Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Bukber Sebagai Ajang Unjuk Diri

Ratih Kusuma Wardani oleh Ratih Kusuma Wardani
14 Mei 2019
A A
4 Alasan Saya Nggak Kangen Bukber Sama Sekali Tidak Ada Ajakan Buka Bersama Hari Ini bukber ramadan

bukber ramadan

Share on FacebookShare on Twitter

Ngabuburit sembari melepas rindu, katanya. Buka bersama (bukber) dimaknai sebagai kumpul-kumpul khas di bulan Ramadan. Tahun berganti tahun ritual ini menjadi agenda wajib bagi insan-insan muda khususnya. Bukber dari teman Taman Kanak-Kanak hingga SMA. Bukber geng ini, geng itu—bahkan saking banyaknya agenda bukber sampai jarang buka puasa di rumah. Bagi mahasiswa-mahasiswa perantauan ini adalah momen kumpul bareng lagi dengan teman-teman di kota kalian.

Dari awal Ramadan grup-grup Whatsapp yang tadinya sepi layaknya hati yang ditinggal mantan pacar tiba-tiba mulai ramai basa-basi kapan yuk bukber?  Lama nih nggak ketemu. Kawan yang telah lama berpisah karena mengejar pencapaian hidup masing-masing. Demi temu kangen, beberapa kali saya menyetujui ajakan ini. Tulus dari lubuk hati yang terdalam saya memang rindu guyonan-guyonan jaman sekolah.

Biasanya diawali drama-drama ribet mencocokan tanggal lalu booking cafe kekinian. Sore tiba, satu per satu kawan mulai berdatangan dan berjabat tangan. Tegur sapa tipis-tipis, haha hihi yang cukup garing bagiku. Dalam hati aku membatin, waktu memang dahsyat ya, bisa mengubah keakraban jadi kecanggungan.

Awalnya sebenarnya saya memaklumi, tiap dari kami pasti menemui banyak hal yang berbeda, banyak orang, banyak lingkungan, banyak cara pandang. Namun setelah satu dua tiga kali bertemu, dan ternyata memang beberapa dari kami bukan yang seperti dulu.

Entah ini hanya perasaan saya saja atau bagaimana ya. Rasa-rasanya temu kangen entah apapun itu namanya, bukber, reuni, atau kumpul-kumpul bareng. Terkadang bukan lagi tentang melepas rindu, tapi tentang kini siapa diri kita.

Sekarang sudah punya apa? Gimana kehidupanmu? Mapankah atau sengsara? Ini perasaan lucu atau sedih, saya pun juga bingung. Mayoritas dari kami masih sama-sama menempuh pendidikan dan beberapa dari kami agaknya mereka merasa yang paling di antara yang lain.

Yang menggelikan sekali di telinga saya adalah ketika sebagian dari mereka adalah calon orang-orang yang berpangkat, hanya membicarakan tentang mereka, yang seakan-akan merekalah yang paling mapan hidupnya. Yang paling urgent untuk dibicarakan di pertemuan ini adalah hidup mereka.  Apakah saya bangga dengan pencapaian mereka? Ya, saya ikut bangga dan senang, tentu. Tapi makin lama obrolan-obrolan yang terlontar jadi membosankan.

Saya perhatikan, kawan-kawan yang memang bukan di lingkaran itu ya cuma diam-diam saja, mau nimbrung ya nimbrung apa kan bingung la wong nggak bidangnya dan saya paham kalaupun nanti nimbrung malah terdengar aneh. Pernahkan ada disituasi lagi kumpul tapi yang asyik banget cuma beberapa, sisanya nggak tau mau ngapain. Lucu juga sih kalau diingat-ingat.

Baca Juga:

Bukber Itu Cuma Akal-akalan Kapitalisme, Kalian Cuma Dibodohi, dan Anehnya, Kalian Nurut!

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Jadi apa yang didapat dari buka bersama kali ini? Ya cuma paketan nasi ayam sambal dan lalapan plus es teh hehe. Nggak happy setelah bertemu, ya cuma gitu, flat aja.

Saya tidak iri atau kurang menerima nasib mereka yang sebagian orang mengganggap itu sesuatu yang didambakan. Tapi berbicara tentang hidup, menurut saya setiap orang punya standar pencapaiannya masing-masing. Mungkin, bagi saya makan setiap hari dan tidak memiliki hutang sudah lebih dari cukup, mungkin bagi orang lain berseragam atau berpenghasilan tetap adalah sebuah pencapaian. Ya itu sah-sah saja kok.

Mungkin, ini hanya kekecewaan saya saja karena pertemuan ini tidak seperti apa yang saya harapkan, tidak sesuai ekspektasi saya. Tapi saya juga gelisah jika nantinya sebuah rindu yang jadi alasan untuk bertemu hanya sebatas alasan, jika nanti guyonan-guyonan lama berubah jadi jumawa.

Ini adalah tulisan keresahan hati saya, keprihatinan tentang sebuah pertemuan. Mungkin bagi sebagian orang akan menganggap saya saja yang terlalu berlebihan. Karena saya memang sungguh kangen untuk ngobrol ngalor-ngidul dengan mereka sampai lupa waktu, tertawa lepas tanpa ada embel-embel saya siapa kamu siapa. Toh, dulu waktu sekolah sama-sama konyol, kenapa ketika sudah berusia jadi mengkotak-kotakkan segala sesuatu? Ingat gaes, sejatinya bukber adalah wadah temu kangen.

Untuk teman-teman yang sudah memiliki agenda reuni, saya harap ini bukan ajang untuk menunjukan siapa dirimu, jikalau pun kamu sekarang hebat menurut versimu—tanpa perlu kamu teriak-teriakan—kabar baik akan selalu tersebar.

Salam kangen untuk teman-teman lamaku. *peluk online*

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2021 oleh

Tags: Buka BersamaBukberReuniUnjuk Diri
Ratih Kusuma Wardani

Ratih Kusuma Wardani

Perempuan biasa yang bekerja dari mana saja, pemerhati sekitar kadang juga media sosial. Tea person, suka berkebun, kadang fun hiking, atau nonton film nostalgia.

ArtikelTerkait

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman

7 April 2024
Ritual Buka Bersama PNS yang Gitu-gitu Aja Terminal Mojok bukber

Tutorial Menolak Ajakan Bukber Menyebalkan yang Patut Dicoba

23 Maret 2023
reuni

Mengulas Sisi Baik Reuni, Memang Ada?

16 Juli 2019
Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

Reuni Adalah Ajang Pamer Kesuksesan Paling Munafik: Silaturahmi Cuma Kedok, Aslinya Mau Validasi Siapa yang Paling Cepat Jadi Orang Kaya, yang Miskin Harap Sadar Diri

30 Januari 2026
jemaah tarawih sepi terus ramai lagi mojok

Alasan Jemaah Tarawih Ramai di Awal, Sepi di Tengah, dan Ramai Kembali di Akhir Ramadan. #TakjilanTerminal24

24 April 2021
bukber ramadan, kangen bukber

4 Alasan yang Bikin Kita Kangen Bukber

4 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.