Sebagai orang yang lahir dan besar di Jogja, terlintas di pikiran suatu hari nanti cepat atau lambat akan kembali tinggal di kota kelahiran. Bagaimana tidak? Jogja merupakan tempat saya menimba ilmu, bermain hingga menghabiskan masa muda selalu terekam di dalam ingatan.
Akan tetapi, liburan pulang kampung saat long weekend Maulid Nabi kemarin membuat saya berubah pikiran. Bukan berarti rasa cinta akan Jogja sudah luntur. Saya hanya mensyukuri masih menetap tinggal di Tegal dan belum balik kampung ke Jogja:
#1 Lalu lintas Tegal tidak seruwet Jogja
Saat pulang kampung long weekend terakhir beberapa waktu lalu, Jogja macetnya minta ampun. Belum lagi Jalan Malioboro ditutup karena sedang ada karnaval. Order Gocar dari stasiun ke rumah sulitnya bukan main.
Esok harinya, kami ingin ke Pasar Ngasem untuk berburu makanan yang viral di TikTok. Melihat jalanan menuju Pasar Ngasem yang macet, kami mengurungkan niat ke sana. Kami akhirnya berbelok ke warung soto terdekat untuk sarapan.
Sudah jalanan macet ditambahi hadirnya bajaj dan becak motor pula. Saya tidak anti dengan becak motor yang sudah menjadi wajah transportasi Jogja. Saya hanya merasa supir becak motor terkadang terlalu bersemangat sering nyempil di ruang kosong sehingga menambah kemacetan.
Di Tegal suasananya lebih sederhana, mau healing, mau nongkrong, atau mau makan malam tidak perlu berbagi tempat dengan para wisatawan.
#2 Selalu ada bayang-bayang klitih di Jogja
Jogja sempat dibayang-bayangi oleh klitih. Warga sangat waswas ketika kasus ini marak terjadi. Memang, Beberapa waktu terakhir suasananya relatif kondusif, jarang terdengar kasus semacam ini terjadi.
Akan tetapi, jujur saja, sebagai orang yang lama tinggal di Jogja dan pernah mengalami masa-masa kelam itu, kekhawatiran tetap ada. Mungkin kekhawatiran ini muncul karena tidak ada tindak tegas dari para pemangku kekuasaan terhadap pelaku klitih. Sedangkan di Tegal relatif lebih aman. Setahu saya tidak ada fenomena kejahatan jalanan klitih baik di Kota Tegal ataupun Kabupaten Tegal.
Sementara di Tegal relatif aman. Setahu saya tidak ada fenomena kejahatan jalanan klitih baik di Kota Tegal ataupun Kabupaten Tegal.
Baca halaman selanjutnya: #3 Biaya hidup …