Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan

Geza Xiau oleh Geza Xiau
20 Maret 2022
A A
Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan

Branding Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang Berlebihan (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Madiun memang punya banyak padepokan silat, tapi, branding kampung pesilat sepertinya perlu direvisi lagi

Menurut Google, branding adalah merek yang digunakan sebagai tanda pengenal. Biar kelihatan ngakademis, kalau kita merujuk pada penelitian Muktiali, (2008) mengungkapkan kalau brand dalam suatu wilayah/kota merupakan hal unik dan sangat kompleks. Di dalamnya tidak hanya membicarakan mengenai bangunan/gedung, logo, dan slogan, tetapi juga masyarakat beserta kebiasaaanya.

Siluet pendekar (Shutterstock.com)

Nah, branding yang akan kita kulik kali ini adalah branding Madiun. Madiun punya branding tersendiri, yaitu kampung pesilat Indonesia. Bagi kalian yang tahu tentang silat, pasti setuju atau merasa wajar jika kota tersebut mem-branding dirinya sebagai kota pesilat. Tapi, menurut saya, jujur branding ini berlebihan.

Sebelum kalian protes, biarkan saya menjelaskan pendapat saya. Semoga kita bisa saling menerima ya.

Kenapa saya pikir branding ini berlebihan, pertama, karena branding ini hanya wah dan sangar saat launching saja. Sejauh yang saya lihat, komitmen dan efektivitas branding ini belum terlihat dan perlu dipertanyakan.

Kalau dilihat dari peluncuran lagu “Kampung Pesilat Nguatne Ati” dan pembangunan Padepokan Madiun Kampung Pesilat, ya keliatan serius. Tapi, setelah itu, gimana? Kalau hanya kulit, ya percuma.

Pesilat sabung (Ahmad Saifulloh via Shutterstock.com)

Kedua, konflik antar-perguruan silat yang masih terjadi. Di Madiun, banyak perguruan silat. Tapi, alih-alih kuat citranya sebagai penghasil pendekar dengan jiwa yang kuat, yang sering terdengar adalah konflik antar-perguruan. Ya memang itu hanya oknum, tapi masalahnya kok ya dari dulu selalu ada gitu lho.

Memang, tak adil jika kita bicara hal yang negatif terus. Tapi, tak bisa menyalahkan juga jika orang mengecap negatif, sebab, dari dulu masalahnya nggak selesai-selesai.

Baca Juga:

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Saya mau cerita sedikit, biar kalian paham kenapa konflik perguruan ini penting untuk evaluasi branding. Tiap Suro, saya menyaksikan bentrokan tersebut. Ya gimana, wong terjadinya di desa saya. Desa saya selalu dibangun pos polisi tiap Suro, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Tapi, meski sudah banyak aparat yang menjaga agar konflik tetap tak terjadi, gesekan dan bentrokan tetap saja terjadi. Sekarang memang intensitasnya menurun, tapi tetap saja ada satu-dua kejadian bentrokan.

Nah, branding kampung pesilat tersebut malah jadi terasa aneh kalau dilihat. Sebab, yang dijadiin branding justru bersikap seperti itu. Ya saya tahu itu oknum, tapi, masak kejadian terus?

Ketiga, meski daerah ini menggaungkan dirinya sebagai Kampung Pesilat Indonesia, namun atlet yang membawa pulang medali emas pada perhelatan pencak silat Asian Games 2018, tak ada yang berasal dari Madiun. Yaaa sejauh saya mencari informasi sih nggak ada. Tentu hal ini menunjukkan harus adanya pembenahan dalam standar kompetensi atau kepelatihan pencak silat di Madiun. Tapi saya yakin, pasti ada satu dua atau lebih pesilat dari kampung pesilat yang berprestasi dan tentunya saya sangat senang serta turut mengapresiasi.

Jurus (Muhammad Solikin via Shutterstock.com)

Agar branding ini tak terlihat berlebihan, tentu harus ada pembenahan dari banyak lini, penguatan regulasi, dan fasilitas yang harus benar benar dipikirkan oleh pemerintah. Branding sebaiknya tak berakhir jadi kulit, namun harus meresap.

Ajaran dari pencak silat adalah menjadi manusia yang tahu benar dan salah, membela kebenaran, dan setia pada moral. Jika konflik yang terus muncul, rasanya miris. Padahal Madiun bisa jadi contoh untuk daerah lain, bahwa dari silat, mereka bisa menciptakan SDM yang unggul dan punya moral compass yang kuat.

Semoga keluh kesah saya dapat diterima. Salam damai Madiunku.

Penulis: Geza Xiau
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2022 oleh

Tags: brandingkampung pesilatkonflikmadiun
Geza Xiau

Geza Xiau

Pemuda males ibadah tapi percaya Tuhan.

ArtikelTerkait

Saya Benci PSI, tapi Saya Harus Akui Strategi Brandingnya Hebat

Saya Benci PSI, tapi Saya Harus Akui Strategi Brandingnya Hebat

24 Oktober 2023
Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

28 November 2025
bolu halal

Jangankan Bolu, Kondom Pun Harus Halal

30 Juli 2019
Nasi Pecel Ketan, Menu Sarapan Mengenyangkan di Banyuwangi Mojok.co

Nasi Pecel Ketan: Menu Sarapan di Banyuwangi yang Bikin Kenyang 7 Turunan

30 Oktober 2023
Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

Perjalanan Sragen-Madiun Lebih Nyaman Menggunakan KA Bias daripada Bus yang Bikin Jantung Nggak Aman!

23 Oktober 2025
Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

Jokowi Sebaiknya Turun Mendamaikan Babarsari, ketimbang Ngurusin Putin yang Ngeyelan

5 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang "Nyeila", Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Memang Lagu Mereka Mojok.co

6 Lagu Sheila On 7 yang Kurang “Nyeila”, Terdengar seperti Band Lain. Perlu Diputar Berkali-kali untuk Sadar Itu Lagu Mereka 

6 Juni 2026
6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang Mojok.co

6 Alasan Kebumen Lebih Menarik daripada yang Terlihat di Brosur dan Dibayangkan Banyak Orang

7 Juni 2026
Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang Mojok,co

Derita Jadi WNI: Pelayanan Publik Tutup di Akhir Pekan, Saat Kebanyakan Warga Baru Punya Waktu Luang

5 Juni 2026
Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

Sisi Gelap Sekretariat UKM Kampus: Ketika Ruang Kerja Bergeser Menjadi Ruang Pribadi

7 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.