Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Bertahan Hidup dengan Mengandalkan Promo dan Cashback

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
11 November 2019
A A
Bertahan Hidup dengan Mengandalkan Promo dan Cashback
Share on FacebookShare on Twitter

Suatu ketika ibu pernah berpesan, “Berapa pun gaji yang didapat, nggak akan pernah terasa cukup kalau nggak disesuaikan dengan gaya hidup.” Pada waktu tertentu, pesan ibu sangat berguna dan akan selalu saya ingat bagi saya yang boros dan sering kali menghamburkan uang untuk belanja ini-itu. Padahal gaji yang didapat hanya sebesar UMR lebih sedikit.

Bukan maksud tidak bersyukur, tapi ada kalanya saya—atau kebanyakan dari kita—tidak proporsional dalam membelanjakan uang untuk keinginan yang terbilang banyak. Meski utamanya adalah untuk kebutuhan primer—makan—tapi tidak dapat dimungkiri terkadang jajan ini-itu menjadi rutinitas. Sehingga boros pun menjadi suatu hal yang sulit dihindari. Belum lagi beli es kopi dengan berbagai merk dan varian rasanya. Gimana mau nabung kalau rayuan es kopi saja sulit ditolak? Hadeeeh.

Pasalnya, semurah apa pun camilannya, jika dibeli secara rutin, tentu pada akhirnya pundi-pundi untuk menabung akan dikesampingkan juga, Mylov~

Dalam menghadapi boros dan defisit keuangan pada “tanggal tua”, rasanya harus diakui mengandalkan promo dan cashback adalah opsi utama dalam bertahan hidup. Sederhananya, sih, agar dapat menyesuaikan anggaran yang dimiliki sampai dengan tanggal gajian berikutnya.

Saat ini, tidak sulit menemukan banyak promo di beberapa booth makanan juga minuman. Dari yang belum familiar sampai dengan produk ternama dan sudah dikenal oleh banyak orang. Bahkan, di beberapa warung makan—masakan padang dan pecel lele—pun saat ini sudah memakai promo juga cashback dari dompet digital atau digital payment seperti DANA, OVO, atau Gopay. Berkat beberapa metode pembayaran yang melibatkan promo pada aplikasi tersebut, rasanya tidak berlebihan jika saya merasa bisa sedikit berhemat—bahkan menabung.

Bahkan, di kawasan Jakarta, kini ada aplikasi AtoZGo yang siap mengantarkan pesanan makanan sesuai aplikasi melalui kurirnya. Diskon atau potongan harga yang diberikan pun terbilang variatif, bahkan bisa sampai dengan 50%. Pada akhirnya, beberapa aplikasi pembayaran pun bersaing dalam mendapatkan perhatian para pengguna dengan memberikan promo, cashback, atau diskon yang menggiurkan—dan sulit ditolak.

Pada akhirnya, saya menjadi salah satu pelanggan yang tidak menyia-nyiakan promo tersebut. Hampir setiap hari—utamanya pada saat jam makan siang—saya bersama teman-teman yang lain berlomba untuk membeli menu favorit. Karena harga tiap menu terbilang murah, tak jarang pula kami kembali memesan camilan pada sore harinya. Bahkan kami terbiasa membeli camilan yang bervariasi agar bisa saling mencoba satu sama lain.

Awalnya, saya pikir berbelanja juga membeli menu makan siang dengan berbagai promo yang ada pada aplikasi akan menghemat anggaran setiap bulannya, nyatanya justru sebaliknya. Promo yang ada seakan memiliki dua mata pisau bagi para customer—atau mungkin hanya saya? Di satu sisi jelas menguntungkan juga menghemat pengeluaran, tapi di sisi yang lain malah jadi pemborosan. Lha, kok bisa?

