Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Beda Kelakuan Tukang Parkir di Bogor dan Malang: Bogor Lebih Slow, Malang Lebih Galak!

Muhammad Irfan Januar oleh Muhammad Irfan Januar
19 Maret 2024
A A
Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tukang parkir di Bogor lebih slow, nggak marah-marah. Tapi di Malang, duh, beda ceritanya.

Sebagai anak perantauan dari Kota Bogor ke Kota Pendidikan, yaitu Kota Malang, pastinya banyak sekali perbedaan budaya dan kebiasaan yang saya rasakan. Dimulai dari perbedaan suhu di Bogor dan di Malang. Meskipun Kota Bogor dijuluki sebagai “Kota Hujan”, nyatanya hawa dingin yang saya rasakan jauh lebih pekat di Kota Malang. Lalu, perbedaan cita rasa makanan, di Malang, pembuatan nasi goreng selalu menggunakan saus pedas, sedangkan di Bogor sebaliknya.

ADVERTISEMENT

Dan yang terakhir adalah budaya parkir, ya benar, parkir. Saya yakin salah satu dari teman-teman Malang pasti pernah kesal karena banyaknya tukang parkir yang ada. Saya juga sering kali mengumpat karena kesal kepada tukang parkir. Bagaimana tidak, teman-teman, hampir di setiap sudut ruko atau jalan, mereka selalu ada. Hadeh.

Nah, di sini saya akan membagikan pengalaman dan perbedaan secara detail mengenai kebiasaan dan budaya parkir di Kota Bogor dan di Kota Malang. Sekaligus saya akan membagikan trik agar terhindar dari tukang parkir yang ada di Malang.

Tidak sebanyak di Malang

Fakta pertama mengenai budaya parkir yang saya rasakan yaitu tukang parkir yang di Malang ternyata benar-benar masif. Bagaimana tidak, teman-teman, hampir di setiap sudut ruko, warung, bahkan warung makan cepat saji yang baru buka sudah ada tukang parkirnya!

Memang, selama saya hidup di Bogor, nggak jarang juga menemukan parkir ilegal, bahkan di minimarket yang harusnya bebas parkir. Tapi bagaimanapun, faktanya, tukang parkir yang saya temui di Malang jumlahnya jauh lebih banyak. Bisa kebayang dong itu sebanyak apa?

Bogor lebih slow

Mungkin teman-teman berpikir “masa iya galak, kalau benar-benar galak, galaknya seperti apa?” Nah, saya akan memberikan pengalaman dari saya dan dari teman saya mengapa saya bilang tukang parkir di Malang galak-galak.

Dari pengalaman saya, saya pernah membayar parkir yang biasanya Rp2000, tetapi saya hanya membayar Rp1000, nah di situ saya mendapatkan respons yang jelek dari tukang parkirnya. Dia memang tidak memaki saya secara langsung, tetapi dia menunjukkan mimik muka sinis kepada saya karena hanya membayar parkir Rp1000 saja.

Baca Juga:

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

Sedangkan saat saya di Bogor, saya pernah beberapa kali menolak membayar parkir karena saya masih duduk di atas kendaraan saya atau sedang tidak ada uang receh. Tapi, reaksi tukang parkir di sana cukup baik. Mereka tidak memberikan umpatan kepada saya ataupun memberikan tatapan sinis kepada saya. Malah kadang-kadang saya dibantu untuk mengeluarkan kendaraan saya yang dalam keadaan terparkir. Terima kasih!

Lalu dari pengalaman teman saya sendiri, pada waktu itu di sore hari, teman saya parkir di suatu lahan kosong yang seharusnya tidak ada tukang parkirnya. Dia membeli kopi di seberang jalan dan memarkirkan kendaraannya di lahan kosong tersebut. Singkat cerita, teman saya sudah selesai acara nongkrongnya pada saat itu dan berniat untuk pulang. Tetapi, saat teman saya menuju kendaraannya, secara ajaib tukang parkir muncul entah dari mana.

Oleh karena teman saya merasa lahan tersebut kosong dan merasa tidak butuh mereka untuk “menjaga” kendaraan teman saya, teman saya akhirnya langsung pergi tanpa membayar ke tukang parkir yang gaib tersebut. Tetapi, sebelum teman saya pergi, tukang parkir tersebut mengumpat kepada teman saya.

Sudah jelas kan, kenapa saya bilang galak?

Trik terbebas dari sempritan kang parkir

Terakhir, saya akan membagikan cara agar teman-teman terhindar dari yang namanya tukang parkir yang ada di Malang. Pertama, teman-teman harus bisa menghilangkan rasa nggak enakan. Kenapa? Karena misalnya teman-teman merasa tidak perlu membayar parkir, ya sudah tinggal nggak bayar. Nggak usah merasa nggak enak. Wong emang nggak minta jasanya.

Kedua, jika teman-teman hanya parkir sebentar, parkirlah di tempat yang jauh. Kalau perlu, minta temen stay di motor.

Tips terakhir adalah… nggak usah bawa kendaraan. Ya apanya yang mau diparkir dah kalau nggak bawa kendaraan?

Itulah pengalaman dan tips-tips yang bisa saya share temen-temen sekalian mengenai perbedaan budaya parkir yang ada di Bogor dan Malang. Kalau kalian merasa profesi ini meresahkan, kalian jelas tak sendiri. Dan semoga, solusi dari segala masalah terkait ini segera ditemukan oleh pemerintah.

Penulis: Muhammad Irfan Januar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2024 oleh

Tags: MalangSurabayaTukang Parkir
Muhammad Irfan Januar

Muhammad Irfan Januar

Anak perantauan dari Kota bogor yang sedang menempuh pendidikan di kota pendidikan, Kota Malang.

ArtikelTerkait

4 Hal Tentang Gresik yang Sering Disalahpahami Orang Awam (Wikimedia Commons)

4 Hal Tentang Gresik yang Sering Disalahpahami Orang Awam

30 Oktober 2024
5 Bukti Nyata kalau Surabaya Adalah Sarangnya Crazy Rich Terminal Mojok.co

5 Bukti Nyata kalau Surabaya Adalah Sarangnya Crazy Rich

20 Mei 2022
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Video Tukang Parkir Geledah Dasbor Motor di Parkiran Matos Malang Adalah Contoh Terbaik Betapa Problematik Profesi Ini parkir kampus tukang parkir resmi mawar preman pensiun tukang parkir kafe di malang surabaya, tukang parkir liar lahan parkir pak ogah

Mawar Preman Pensiun, Tukang Parkir Terbaik dan Teramah di Indonesia, Wajib Jadi Contoh!

23 Maret 2025
5 Hal yang Bikin Saya Betah Jadi Anak Rantau di Malang, Mahasiswa Pasti Relate Mojok.co

5 Hal yang Bikin Saya Betah Jadi Anak Rantau di Malang, Mahasiswa Pasti Relate 

25 Maret 2024
3 Warmindo di Surabaya yang Selevel Kafe Kekinian (Unsplash)

3 Warmindo di Surabaya yang Selevel Kafe Kekinian

8 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Nakes vs pasien BPJS sama-sama korban sistem kesehatan (Unsplash)

Nakes vs pasien BPJS terjadi karena sistem kesehatan yang busuk

9 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.