Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Benarkah Orang Madura Suka Main Dukun?

Akbar Mawlana oleh Akbar Mawlana
6 Februari 2023
A A
Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan?

Benarkah Orang Madura Tidak Bisa Kesurupan? (Zahirul Aliwan via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Madura yang merantau, saya sudah terbiasa mendengarkan stigma orang luar terhadap orang Madura. Yang paling biasa saya dengar adalah orang Madura tipikal orang keras. Kemudian, jadi bega. Tidak ketinggalan pula bahwa orang Madura dianggap suka mencuri besi.

Beragam stigma saya tanggapi dengan biasa saja tanpa emosi. Sudah biasa kuping hamba mendengarkannya. Kecuali stigma yang satu ini saya tanggapi dengan serius, yakni, orang Madura suka main dukun.

Seketika hatiku tersentak mendengar pernyataan dari kawan kuliah, bahwa para tetangganya sering menasihatinya untuk berhati-hati kalau mau berteman dengan orang Madura. Sebab, katanya suka main dukun. Dan kalau sudah sakit hati, mainnya langsung santet. Bukan hanya satu kawan, bahkan kawan kuliah saya lainnya juga menceritakan hal sama bahwa orang Madura suka main dukun.

Saya saat mendengarkannya merasa geli dan ingin tertawa. Selama hidup sebagai orang Madura selama dua puluh tiga tahun, saya kok baru tahu kalau masyarakat luar menganggap orang Madura suka main dukun. Dari sana saya mulai merefleksikannya kembali, apakah benar orang Madura suka main dukun?

Banyak juga yang main dukun

Setelah saya merenungkan dengan flashback kisah kehidupan selama menjadi orang Madura, ternyata ada benarnya. Di kabupaten saya tinggal, ada desa yang dikenal sebagai tempatnya para dukun. Bahkan, hampir tersohor di kalangan masyarakat luas. Meski demikian, saya tidak mengetahui pasti, apakah benar desa tersebut banyak dukunnya atau tidak. Sebab, saya tidak pernah menggunakan jasa dukun.

Namun, saya mengetahuinya dari teman bermain saya. Teman bermain saya mengatakan kalau di desanya dan tetangga desanya, mudah untuk mencari dukun. Bahkan, setiap kali orang mau melakukan kepentingan tertentu dengan memakai jasa dukun, biasanya datang ke desanya atau tetangga desanya.

Saya juga teringat pernah menanyakan, “Sebanyak apa dukun di desamu?” Teman saya mengakui bahwa jumlah dukun di desanya terbilang banyak. Hingga dari banyaknya, tidak bisa dihitung dengan tangan.

Di sisi lain, saya juga teringat saat menjadi seorang siswa. Saya sempat mengikuti lomba. Dan sebelum lomba dimulai, saya diminta untuk minum air putih oleh pelatih. Sontak saya bergegas mengambil air putih yang saya beli. Tetapi, pelatih saya justru menyuruh untuk meminum air putih darinya. Seketika saya bertanya, “Kenapa kok harus minum air putih ini?” “Airnya dari dukun,” jawab pelatih.

Baca Juga:

Masyarakat Hanya Fokus pada Stereotip Madura karena Kasus di Bangkalan, tapi Mereka Lupa Madura Juga Punya Sumenep yang Elegan nan Menawan

Betapa Menyedihkannya Anggapan Orang Tua tentang Jurusan Sosiologi: Diprediksi Jadi Pengangguran dan Dianggap Rendah

Bukan hanya saya saja. Kawan-kawan saya lainnya di sekolah berbeda juga sering mendapatkan arahan dari pelatihnya untuk minum air putih atau memegang benda yang katanya diperoleh dari dukun. Bahkan, dukun memberikan arahan, dan arahannya terkadang terbilang nyeleneh. Yakni, jangan masuk lapangan lebih awal, biar tim lawan saja masuk lapangan terlebih dahulu. Atau saat bertanding menggunakan kostum dengan warna tertentu.

Uniknya, saat timnya kalah, pelatih akan mengatakan “kalah dukon”. Artinya, kalah dukun. Terkadang pelatih dan tim official bisa menebak bahwa tim lawan membawa dukun ke lapangan pertandingan. Bagaimana mereka bisa tahu? Katanya, dukun memiliki penampilan unik dan berbeda dari orang biasa.

