Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Belajar Mobil atau Motor di Lapangan yang Sudah Jelas Dilarang Bisa Dihukum Pidana

Regentio Candrika Komala Dewa oleh Regentio Candrika Komala Dewa
31 Mei 2020
A A
Susahnya Dianggap Kaya Hanya karena Punya Mobil Kreditan terminal mojok.co

Susahnya Dianggap Kaya Hanya karena Punya Mobil Kreditan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda pernah pergi bermain ke suatu lapangan sepak bola milik warga atau setidak-tidaknya sebuah lahan kosong yang memungkinkan untuk bermain sepak bola, pasti Anda pernah menjumpai papan peringatan. Ya, papan peringatan yang kurang lebih isinya seperti ini: Dilarang belajar mobil atau motor di sini!

Biasanya papan peringatan itu ditulis dengan huruf kapital, warna yang terang dan kontras dengan warna dasar papan. Terkadang disertai dengan kalimat yang sesuai dengan kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar, yakni memenuhi unsur SPOK. Ya benar, subjek, predikat, objek, dan kata kasar. Khas sekali budaya Indonesia yang sangat sopan dan santuy.

Namun tahukah kamu, menikung seseorang yang punya pacar bisa digebukin warga satu tongkrongan. Eh, maksud saya, kalau melanggar papan peringatan tersebut bisa dipidana. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, tindakan tersebut bisa dipidanakan. Pasal 551 berbunyi, “Barang siapa tanpa wewenang, berjalan atau berkendaraan di atas tanah yang oleh pemiliknya dengan cara jelas dilarang memasukinya, diancam dengan pidana paling banyak dua ratus dua puluh lima rupiah.”

Kok bisa? Kita bahas unsur pasal ini satu per satu. Yang pertama, barang siapa tanpa wewenang. Barang siapa itu apa sih? Barang siapa menurut Om R. Soesilo, seorang ahli hukum. Barang siapa adalah sama dengan setiap orang. Setiap orang yang dimaksud adalah WNI atau WNA yang melakukan suatu perbuatan pidana di wilayah Indonesia tanpa pandang bulu. Barang siapa merujuk pada manusia, artinya individu dan bukan sekumpulan orang atau badan hukum kecuali dalam tindak pidana ekonomi dan subversi. Barang siapa tanpa wewenang, berarti setiap orang yang tanpa hak atau tidak berhak.

Kedua, berjalan atau berkendaraan di atas tanah. Menurut Om R. Soesilo artinya berjalan berarti dengan kaki menginjak tanah di situ. Mengendarai sepeda tidak termasuk berjalan sesuai dengan Arrest Hoge Raad (Putusan Mahkamah Agung Belanda) tanggal 23 Desember 1912 sehingga bersepeda dan sejenisnya dengan kendaraan diartikan sebagai berkendaraan. Kalau ada yang berjalan tapi tidak menapak maka tidak dapat dipidana, hehe.

Terakhir, oleh pemiliknya dengan cara jelas dilarang memasukinya. Oleh pemiliknya menurut Om R. Soesilo disamakan dengan yang berhak. Yang berhak tidak selalu pemiliknya, bisa saja orang yang menyewanya atau yang dititipkan. Sedangkan cara yang jelas dilarang memasukinya maksudnya adalah terdapat tanda yang jelas. Bagi orang yang bisa membaca, maka dengan papan yang tertulis dilarang masuk dianggap sudah cukup. Tetapi untuk orang yang tidak bisa membaca, yang seperti itu tidak cukup. Tanda-tanda lain yang biasa digunakan adalah memasang palang, daun kelapa muda, atau pintu yang dikunci.

Nah lho, diingat-ingat tuh. Ketika kamu melanggar papan larangan dilarang belajar motor atau mobil, ketiga unsur di atas memenuhi atau tidak. Apabila memenuhi, siap-siap saja kamu dipidana. Oiya, mengenai denda. Ada SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) yang menyatakan denda dalam pasal KUHP yang hukuman pada pasalnya belum direvisi (disesuaikan), maka dendanya dikali seribu, apabila dalam bentuk uang.

Oleh karena negara kita adalah negara hukum, semua yang ada di atas republik ini diatur oleh hukum. Setiap perbuatan hukum akan menimbulkan akibat hukum. Jadi kamu tidak bisa semena-mena melukai hatiku dan mencampakkan aku sendiri. Eh, maksudnya tidak bisa semena-mena di Republik Indonesia ini, kata Bripka Ambarita di acara The Police. Yuk, kita taat hukum dimulai dari hal yang kecil. Karena seribu langkah manusia diawali dari satu langkah kecil.

Baca Juga:

Lika-Liku Pengelola Lapangan Mini Soccer, Belum Sebulan Sudah Berhadapan dengan Preman dan Penduduk Resek

Istilah Hukum Pidana yang Perlu Kamu Ketahui Arti Sebenarnya

BACA JUGA Mengapa Emak-Emak Sebaiknya Tidak Belajar Nyetir Mobil kepada Suami 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2020 oleh

Tags: belajar mobilhukum pidanalapangan
Regentio Candrika Komala Dewa

Regentio Candrika Komala Dewa

Satu dari sepuluh pemuda yang akan mengguncangkan dunia.

ArtikelTerkait

Lika-Liku Pengelola Lapangan Mini Soccer, Belum Sebulan Sudah Berhadapan dengan Preman dan Penduduk Resek Mojok.co

Lika-Liku Pengelola Lapangan Mini Soccer, Belum Sebulan Sudah Berhadapan dengan Preman dan Penduduk Resek

28 Juni 2025
Istilah Hukum Pidana yang Perlu Kamu Ketahui Arti Sebenarnya Terminal Mojok

Istilah Hukum Pidana yang Perlu Kamu Ketahui Arti Sebenarnya

20 Juli 2022
PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

PSSI, Begini Cara Booking Lapangan yang Baik dan Benar

28 Mei 2022
Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola terminal mojok.co

Cerita tentang Desa yang Tidak Memiliki Lapangan Sepak Bola

14 November 2020
Lapangan desa. (Unsplash.com)

5 Alasan Tinggal Dekat Lapangan Desa Itu Nggak Enak Banget

16 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah (Wikimedia Commons)

Saya Menemukan Ketenangan Bersama Muhammadiyah

24 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.