Informasi
ADVERTISEMENT

Beberapa Hal yang Bikin Saya Kapok Ketika Makan di Sego Sambel Mak Yeye Surabaya

Beberapa Hal yang Bikin Saya Kapok Ketika Makan di Sego Sambel Mak Yeye Surabaya

Pelayanan yang kadang “kurang ramah” saat ramai

Sego Sambel Mak Yeye ini memang terkenal selalu ramai, sehingga karyawannya kadang kewalahan sendiri. Ada kalanya, pramusajinya agak sedikit ngedumel dan nggak konsentrasi dalam menjual. Sehingga bisa keliru menyebut harga, misal harga yang seharusnya lebih murah karena nggak ada tambahan, disebut tetap sama dengan harga yang ada tambahannya.

Kasus seperti ini tentu saja merugikan pelanggan, apalagi pelanggan yang nggak enakan. Mikirnya ya sudahlah, daripada buang-buang tenaga protes lagi. Kasian juga yang lain udah nunggu lama dalam antrean.

Lokasi parkir Sego Sambel Mak Yeye yang bikin pusing

Lokasi Sego Sambel Mak Yeye yang berada di gang yang nggak terlalu besar menimbulkan persoalan tersendiri perihal parkir dan jalan keluar ketika selesai makan. Untuk masalah parkir, karena pelanggannya ramai, kita jadi harus pusing sendiri nyari tempat kosong. Sebab, terakhir ke sana, petugas parkirnya hanya satu orang. Jadi dia kadang masih sibuk ngurus motor keluar karena takut mereka nggak bayar parkir. Atau mereka fokus ke mobil karena membutuhkan ruang parkir yang lebih luas.

Akibatnya, saya yang pemotor jadi harus mandiri nih. Nyari tempat kosong sendiri, geser motor sebelahnya sendiri, tapi nanti harus tetap bayar. Hadeeh. Situasi nyebelin pun bisa terjadi ketika selesai makan dan keluar dari lokasi, kadang kita harus mengalah dulu dari mobil. Alasannya yak karena jalannya yang nggak terlalu lebar.

Nah itulah beberapa hal yang membuat pengunjung seperti saya agak kapok atau malas harus balik ke Sego Sambel Mak Yeye. Yah semua keluhan di atas memang berdasarkan pengamatan pribadi, tapi yah bisa dipertimbangkan lah supaya bisa jadi perbaikan atau nilai tambah untuk Mak Yeyek sendiri.

Kadang yang membuat pelanggan betah nggak melulu soal kualitas rasa, tapi juga tentang kualitas pelayanan yang membentuk pengalaman berkesan bagi hati dan pikiran pelanggan.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Alasan Orang Malang seperti Saya Cukup Sekali Aja Mencicipi Sego Sambel Cak Uut

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2025 oleh .

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.