Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bukit Menoreh Memang Tidak Nyaman, dan Kamu Juga Nggak Harus Suka kok

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
5 Maret 2026
A A
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya asli Purworejo, dan setiap kali ke Jogja, sesekali saya lewat jalur Pegunungan Menoreh. Bukan untuk cari sunrise. Bukan untuk konten. Kadang cuma karena ingin jalan yang lebih sepi. Kadang juga karena memang itu rute yang terasa “lebih pulang”.

Belakangan saya membaca tulisan di Mojok berjudul Bukit Menoreh Kulon Progo Bikin Kapok untuk Kembali Lagi. Saya paham maksudnya. Jalannya berkelok. Tanjakannya tidak ramah. Aksesnya tidak semudah tempat wisata lain yang tinggal parkir, turun, foto, lalu pulang dengan lega.

Kalau tujuannya memang mencari yang praktis, ya wajar kalau kapok. Tapi terus terang, saya tidak sepenuhnya setuju kalau Menoreh dinilai cukup sekali saja.

Mungkin masalahnya bukan di Menorehnya. Kita semua tahu, akses ke Menoreh itu memang tak mudah. Yang diincar memang bukan kenyamanan, ya namanya juga pegunungan, kalau cari nyaman mah kafe sono.

Justru karena ketidaknyamanan, kita akhirnya bisa menikmati Menoreh secara utuh. Dengan lebih fokus, dengan merasakan kehadirannya saat kita melewati. Barulah perjalanan bisa benar-benar dinikmati.

Ketidaknyamanan itu adalah konsumsi harian

Secara wilayah, Pegunungan Menoreh membentang dari Purworejo, melewati Kulon Progo, sampai mendekati Magelang. Dan ya, ini pegunungan. Maka memang, Menoreh tidak bisa menawarkan kenyamanan.

Tapi coba kita lihat dari sudut lain. Begini, mungkin, bagi kita, tanjakannya tidak ramah, jalannya berkelok, akses tidak mudah. Baik, itu valid. Tapi bagaimana bagi warga sekitar?

Tanjakan mengerikan itu jelas bukan tantangan wisata. Itu jalur harian, akses ke sekolah, jalan menuju pasar, dan akses ke mana saja. Apa yang bagi pengunjung terasa melelahkan, bagi mereka adalah rutinitas. Jadi ketika ada yang bilang kapok karena jalannya capek, saya kadang merasa perspektifnya memang berbeda sejak awal.

Baca Juga:

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan

Tapi ya, harus dipahami juga, datang sebagai turis tentu beda dengan melewati sebagai bagian dari hidup. Hanya saja, tetap tidak adil jika menghakimi suatu tempat wisata tanpa melihatnya secara adil.

Tidak semua orang harus suka Menoreh juga, kok

Saya tidak mengatakan semua orang harus suka Menoreh. Sebab, tidak semua orang cocok dengan jalan sempit dan tikungan panjang. Tidak semua orang menikmati perjalanan yang menuntut kesabaran. Tapi menyimpulkan bahwa ia cukup sekali saja mungkin terlalu tergesa.

Bagi saya, yang lahir dan besar tidak jauh dari situ, Menoreh bukan cuma soal pemandangan. Menoreh adalah penghubung, batas alam yang memisahkan sekaligus menyatukan. Latar dari perjalanan-perjalanan kecil yang mungkin tidak dramatis, tapi membentuk cara kita melihat jarak dan waktu.

Sebagai orang Purworejo, saya tidak (bisa dan tidak akan mungkin) melihat Menoreh sebagai tempat yang bikin kapok. Saya melihatnya sebagai bagian dari rumah yang mungkin tidak selalu nyaman, tapi selalu punya alasan untuk dilewati kembali. Sebab, kenyamanan memang tidak pernah seragam, bukan?

Penulis: Budi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Jenis Orang yang Sebaiknya Tidak Berkunjung ke Tumpeng Menoreh

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: bukit menorehkopi menorehpegunungan menorehtempat wisata menorehtumpeng menoreh
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan

Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan

11 Oktober 2025
Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah Mojok.co

Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah

17 Juni 2024
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Sumber Gambar Tumpeng Menoreh via YouTube Rian Wicaksono

3 Jenis Orang yang Sebaiknya Tidak Berkunjung ke Tumpeng Menoreh

22 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro Mojok.co

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

28 Maret 2026
Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

Mobil Hybrid (Sebenarnya) Bukan Pilihan Buruk, tapi Bisa Bikin Tekor

27 Maret 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat Mojok.co

Bersyukur Gagal Naik PO Haryanto Magelang-Demak, Kehabisan Tiket Berujung Pengalaman Mudik yang Lebih Berkesan dan Hangat

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”
  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.