Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Bisakah Jajanan Tradisional Indonesia Go International?

Sigit Candra Lesmana oleh Sigit Candra Lesmana
4 Februari 2022
A A
Bisakah Jajanan Tradisional Indonesia Go International?

Bisakah Jajanan Tradisional Indonesia Go International? (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia itu keberagamannya sudah tidak perlu diragukan lagi. Apalagi keberagaman kulinernya, jan buanyak banget. Ambil contoh jenis kue tradisional Indonesia atau yang biasa disebut dengan jajanan pasar. Jajanan ini seperti yang kita sudah ketahui memang memiliki jenis yang sangat beragam. Jika kita pernah mengunjungi pasar atau stand penjual jajanan pasar, mata kita akan dimanjakan dengan berbagai jenis jajanan pasar yang tersedia.

Jajanan pasar sering kali digunakan sebagai hantaran atau berkat slametan. Pulang dari slametan, tahlilan, atau walima’an tentu pasti kita akan diberi kotakan yang berisi nasi lengkap dengan lauknya dan aneka jajanan pasar. Namun dengan banyaknya jenis jajanan tradisional Indonesia, kok nggak ada satu pun yang mendunia ya?

Kue-kue yang hits pasti berasal dari luar negeri. Sebut saja rainbow cake yang berasal dari Amerika Serikat, macaron yang terkenal dari Perancis, atau kue brownies yang juga berasal dari Amerika Serikat. Kue-kue ini begitu terkenal hingga kita yang berada jauh dari negeri asalnya saja sampai tahu, bahkan juga bisa merasakannya.

Namun kue tradisional Indonesia seperti nagasari a.k.a sumpil, putu ayu, roti kukus, madumongso, tidak menjadi fenomena global. Pertanyaannya, mengapa?

Saya sering menonton channel Asian Food Network dan channel masakan lainnya. Biasanya saya nonton sambil makan, meskipun tidak mengubah rasa makanan yang saya makan. Selama pengalaman saya menonton channel tersebut, jarang saya temui masakan Indonesia apalagi kuenya. Memang ada beberapa episode yang menayangkan masakan Indonesia, tapi sangat jarang.

Bahkan di channel Asian Food Network yang memang fokus terhadap kuliner Asia, masakan Indonesia juga cukup jarang ditayangkan. Lebih banyak kuliner Jepang, Cina, dan Korea. Asia Tenggara sendiri banyak diwakilkan oleh Malaysia dan Singapura. Bahkan cukup banyak program yang bertemakan kuliner Singapura dan Malaysia di channel ini. Ya mungkin juga karena memang basis Asian Food Network di Singapura.

Bahkan ketenaran kuliner Indonesia di mata dunia masih kalah dengan ketenaran kuliner Thailand dan Vietnam. Dan itu semua ada sebabnya: gastrodiplomasi.

Singkatnya, gastrodiplomasi adalah diplomasi dengan media makanan. Bisa dalam bentuk jamuan, atau promosi ke dalam film. Khusus untuk Thailand, mereka punya cara yang unik.

Baca Juga:

4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z

Pasar Atom Surabaya, Setia Merawat Kuliner Tradisional di Kota Pahlawan

Pemerintah Thailand membiayai masyarakat Thailand yang tinggal di luar negeri yang ingin membuka restoran khas Thailand. Hal ini bertujuan agar kuliner mereka dikenal, yang nantinya akan mengenalkan Thailand, lalu menarik mereka untuk berwisata.

Meski terdengar sepele, nyatanya cara itu berhasil. Kuliner selalu jadi daya tarik yang kuat. Orang jadi tertarik mengunjungi suatu negara karena penasaran akan pengalaman makan langsung di negara asalnya.

Kalian masih nggak percaya hal ini efeknya besar? Sekarang gini aja, berapa dari kalian yang pengin makan ramen gara-gara Naruto? Nah, paham kalian.

Cara yang sama sebaiknya ditempuh Indonesia. Dari segi rasa, tak mungkin Indonesia kalah dengan negara lain. Wong rendang saja pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia kok. Hal itu saja cukup memberi bukti bahwa makanan Indonesia bisa diterima secara universal.

Tapi, rendang memang populer. Rasanya tak sepadan jika dibandingkan dengan jajanan tradisional. Tapi, dengan promosi yang niat juga masif, saya yakin kepopuleran jajanan tradisional Indonesia bisa satu tingkat dengan rendang.

Saya kira, kita perlu lebih giat dalam mengenalkan kuliner Indonesia. Perlu sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku media, juga influencer yang cukup berpengaruh. Memang butuh waktu lama, tapi ketika berhasil, saya rasa semua bisa mendapatkan buahnya. Seperti kuliner Korea Selatan, yang dikenalkan masif lewat drakor, hingga bikin Indonesia dipenuhi banyak kedai makanan Korea.

Jadi,yang perlu pemerintah lakukan sekarang, paling awal, adalah memberi bantuan untuk para rakyat Indonesia yang tinggal di luar negeri untuk membuka resto. Atau melobi para pembuat film untuk menyelipkan kuliner Indonesia dalam adegan film. Misalnya, film Thor nanti ada adegan Jane Foster makan nagasari, kan bisa tuh.

Penulis: Sigit Candra Lesmana

Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: jajanan tradisional
Sigit Candra Lesmana

Sigit Candra Lesmana

Lulusan S-1 yang sedang belajar menulis.

ArtikelTerkait

Pasar Atom Surabaya, Setia Merawat Kuliner Tradisional di Kota Pahlawan

Pasar Atom Surabaya, Setia Merawat Kuliner Tradisional di Kota Pahlawan

17 April 2024
Clorot, Makanan Khas Purworejo yang Mulai Langka Tergeser Makanan Modern

Clorot, Makanan Khas Purworejo yang Mulai Langka Tergeser Makanan Modern

3 Februari 2024
Jenang Dumbleg, Makanan Khas Nganjuk yang Jarang Dinikmati Orang Nganjuk

Jenang Dumbleg, Makanan Khas Nganjuk yang Jarang Dinikmati Orang Nganjuk

25 Januari 2024
4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z

4 Makanan Tradisional dari Jateng dan Jogja yang Nggak Diketahui Gen Z

7 Oktober 2024
Kopi ABC Klepon, Kopi Saset Rasa Jajanan Pasar yang Berhasil Mencuri Perhatian

Kopi ABC Klepon, Kopi Saset Rasa Jajanan Pasar yang Berhasil Mencuri Perhatian

21 Desember 2023
Penjual Jipang Keliling di Surabaya Meski Kekurangan Tetap Ikhlas Berbagi Rezeki di Bulan Ramadan

Penjual Jipang Keliling di Surabaya: Meski Kekurangan, Berharap Bisa Bagi-bagi Sandal Jepit kepada Pedagang Keliling Lain di Bulan Ramadan

15 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku Mojok.co

Tidak Melulu Soal Hantu, Punya Rumah Dekat Kuburan Jadi “Horor” karena Susah Laku

20 April 2026
Kuliah S2 Itu Wajib Caper kalau Tidak, Kalian Cuma Buang-buang Uang dan Melewatkan Banyak Kesempatan Mojok.co

Kuliah S2 Itu Ternyata Mahal: SPP-nya Bisa Jadi Murah, tapi Akan Ada Biaya Tambahan yang Menghantam!

23 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup (Unsplash)

Nasi Uduk Itu Nostalgia, Nasi Padang Itu Strategi Bertahan Hidup

19 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.