Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Realitasnya, Beasiswa KIP Bukan untuk Mahasiswa Kurang Mampu, tapi yang Pandai Memanipulasi Data

Aji Permadi oleh Aji Permadi
7 Januari 2024
A A
Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah? beasiswa KIP

Tiap Tahun, Selalu Ada Orang Kaya Dapat KIP Kuliah, Ini yang Ngurus Nggak Becus atau Emang Orang Miskin Nggak Boleh Kuliah? (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika sedang bersantai sembari menjelajahi Instagram, saya tertarik dengan salah satu postingan dari akun @curhatanmahasiswa.id yang membahas fenomena hedonisme mahasiswa KIP. Bunyi dari postingan tersebut kurang lebih begini,

“Ibarat gini wir, anak KIP hp nya boba + nongki di cafe. Kalo kita anak jalur umum hp android led retak + nongki di ayam geprek ambil nasi sepuasnya”

Reflek lah saya lihat komentarnya, dan ternyata banyak warganet yang menemui hal serupa. Mereka menyatakan, banyak dari teman mereka yang merupakan penerima beasiswa KIP tapi gaya hidupnya melebihi mahasiswa reguler. Sedangkan yang bayar UKT tiap semester justru bingung cari kerja part time buat meringankan beban ortunya.

Saya mengamini apa yang mereka katakan karena di lingkungan saya sendiri ada mahasiswa penerima beasiswa KIP yang sering ke mall dan punya HP boba. Mengingat, bantuan biaya hidup yang diberikan kepada mahasiswa yang berkuliah di Surabaya juga tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kota-kota pendidikan di Jawa Timur, yakni 7,5 juta per semester. Tak ayal mereka punya banyak modal buat jajan.

Namun, dengan bantuan biaya hidup segitu, terkadang bikin mahasiswa reguler merasa iri. Bukan karena nggak dapat, tapi salah satu syarat utama penerima beasiswa ini kan dari golongan kurang mampu. Hanya saja, kenapa rata-rata dari penerima beasiswa ini punya gaya hidup yang glamor, seolah-olah memperlihatkan bahwa mereka sebenarnya dari keluarga yang mampu secara finansial. Kalau mahasiswa reguler tahu kenyataan ini dari awal, mereka juga pasti ikut daftar lah.

Manipulasi dokumen demi beasiswa KIP

Sebagai program beasiswa yang disediakan pemerintah, KIP memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar, salah satunya adalah foto rumah. Selama melakukan pengamatan di media sosial dan realitas lingkungan, saya mendapati banyak pendaftar yang memanipulasi persyaratan ini dengan menyertakan foto rumah kakek neneknya yang terlihat tidak layak.

Padahal, rumah yang sebenarnya juga nggak jelek-jelek amat. Kalaupun pihak universitas mau survei lokasi, dia tinggal datang ke rumah kakek neneknya buat meyakinkan penyurvei wkwkwk.

Selain itu, persyaratan yang harus dipenuhi pendaftar beasiswa ini adalah bukti pendapatan orang tua, SKTM, dan data aset. Persyaratan-persyaratan tersebut bisa dibilang gampang dimanipulasi. Pendapatan orang tua bisa disertakan dalam SKTM yang diurus di desa. Nah, biasanya kalo perangkat desanya sudah akrab atau bahkan jadi saudaranya si pendaftar, potensi buat dimanipulasi akan sangat besar. Data aset seperti kendaraan dan harta juga rentan mengalami hal yang sama. Berdasarkan pengalaman saya yang pernah disurvei oleh pihak universitas, aset tidak terlalu diperhatikan.

Baca Juga:

6 Dosa Oknum Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) yang Tidak Bertanggung Jawab dan Susah Dimaafkan

Penerima KIP Kuliah Gadungan: Kuliah Susah, tapi Gaya Hidup Mewah

Baca halaman selanjutnya

Gaya hidup wah, bayar UKT kok susah?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2024 oleh

Tags: beasiswa KIPmahasiswa tak mampumanipulasi data
Aji Permadi

Aji Permadi

Seorang pecinta dunia pendidikan yang lebih memilih merawat nalar daripada merawat borang. Mendedikasikan diri pada proses belajar-mengajar, namun secara terang-terangan menjaga jarak dari kerumitan

ArtikelTerkait

3 Dosa Penerima Beasiswa KIP yang Hanya Diketahui oleh Sesama Mahasiswa KIP Mojok.co beasiswa kip kuliah

3 Dosa Penerima Beasiswa KIP yang Hanya Diketahui oleh Sesama Mahasiswa KIP

15 Januari 2024
4 Alasan Beasiswa Kurang Mampu Kerap Salah Sasaran beasiswa KIP Kuliah

Beasiswa KIP Salah Sasaran: Cerita Laila yang Putus Kuliah karena Tak Dianggap Pantas Menerima Beasiswa

2 Maret 2023
6 Dosa Penerima KIP Kuliah yang Paling Susah Dimaafkan (Unsplash)

6 Dosa Oknum Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah) yang Tidak Bertanggung Jawab dan Susah Dimaafkan

4 September 2025
Beasiswa KIP Dipotong Massal Tanpa Transparansi yang Jelas dengan Kedok "Berbagi Rezeki", Kelakuan Bejat yang Bikin Setan Aja Minder

Beasiswa KIP Dipotong Massal Tanpa Transparansi yang Jelas dengan Kedok “Berbagi Rezeki”, Kelakuan Bejat yang Bikin Setan Aja Minder

28 Mei 2025
Beasiswa untuk Orang Kaya: Ironi Sistem Pendidikan Kita

Beasiswa untuk Orang Kaya: Ironi Sistem Pendidikan Kita

13 April 2024
Beasiswa KIP Kuliah Salah Sasaran, Banyak Penerimannya yang Masih Bisa Jajan Kopi Mahal hingga Naik Transportasi Kelas Eksekutif Mojok.co

Penerima KIP Kuliah Gadungan: Kuliah Susah, tapi Gaya Hidup Mewah

5 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Tidak Pernah Mengecewakan Mojok.co

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

11 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba
  • Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.