Kacong yang menggunakan jasa dukun

Fakta lainnya datang dari novel Damar Kambang karya Muna Masyari. Damar Kambang merupakan novel dengan mengangkat kisah dari kehidupan orang Madura. Di salah satu bagian isi ceritanya terdapat adegan Kacong sebagai tokoh utama menggunakan jasa dukun. Tujuannya agar Cebbing linglung, sehingga terus-terusan mencari Kacong.

Jika demikian, apakah sudah pasti orang Madura suka main dukun? Belum tentu, kawan. Tidak semua suka main dukun. Percayalah bahwa masih ada orang Madura yang tidak percaya dukun. Ya sebagaimana orang daerah lain lah, ya pasti ada yang anti-mistis dan nggak percaya.

Mereka biasanya lebih mempercayai terhadap kuasa Allah daripada harus percaya pada dukun. Sehingga, mereka lebih berharap pada Allah daripada harus datang ke dukun. Katanya, kalau meminta ke Allah hati menjadi tenang, serta tidak bayar. Sedangkan kalau pergi ke dukun, sudah membuat hati tidak tenang, ribet, dan masih bayar lagi.

Dan ketika mengeluarkan uang saat menggunakan jasa dukun, belum tentu hasilnya sesuai harapan. Sehingga, uang terbuang dengan sia-sia. Berbeda dengan meminta pada Allah, meski terkadang tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, tetapi Allah memberikan gantinya dengan sesuatu lebih baik.

Orang Madura lainnya yang tidak percaya pada dukun, bukan karena percaya pada Allah saja. Melainkan mereka juga percaya dengan namanya kerja keras. Hasilnya kan jelas. Sehingga, segala keinginan dari hidupnya bisa tercapai.

Jadi tidak selamanya orang Madura suka main dukun, kawan. Jangan asal fitnah saja. Lah, masak kalau ada seseorang yang berteman dengan orang Madura, kemudian ketika dia sakit mendadak, masak ya nyalahin temennya? Aneh.

Begitu juga kalau ada orang Madura hidupnya sukses, jangan terlalu dangkal berpikirnya. Dikit-dikit memfitnahnya “palingan main dukun”. Coba sesekali lihat usaha kerasnya dahulu. Pun saat orang Madura berhasil mendapatkan pasangan berparas memesona, jangan pula dangkal dengan menilai bahwa sudah menggunakan pelet dari dukun.

Atau kalau ada orang Madura berparas ganteng dan cantik, terus dikatakan main susuk. Tidak selalu, kawan. Memang dasarnya ganteng dan cantik. Contohnya kayak saya ini.

Ya jadi bisa disimpulkan, bahwa memang ada yang suka main dukun. Meski demikian, jangan memberi stigma suka main dukun. Orang dari daerah lain pun ya kek gitu. Tidak semuanya percaya pada dukun. Stigma kek mana lagi ini lah.

Penulis: Akbar Mawlana
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2023 oleh

Tags: damar kambangorang madura main dukunstigma
Akbar Mawlana

Akbar Mawlana

Alumni S1 Sosiologi dan sekarang menjadi pegiat literasi. Suka menulis isu sosial.

ArtikelTerkait

Kenapa Kalian Begitu Benci dengan si Ranking Satu? Kalian Masih Cemburu?

Kenapa Kalian Begitu Benci dengan si Ranking Satu? Kalian Masih Cemburu?

5 Desember 2023
Penyakit Orang Ngapak yang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

Istilah “Adoh Ratu Perek Watu”, Penyebab Orang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

15 Juli 2023
Santri pondok pesantren Zaman Sekarang, kalau Nggak Dituduh Teroris, ya Pelaku Bully, Suka-suka Kau lah

Santri Zaman Sekarang, kalau Nggak Dituduh Teroris, ya Pelaku Bully, Suka-suka Kau lah

23 Oktober 2023
Yamaha RX King: Awalnya Benci, Lama-lama Cinta Mati

Yamaha RX King: Awalnya Benci, Lama-lama Cinta Mati

13 Oktober 2022
4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

4 Hal Salah Kaprah tentang UNNES yang Bikin Geleng-geleng

21 Juni 2023
Alasan Saya Malas Mengaku Wibu Sampai Hari Ini

Alasan Saya Malas Mengaku Wibu Sampai Hari Ini

21 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Kosakata Bahasa Madura yang "Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar Mojok.co

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

9 Februari 2026
Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026
Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti Mojok.co

Rumah Lelang Memang Murah, tapi Banyak Risiko Tersembunyi yang Membuntuti

9 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

3 Perilaku Tukang Parkir dan Pak Ogah yang Bikin Saya Ikhlas Ngasih Duit 2000-an Saya yang Berharga

5 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.