata yang mendulang pendapatan daerah dengan optimal.

Lebih serius terhadap Persela Lamongan

Menurut saya, cara paling instan meningkatkan indeks kebahagiaan orang Lamongan adalah kemenangan Persela Lamongan. Hal yang terdengar sederhana ini bisa membuat orang Lamongan tiba-tiba sumringah, semakin semangat kerja, bahkan senyum-senyum sendiri sepanjang hari. Namun, hal sederhana itu begitu sulit mewujudkannya karena Persela hanya dijadikan alat politik selama ini. 

Baca Juga:

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

Sudah terlalu sering klub sepak bola kebanggaan kami ini jadi semacam pajangan di baliho saat musim kampanye tiba. Setelah pilkada usai, perhatian juga ikut menghilang. Klub yang seharusnya diurus serius malah terkesan cuma jadi ajang pencitraan. Kalau bupati nanti mau serius, ya urus Persela dengan tulus. Bukan buat modal kampanye saja.

Itu mengapa, tolong sekali sudahi dobel job, yakni menjadi bupati sekaligus CEO Persela seperti yang terjadi selama ini terjadi. Nggak bakal bisa fokus, terbukti Persela malah degradasi. Padahal, warga Lamongan nggak minta muluk-muluk kok, cukup lihat Persela berkembang dan berprestasi. Jadi, buat calon bupati terpilih, tolong banget, seriuslah sedikit mengurus Persela. Dan jangan jadikan klub kebanggaan ini sekadar alat politik saja.

Intinya, saya sangat berharap pada bupati Lamongan yang dilantik bulan Februari nanti benar-benar serius mengatasi tiga hal di atas. Pekerjaan rumah besar yang sudah lama menumpuk, tapi tidak segera dikerjakan oleh bupati-bupati sebelumnya. Hal ini bukan cuma demi Lamongan yang lebih baik, tapi biar kami, warga Lamongan nggak melulu terjebak di persoalan klasik yang membuat hidup yang sudah susah ini, jadi makin tambah ruwet.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Kendal, Daerah Salah Urus yang Bakal Jadi Kota Sampah di Pantura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2025 oleh

Tags: bupati lamonganjalan lamonganlamonganpersela
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Sebaiknya, Setiap Jalan Berlubang di Lamongan Diisi dengan Lele, Itung-itung Memperkuat Branding Lamongan sebagai Kota Pecel Lele

22 Maret 2024
7 Alasan Jombang Layak Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Timur Mojok.co lamongan

Jombang dan Lamongan, Saudara Senasib Sependeritaan: Sama-sama Dihimpit Tetangga yang Maju, Sama-sama Punya Infrastruktur Remuk

15 November 2025
Gerakan Warga Menambal Jalan Lamongan Cerminan Betapa Muak Warga terhadap Pemerintah Mojok.co

Lamongan Adalah Daerah dengan Pusat Kota Terburuk yang Pernah Saya Tahu

28 Juli 2025
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Mencoba Berprasangka Baik terhadap Kondisi Jalan Lamongan yang Rusaknya Abadi

2 November 2024
Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, "Raja Terakhir" Jalur Berbahaya di Lamongan

Jalan Pucuk-Blimbing Lamongan, “Raja Terakhir” Jalur Berbahaya di Lamongan

18 Februari 2024
4 Dosa Penjual Pecel Lele yang Mengaku Asli Lamongan Mojok.co

4 Dosa Penjual Pecel Lele yang Mengaku Asli Lamongan

10 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons)

Nasib Orang Surabaya di Gresik: Bertahan Hidup di Tengah Matinya PDAM dan Ganasnya Sistem Inden SD

19 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.