Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Bersahabat dengan Gaji Kecil Adalah Soft Skill yang Harus Dimiliki Semua Orang

Muhammad Afsal Fauzan S. oleh Muhammad Afsal Fauzan S.
16 Juli 2021
A A
Bersahabat dengan Gaji Kecil Adalah Soft Skill yang Harus Dimiliki Semua Orang terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Ngomongin uang memang nggak akan ada habisnya. Terlebih dengan diberlakukannya PPKM Darurat sekarang semua hal harus serba online termasuk tambal ban! Ya mau gimana lagi, kita-kita yang nggak punya tunjangan apa pun terpaksa memutar otak biar tetap hidup atau minimal tetap makan setiap harinya.

Bagi orang dengan gaji kecil, PPKM Darurat bak sebuah bencana besar bagi perut. Baru-baru ini ada ibu-ibu yang viral karena menolak peraturan PPKM Darurat. Wajar, sih, mau makan dari mana kalau semuanya dibatasi? Semua kena imbas juga, pemerintah pun capek ngurusin masyarakat yang lebih percaya konspirasi.

Bukan berarti mereka yang punya gaji besar dan tunjangan itu bahagia, loh! Di tengah situasi serba sulit seperti sekarang, apa-apa ngomongin uang. Meskipun mereka cuma kehilangan uang yang nggak sebanding dengan uang yang dihasilkan masyarakat kecil di luar sana. Tetap saja, kita-kita harus nurut apa kata mereka.

Jika memiliki gaji kecil adalah sebuah keniscayaan. Berarti mereka memiliki kemampuan lebih untuk bertahan hidup dan kesabaran yang sangat besar. Seperti saya, gaji wartawan berapa, sih? Pak Prabowo saja pernah bilang kalau wartawan jarang belanja di mal. Apalagi dalam situasi saat ini, untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan saja perlu memutar otak.

Banyak cara yang bisa dilakukan agar bisa bertahan hidup dengan uang yang pas-pasan. Mulai dari kerja serabutan sampai bersabar dengan mi instan selama sebulan. Ada yang harus disimpan, berarti ada yang harus dikorbankan, makan mi instan bisa bikin tubuh penyakitan, tapi mau gimana? Mau makan enak, kan, nggak ada uang.

Berhemat bisa menjadi cara tersendiri bagi setiap orang yang memiliki penghasilan kecil. Nggak banyak beli makanan di restoran misalnya, nggak sering nongkrong di cafe, hingga berhenti langganan Spotify demi menghemat duit. Nggak ada kemewahan yang berarti bagi kita yang punya gaji kecil, bisa terbitin 10 tulisan di Terminal Mojok saja langsung sujud syukur.

Makanya, kita harus bersahabat dengan gaji kecil. Itu adalah soft skill yang sangat mendasar bagi setiap orang, agar nggak tersesat di jalan yang melenakan. Lihat nasi padang pengin beli, lihat iPhone baru pengin beli, harus tahan godaan. Kesederhanaan menjadi tumpuan utama bagi sobat-sobat misqueen kayak kita.

Miris memang, tapi mau gimana lagi? Jangankan PPKM Darurat, pandemi ini saja sudah banyak mencekik dompet dan rekening kita yang memiliki gaji kecil. Mengeluh itu wajar, tapi jangan sampai menyerah dengan keadaan. Dengan mencoba bersahabat dengan gaji kecil, kita bisa lebih memahami kebutuhan dan kapasitas kita.

Baca Juga:

Sisi Gelap Bekerja di FnB Tangerang: Gaji di Bawah Standar, Owner Bengis, Caci Maki Dinormalisasi, hingga Mental yang Hancur

Menengok Seberapa Besar Gaji Orang Pelayaran kok Bisa Arogan dan Kemaki Gitu

Untuk bisa mendapatkan soft skill tersebut, kita perlu merenung dan bertapa di tempat yang sepi. Mencoba memahami apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri, diseimbangkan dengan isi dompet kita. Jangan memaksakan diri, kalau nggak punya duit lebih ya sudah jangan dibeli.

