Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
13 Februari 2021
A A
Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Beberapa Alasan untuk Tidak Menulis di Terminal Mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Saya di sini tidak untuk memberikan tips atau sejenis kiat sukses mengenai bagaimana agar dapat menulis di Terminal Mojok. Saya sendiri bukan redaktur atau pihak belakang panggung sehingga nggak ada wewenang sama sekali untuk memberikan saran tersebut.

Justru saya di sini menjadi antitesis dengan menampilkan beberapa alasan mengapa jangan menulis di Terminal Mojok. Mungkin hanya Terminal Mojok yang berani menampilkan konten yang justru dapat mengkritik platformnya sendiri. Sesuai dengan motto Mojok, “Sedikit nakal banyak akal”. Jadi, kontennya berisi tulisan nakal terhadap platform itu sendiri.

#1 Bayaran minimalis

Jika kalian menulis untuk mendapatkan uang banyak, saya sarankan janganlah di sini. Pasalnya, satu tulisan yang diterbitkan itu hanya akan mendapatkan kompensasi senilai dua puluh ribu rupiah. Atau sekadar cukup untuk membeli rokok Surya 12 plus kopi hitam satu cangkir, itu pun kalau nambah gorengan bisa jadi ngutang.

Menurut saya, menjadi penulis di Terminal Mojok itu bukanlah sebuah pekerjaan, melainkan sebuah profesi. Jika pekerjaan, kalian pantas untuk menuntut upah bayaran yang lebih jika memang itu sesuai dengan kerja keras kalian.

Namun, jika profesi, belum tentu menghasilkan bayaran, bahkan bisa jadi mengeluarkan biaya. Pasalnya bukan uang tolok ukurnya, melainkan pelatihan skill, karya, atau mungkin sekadar hobi.

Ambillah contoh profesi mahasiswa. Nggak ada ceritanya pekerjaan menjadi mahasiswa, yang lebih tepat adalah profesi menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa itu nggak untuk mendapatkan sebuah bayaran, bahkan disuruh membayar. Menjadi mahasiswa itu untuk mendapatkan pengembangan skill, atau mendapatkan pengetahuan, bukan bayaran.

Contoh lain juga profesi seniman. Menjadi seniman itu juga nggak memiliki tujuan untuk mendapatkan bayaran atas karyanya. Meskipun beberapa menghasilkan uang atas karyanya, tapi itu hanyalah nilai plus atas profesi seniman. Sedangkan yang paling penting adalah terus berkarya dalam berprofesi menjadi seniman.

Begitu pun dengan menjadi penulis di Terminal Mojok. Penulis nggak begitu mengharapkan akan suatu bayaran, meskipun ada kompensasinya, tapi itu nilai plus saja, sama halnya kasus seniman tadi. Namun, yang terpenting adalah selalu terlatihnya skill menulis melalui bimbingan redaktur dan terus menghasilkan suatu karya.

Baca Juga:

Jawaban Maman Suherman tentang Cara Mendapat Ide Tulisan

Belajar Menembus Jutaan Pageviews dari Agus Mulyadi

#2 Jauh dari kata ilmiah

Jika kalian mencari atau hendak membuat suatu artikel ilmiah, saya pastikan Terminal Mojok bukanlah tempatnya. Pasalnya, Mojok bukanlah sebuah platform jurnal ilmiah layaknya kumpulan artikel ilmiah akademik kampus. Apalagi terakreditasi “sinta” oleh Kemenristek, malah blas nggak sama sekali.

Terminal Mojok itu hanyalah sekumpulan tulisan yang sedikit mokong alias nakal mengenai segala keruwetan kehidupan umat manusia, tentunya dengan retorika yang cukup dapat diterima oleh akal. Sesuai dengan mottonya, “sedikit nakal banyak akal”.

#3 Seleksi tulisan begitu ketatnya minta ampun

Percayalah, bahwa seleksi tulisan di platform ini ketat banget, seketat legging artis papan atas. Mengapa saya katakan begitu? Pertama, yakni persaingan antarpenulis. Asal kalian tahu bahwa penulis di sini telah mencapai ribuan. Kalian perlu berjibaku secara kompetitif untuk menghasilkan karya tulisan terbaik di antara mereka.

Belum lagi calon penulis yang tulisannya belum diterima di Terminal Mojok, mungkin bisa jadi berjumlah ribuan penulis juga. Bayangin saja seberapa banyak itu, jika dikumpulkan semuanya mungkin sudah bisa mendirikan partai.

Kedua, kriteria tulisan harus memiliki sudut pandang yang benar-benar unik, bahkan nggak kepikiran oleh orang lain. Ibarat dalam suatu koloni pikiran manusia di muka bumi ini, maka kalian harus menjadi satu pikiran yang berbeda sama sekali dengan yang lain.

Jadi kalian para penulis Terminal Mojok, terutama calon penulis, harap dipikir-pikir terlebih dahulu. Kalau perlu bertapa dulu ke gua, gunung, atau tempat terpencil lainnya. Barangkali dapat wangsit kebijaksanaan untuk lanjut menulis atau tidak.

BACA JUGA Menulis di Terminal Mojok: Bayaran Secukupnya, Usaha Sekerasnya dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2021 oleh

Tags: ide menulisRedaktur Mojok
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Lulusan Magister Sosiologi yang doyan ngulik isu konflik, identitas dan dinamika sosial. Selain menjadi kapitalis toko fotocopy, sehari-hari juga disibukkan dengan kegiatan membaca, menulis dan riset. Sedang berkeringat melahirkan komunitas riset.

ArtikelTerkait

maman suherman cara mencari ide tulisan cara mendapat ide tulisan gimana caranya nulis tulisan yang laku rame dibaca disukai orang cara menembus mojok.co

Jawaban Maman Suherman tentang Cara Mendapat Ide Tulisan

16 Juli 2020
ditolak

Pria Ini Hidupnya Nyaris Berakhir Karena Tulisannya Ditolak Redaktur Mojok

15 Mei 2019
pageviews ala agus mulyadi

Belajar Menembus Jutaan Pageviews dari Agus Mulyadi

2 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Mempertanyakan Efisiensi Syarat Administrasi Seleksi CPNS 2024 ASN penempatan cpns pns daerah cuti ASN

Wajar kalau Masyarakat Nggak Peduli PNS Dipecat atau Gajinya Turun, Sudah Muak sama Oknum PNS yang Korup!

7 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.