Barcelona: Diam Bangkrut, Bergerak Masif Merekrut

3 Hal yang Bikin Pendukung Barcelona Optimis meski Habis Dikalahkan Real Madrid

3 Hal yang Bikin Pendukung Barcelona Optimis meski Habis Dikalahkan Real Madrid (pixabay.com)

Barcelona kalau diibaratkan dengan kiai di perkampungan pedesaan, adalah sosok kiai yang paling sepuh. Sosok teladan umat yang menjadi tulang punggung dan sendi kehidupan umat itu sendiri. Mau kiai itu tingkat ekonominya menengah ke bawah, itu sama sekali tak menjadi masalah dan tetap berpengaruh. Jika kiai itu sudah dawuh, ya umat itu ikut atas dawuhnya. Sama, keseksian nama Barcelona juga demikian. Wajar saja, meski dianggap bangkrut, ia mampu bersaing dengan klub yang keuangannya sehat dan baik-baik saja.

Kalau kata @Ilhamzada di cuitan Twitternya, jika Barcelona sudah tertarik mengincar pemain, pemain itu langsung terpikat. Klub yang jadi pemilik pemain tersebut, langsung pusing. Sementara klub yang tertarik ke pemain tadi, jauh lebih pusing lagi. Sebab, mereka semua hanya menyisakan keinginan yang tinggi, tapi tidak terwujudkan. 

Lihat bagaimana saga transfer Raphinha. Sudah berapa tim elit Premier League yang mau merekrutnya. Bahkan, tak hanya dari Liga Inggris saja yang tertarik ke pemain Brasil itu. Namun, mereka semua seperti mimpi di siang bolong. Raphinha menyatakan ingin bermain bersama Barcelona, dan Blaugrana, memang punya kemauan yang bulat terhadap winger kanan Leeds United itu. Alhasil, bersatulah mereka sekarang. Yang lain, dibuat melongo saja. 

Lewandowski, adalah incaran Xavi. Situasinya, ini jauh lebih genting lagi. Sudah berapa kali tawaran yang Barcelona ajukan, tapi, oleh Bayern ditolak. Bahkan, pihak Die Roten bilang, kalau Lewy tidak akan dilepas ke tim mana pun. Tapi, itu semua kembali lagi ke kata “percuma” di saat Lewy memang berniat ingin diasuh oleh Xavi. Alhasil, bersatulah mereka sekarang. Yang lain, dibuat melongo saja. 

Andreas Christensen dan Franck Kessie juga sudah “done deal” berlabuh. Azpilicueta, Bernardo Silva, Konde hingga Marlo Alonso, kemungkinan besar akan berlabuh juga ke klub Catalan itu. Artinya krisis keuangan dan utang yang bejibun yang Barcelona alami, hanya semacam fiktif belaka. Walaupun iya, itu memang nyata adanya. Tapi sekali lagi, itu sama saja tidak nyata. Buktinya, meski El Barca sedang bangkrut, mereka tetap mahir merekrut pemain yang mereka inginkan. 

Kedatangan Raphinha dan Lewy, akan tercipta trio Lewy, Dembele dan Raphinha (LDR). Jelas, lini depan Barcelona kini patut diwaspadai. Terlepas apakah mereka hanya akan jadi pelapis atau starter di musim depan, itu tergantung Xavi. Entah Aubameyang, Ferran, atau Ansu Fati yang akan jadi andalan utama, kita lihat saja. Namun yang jelas, taktik Xavi adalah melalui segala pertimbangan dan analisis yang matang. Intinya perekrutan ini, adalah jalan ninja Xavi yang belajar dari kegagalan Barcelona musim lalu. 

Jadi, menganggap skuat Barcelona musim depan adalah tim yang antah berantah dan tim ampas, minim pemain berpengalaman, hanya klub yang mampu mengambil pemain dari Barca B, adalah anggapan yang sudah sepatutnya kalian tahan dan tidak perlu lagi diucapkan. Tapi, apakah skuat mentereng yang kini menumpuk, akan berimbas pada performa bagus Barcelona?

Namun kini muncul pertanyaan lain: yakin bisa bersaing dengan bergantung nasib ke pemain yang punya label dengan harga mahal? Ya, tidak. 

Kedalaman skuat, strategi yang jitu, faktor nonteknis dan mental baja, adalah kebutuhan yang harus padu dan memang dibutuhkan bagi tim yang mau mendulang kemenangan dan menyabet gelar juara. 

Xavi menerapkan format 4-3-3. Yang artinya, ia menyisakan satu penyerang di lini depan. Namun, ketika mode menyerang, Barcelona cenderung memakai 3-5-2. Siapa lagi kalau bukan Jordi Alba yang jadi magnet serangan di tepi sayap kiri sisi penyerangan. Yang jadi masalah musim lalu, adalah penyelesaian akhir. Plus Barcelona yang jarang shots dari luar kotak penalti. 

Barcelona memang paten perihal penguasaan bola. Tapi hasil akhir dari serangan itu, tak jarang terbuang sia-sia. Dan, kedatangan Raphinha adalah bisa memecah kebuntuan dengan opsi melesakkan bola dari luar kotak penalti tadi sebagaimana yang ia lakukan dan perlihatkan bersama Leeds United. 

Pun juga Aubameyang yang musim lalu masih terlihat kaku dalam menentukan momentum akhir. Maka Lewy adalah jaminannya. Sebab, kedatangan Lord Lewy memang untuk menyempurnakan apa yang kurang dari dari Aubameyang, begitu sebaliknya. Keduanya, adalah untuk saling melengkapi demi efektifitas Barcelona di setiap laga yang dilakoni. 

Belum lagi semenjak ditinggal pergi oleh Messi. Barcelona perihal tendangan bebas, tak lagi menakutkan. Sementara hal-hal teknis seperti inilah yang dibutuhkan dalam tim dan mau menyabet gelar juara. Dan hal ini, adalah tidak lepas dari kualitas individualitas para pemain.

Dan bicara kualitas, Raphinha dan Lewy tentu tak bisa diragukan lagi soal merusak pertahanan lawan dan mengakhirinya dengan gol. So, apakah perekrutan Barcelona ini sudah benar-benar tepat, utamanya pemain sekaliber Raphinha dan Lewy. Apakah mereka mampu menjawab kekurangan ini?

Semoga saja. Sebab, jujur saja saya khawatir perjudian Barca ini ternyata gagal, dan bikin utang mereka makin tak terbayar.

Penulis: Zubairi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Barcelona: Berkaca dari Bencana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version