Nggak dapat dimungkiri, kondisi keuangan seseorang pun kadang bagus kadang buruk. Jadi, kemampuan ini wajib dimiliki setiap orang. Baik itu yang berpenghasilan besar atau kecil, jangan mau pasrah dengan situasi. Toh masalah pasti akan selesai, ya walau mungkin banyak hal yang berkurang, setidaknya bisa membantu ekonomi yang drop.

Dalam bersahabat dengan gaji kecil, kita dilatih untuk hidup seminimalis mungkin dari hidup orang lain. Minimalis itu bukan desain kamar atau rumah, tapi gaya hidup sederhana yang nggak perlu kemewahan namun kecukupan. Jika sudah terbiasa hidup minimalis, insyaallah nggak akan susah buat bersahabat dengan gaji kecil.

Kalau kata mama saya, jangan tergiur sama kemewahan orang lain. Kemewahan nggak akan menjadi kebahagiaan. Banyak, kok, yang punya banyak uang malah stres sampai bunuh diri. Intinya, sih, perkuat iman kita terhadap hal-hal yang memabukkan. Bukan cuma miras yang memabukkan, uang juga bisa bikin keblinger.

Soal uang memang sulit dikompromi, apalagi jika itu berhubungan langsung dengan perut. Toh, mereka yang kaya raya saja masih banyak yang korupsi, mau kasih bantuan buat orang susah saja masih banyak dicomot. Ah, sungguh indah negeri ini, seolah dipimpin oleh uang, untuk menambah uang sebanyak-banyaknya. Takbir!

BACA JUGA Alfamart dan Kebijakan Barang Hilang Potong Gaji: Wawancara Tentang Kehidupan Pegawai Minimarket dan tulisan Muhammad Afsal Fauzan S. lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: gajiGaya Hidup Terminalsoft skill
Muhammad Afsal Fauzan S.

Muhammad Afsal Fauzan S.

Mantan wartawan yang jadi programmer dan web developer di pesantren. Sudah menulis sejak 7 tahun lalu. Suka baca buku sambil ngopi.

ArtikelTerkait

scan barcode juru parkir Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan terminal mojok.co

Andai Bayar Tukang Parkir Bisa Scan Barcode, Pasti Tidak Sulit Cari Kembalian

3 Juni 2021
Sergio Ramos Real madrid mojok

Adiós, Sergio Ramos. Gracias, el Capitán!

17 Juni 2021
Mematahkan Stereotip soal Orang Kidal yang Beredar di Indonesia terminal mojok

Mematahkan Stereotip Orang Kidal yang Beredar di Indonesia

8 Agustus 2021
rekomendasi mobil arief muhammad mojok

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Dimodifikasi Ulang Arief Muhammad

25 Juli 2021
Salon de thé François industri musik jepang mojok

Mengenal Salon de thé François, Kafe Sarang Aktivis Legendaris di Jepang

31 Mei 2021
penyintas covid-19 pandemi menanyakan kabar mojok

Ketika Menanyakan Kabar Bukan Lagi Sekadar Basa-basi di Masa Pandemi

28 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan Mojok.co

Menu Underrated Solaria: Porsi Banyak, Harga Terjangkau, dan Rasa Nggak Mengecewakan

7 Maret 2026
Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat Mojok.co

Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat

10 Maret 2026
Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung Mojok.co

Warlok Jakarta Orang Paling Kasihan Saat Lebaran, Cuma Jadi Penonton Euforia Mudik, Tidak Pernah Merasakannya Langsung

10 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

Pamer Pencapaian Adalah Kegiatan Paling Sampah Saat Lebaran, Nggak Ada Fungsinya kecuali Bikin Orang Emosi

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.