Baca Juga:

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

Sisi Gelap Tebus Murah Indomaret: Bukannya Lebih Hemat, Pembeli Malah Makin Boros

Begini, menurut penelusuran saya, saat ini segala macam bentuk promo bisa disejajarkan dengan reward ketika melakukan sesuatu. Pada dasarnya, reward akan membuat seseorang mengulangi hal yang sama dalam jangka waktu tertentu karena dirasa menyenangkan—apalagi jika sampai mendapat keuntungan. Hal itu yang membuat saya juga beberapa teman-teman terus-menerus menggunakan promo, tanpa disadari berbanding lurus dengan uang yang harus dibelanjakan.

Niat mau berhemat dan menabung berdasarkan promo, diskon, juga cahsback yang ada, malah insecure dengan kondisi keuangan sampai tanggal gajian berikutnya.

Meskipun begitu, kita harus tetap berterima kasih terhadap promo yang ditawarkan di banyak area—khususnya tempat makan—melalui digital payment. Karenanya, secara sadar atau tidak, seringkali promo tersebut menjadi penyelamat di akhir bulan ketika kondisi keuangan sedang seret-seretnya. Bahkan terkadang menyisihkan uang pun bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit dilakukan.

Tidak heran jika saat ini, banyak orang men-download beberapa aplikasi sekaligus demi mendapatkan promosi juga cashback atau potongan harga yang paling tinggi, sehingga bisa lebih murah dalam melakukan pembayaran. Sah-sah saja, toh, bertahan hidup dan menyisihkan uang dari promosi yang diberikan beberapa layanan? Selagi digunakan secara bijak, rasanya promosi akan sama-sama memberi keuntungan bagi penjual, pembeli, juga penyedia layanan.

BACA JUGA Tidak Percaya dengan Harga Diskon Bukanlah Suatu Dosa atau tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 November 2019 oleh

Tags: cashbacke-moneypromoSeto
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Gojek vs Grab, Mana yang Lebih Worth setelah Era Bakar Duit Sudah Berakhir?

Gojek vs Grab, Mana yang Lebih Worth setelah Era Bakar Duit Sudah Berakhir?

15 Februari 2024
6 Hal yang Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta Mojok.co

6 Hal Perlu Disiapkan Warga Kabupaten yang Berencana ke Jakarta agar Tidak Kerepotan

2 Desember 2023
doa masuk pasar jualan online trik tips strategi marketing laku shopee cara menjaid star seller mojok

5 Promo Paling Ampuh buat Menaikkan Penjualan Olshop

27 April 2020
Tenang, Tak Perlu Insecure Terhadap Pencapaian Seseorang di Usia 27 Tahun

Tenang, Tak Perlu Insecure Terhadap Pencapaian Seseorang di Usia 27 Tahun

15 November 2019
4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

4 Kelebihan Bayar Parkir Menggunakan e-Money yang Jarang Dibicarakan Orang

13 November 2025
Kesalahan Saat Berburu Diskon Belanja yang Menimbulkan Kecewa terminal mojok.co

Menjelang Hari Kemerdekaan: Banyak Diskon Bertebaran di Pusat Perbelanjaan

14 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel Mojok.co

Pesimis pada Honda Beat Karbu Berubah Respek karena Bisa Awet 12 Tahun Tanpa Rewel

27 Maret 2026
Jadi Fans Manchester City Itu Berat, Nonton Bola dengan Tenang tapi Dicap Karbitan Seumur Hidup

Jadi Fans Manchester City Itu Berat, Nonton Bola dengan Tenang tapi Dicap Karbitan Seumur Hidup

24 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata

26 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Tergiur Kerja WFH WFA karena Tampak Enak dan Slow Living tapi Ternyata Menjebak: Gaji, Skill, dan Karier Mentok
  • Ibu Jadi Sayang Kucing padahal Awalnya Benci: Dirawat Seperti Anak Sendiri, Terpukul dan Trauma saat Anabul Mati dalam Dekapan
  • Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya
  • Memelihara Kucing Membuat Saya Menjadi Manusia: Tak Saling Bicara, tapi Lebih Memahami ketimbang Sesama Manusia
  • Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia
  • 3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.