Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Abd. Muhaimin oleh Abd. Muhaimin
21 Oktober 2023
A A
Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti

Buket Wisuda, Perayaan yang Goblok dan Balas Budi yang Tanpa Arti (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Buket uang untuk ajang pamer

Mungkin ada teman-teman calon wisudawan tahun ini merasa bimbang bagaimana andai tak ada yang memberi buket di hari perayaan nanti. Tenang, pikiran itu juga menghantui saya tahun lalu, beberapa bulan sebelum diwisuda. Sebagai seorang anak petani kampung, menghayal bahwa orang tua saya akan tebersit untuk membelikan anaknya sebuah buket adalah mimpi di siang bolong.

Apalagi saya juga seorang jomblo, jadi kemungkinan hadiah itu datang dari pacar atau tunangan mustahil pula. Salah satu harapan, ya, dari seorang teman.

Tapi, saya sadar diri setelah itu, bahwa mengharap pemberian orang lain itu tidak baik. Saya mencoba membuat hati saya lebih legowo. Toh, ada atau tidak yang beri hadiah, sama saja kan, meskipun nanti rasa minder itu datang. Jujur saja saya merasa iri hati melihat mahasiswa lain yang dikasi buket uang kertas bergambar Bung Karno dan Bung Hatta atau buket-buket dalam bentuk lain.

Bagi orang macam saya, hal itu adalah ajang pamer-pamer yang sama sekali nirfaedah. Tujuan memberi buket bukan lagi sebagai ungkapan rasa syukur, melainkan alat untuk flexing, terlebih di media sosial. Meskipun dari sisi yang diberi tidak bermaksud demikian, bisa jadi dari sisi si pemberi yang pengin unjuk eksistensi.

Utang buket yang diharus dibalas

Terakhir, budaya beri-memberi buket saat ini sudah jauh dari kata ikhlas. Jika saya diberi buket oleh seseorang misalnya, suatu nanti saya harus membalas budi pemberiannya. Bayangkan saja jika saya dikasih buket uang beratus-ratus ribu, apakah saya akan membalasnya dengan buket jajanan seharga Rp1000-an, jelas tidak kan. Ini juga bukan hanya berlaku pada buket di momen wisuda, di momen lain semacam pernikahan pun juga terjadi. Kita wajib membalas pemberian kado dari orang yang dulu memberi kado di hari pernikahan kita, misalnya.

Untuk contoh terakhir, budaya semacam itu memang merupakan bentuk balas budi, atau di Madura dikenal dengan “males thengka”. Saling berbalas “thengka” dalam pernikahan sudah menjadi budaya yang mandarah daging, karena pernikahan merupakan ritual yang dianggap sakral. Namun, beda cerita dengan wisuda yang hanya sebatas perayaan semata.

Memang mencari nilai edukatif dalam buket wisuda itu sulit, sebab wisuda itu sendiri pada hakikatnya tidak bersifat edukatif. Makanya Kemendikbud sendiri tidak mewajibkannya.

Jika saya diberi pilihan, saya akan milih nggak ikut acara wisuda, biar tak keluar biaya. Tapi, karena wisuda sudah menjadi budaya yang “wajib” di masyarakat kita, apalah daya. Dan lagi, jangan sampai beri-memberi buket itu menjadi budaya pamerisme yang tak bermanfaat yang menambah deret kenelangsaan mahasiswa yang wisudanya udah “susah”.

Baca Juga:

Balasan terhadap tulisan tukang cukur Madura: sampai kapan Madura terus dikaitkan dengan hal-hal yang tidak ada hubungannya?

5 Dosa tukang cukur Madura yang bikin pelanggan risih dan kapok balik lagi

Penulis: Abd. Muhaimin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Merencanakan Selebrasi, padahal Ngajuin Judul Skripsi Saja Belum. Kebiasaan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 Oktober 2023 oleh

Tags: buket bungaFlexinghighlightmadurapamerperayaanpilihan redaksiwisuda
Abd. Muhaimin

Abd. Muhaimin

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Bekerja di Penerbit Erlangga. Asli Sumenep, pemerhati isu sosial dan mahasiswa.

ArtikelTerkait

8 Drama Korea yang Sudah Konfirmasi Season 2 selain All of Us Are Dead Terminal Mojok

8 Drama Korea selain All of Us Are Dead yang Konfirmasi Season 2

9 Juni 2022
Realme realmebook mojok

RealmeBook: Laptop Murah dengan Spesifikasi Edan

17 September 2021
Orang Waru Sidoarjo Lebih Suka Disebut Orang Surabaya daripada Orang Sidoarjo

Orang Waru Sidoarjo Lebih Suka Disebut Orang Surabaya daripada Orang Sidoarjo

25 Januari 2024
Ungkapan Bahasa Sunda yang Wajib Diketahui Penutur Non-Sunda terminal mojok

Ungkapan Bahasa Sunda yang Wajib Diketahui Penutur Non-Sunda

29 November 2021
Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

Kecamatan Kalasan Memang Nanggung, Terlalu Cupu untuk Jogja, tapi Terlalu Modern untuk Klaten  

23 Juli 2024
Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Enak, sih, kecuali Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

Sisi Gelap Kerja di Pemerintahan: Nggak Enaknya Jadi Ajudan Pimpinan Instansi Daerah

6 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu pindah ke Salatiga (Unsplash)

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

2 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.