Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Banjir Kota Batu dan Twit Bu Menteri Adalah Bukti Kampanye Menjaga Lingkungan Dimulai dari Diri Sendiri Itu Bullshit

Talbyahya Herdy Putra oleh Talbyahya Herdy Putra
6 November 2021
A A
Banjir Kota Batu

Banjir Kota Batu

Share on FacebookShare on Twitter

Hari Kamis, 4 November 2021, Kota Batu diguncang bencana. Banyak rumah dan sawah yang hancur akibat curah hujan yang tinggi. Beberapa orang dilaporkan hanyut terbawa arus deras. Sebelum membaca lebih lanjut, yuk sempatkan waktu buat mendoakan korban. Atau mungkin bisa juga ikut donasi melalui jejaring donasi yang ada. Semoga semua korban diberikan kekuatan, dan juga untuk alam yang sedang bersedih, semoga lekas membaik.

Satu hari sebelumnya, Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kita, membuat tweet yang cukup kontroversial. Cuitannya sudah di-retweet berkali-kali dan mengundang banyak reaksi.

Tweet yang ditulis Bu Menteri itu dirasa nggak mendukung kelestarian alam Indonesia sama sekali. Malahan, ia berpendapat kalau pembangunan harus tetap berjalan, apa pun yang terjadi. Walau dengan ancaman peningkatan emisi karbon atau deforestasi sekalipun.

Sehari setelah tweet itu, secara mengejutkan Kota Batu mengalami bencana banjir bandang. Banjir yang ini menyebabkan 15 orang hilang, empat kendaraan bermotor hanyut, dan satu rumah tenggelam ini. Banjir itu, nggak cuma dirasakan warga Kota Batu, tapi juga sampai beberapa daerah di bawahnya. Kota Malang, terutama daerah yang dilintasi aliran sungai brantas, jadi salah satu daerah yang terkena dampaknya.

Tau Kampung Warna-warni Jodipan? Nah kampung itu juga terendam banjir dari aliran sungai brantas yang meluap.

Dua kejadian diatas itu seperti dihubungkan oleh garis tuhan. Mengejutkan dan sangat tidak terduga. Tentu saja kita sudah menduga kalau tweet-nya Bu Menteri bakal mendatangkan bencana, tapi siapa kira akan datang secepat ini?

Kampanye menjaga mengurangi bahan plastik, memangnya efektif?

Kejadian ini mengingatkan saya pada kampanye yang cukup populer: menjaga lingkungan dimulai dari diri sendiri. Biasanya kampanye ini berbentuk ajakan untuk mengurangi penggunaan barang berbahan plastik, seperti kantong kresek atau sedotan.

Baca Juga:

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Tetapi, dari dulu saya selalu merasa aneh ketika melihat kampanye semacam ini. Setiap kali saya masuk ke ind*ngapret, betamart, dan sejenisnya, ajakan ini selalu muncul. Bentuknya bisa gantungan atau stiker yang ditempel di sudut tembok. Setiap kali itu pula saya selalu bertanya, “Kok ngajak mengurangi penggunaan plastik, di tempat yang isinya barang-barang plastik semua ya?”

Kenapa ya, meski banyak orang yang mau menuruti ajakan itu, lingkungan masih saja rusak?

Banjir juga tetap terjadi, walau katanya dengan kita mengurangi plastik yang mudah terurai itu, maka lingkungan kita akan blablabla dan bencana akan blablabla. Setelah membaca tweet Bu Menteri dan melihat berita banjir Batu, saya mencoba mencari jawabannya.

Dengan dibuatnya tulisan ini, saya ingin mengajak kita untuk berpikir kembali: apa benar lingkungan rusak hanya karena kita banyak menggunakan plastik?

Plastik kan yang bikin pabrik-pabrik, kok kita yang salah? Apa benar hanya dengan mengganti plastik kresek dengan kantong kertas yang dijual di ind*ngapret, kerusakan alam bisa berhenti? Apa bisa hanya dengan kemauan kita, alam bisa tetap lestari?

Mari kita periksa.

Kota Batu adalah contoh

Selama ini, selain ikut kampanye anti-plastik, banyak sekali yang sudah kita lakukan demi menjaga lingkungan. Sebagai individu, setidaknya kita sudah memilih untuk ikut serta mengurangi penggunaan plastik di kehidupan sehari-hari. Tujuannya jelas, biar sampah plastik tidak banyak, dan alam tidak rusak. Di antara kita, ada pula yang memilih untuk bergabung kedalam komunitas dan melakukan hal lain.

Sebagai contoh di Kota Batu, banyak komunitas yang sering melakukan penanaman pohon. Ada pula yang memilih melakukan pemeliharaan sungai. Kegiatan-kegiatan itu, sudah dilakukan sejak lama. Tapi seperti yang kita tahu, bencana banjir masih tetap terjadi.

Usut punya usut, banjir ini diakibatkan kurangnya area resapan hujan. Tingginya curah hujan, nggak mampu diserap dengan baik. Pada akhirnya menyebabkan banjir. Hal ini nggak bisa dilepaskan dari maraknya pembangunan. Kawasan yang awalnya adalah area resapan, dialih fungsikan sebagai bangunan.

Akhir-akhir ini Pemerintah Kota Batu memang senang sekali mengeluarkan izin pembangunan. Terutama jika tujuannya sebagai objek wisata, tidak usah menunggu lama deh, cukup sebentar saja izinnya langsung keluar kok. Selain itu, hotel dan penginapan juga menjadi objek bangunan favorit Pemerintah Kota Batu. Katanya untuk mendukung pariwisata.

Semangat Pemerintah Kota Batu untuk membuat wisata-wisata baru, justru mengarah kepada eksploitasi alam. Demi menunjang wisata baru, sumber mata air dan hutan pun jadi korbannya.

Mari kita baca penelitian Walhi Jatim. Katanya, selama 2005 sampai saat ini, sudah ada 108 titik sumber mata air yang mati. Akibat pembangunan yang tidak memperdulikan lingkungan itu, hasilnya banyak titik sumber mata air yang tertutup.

Ada juga sumber mata air yang dikuasai oleh objek wisata. Padahal, kalau kata undang-undang, air itu commons, milik bersama alias nggak boleh jadi milik pribadi. Nggak cuma itu, hutan di wilayah Kota Batu pun juga berkurang. Kita bisa lihat data dari wartawan Radar Malang. Katanya, luas kawasan lahan hijau sudah menyusut sekitar satu hektar hanya dalam waktu tujuh tahun saja. Menyedihkan.

Dari data-data itu, kita bisa simpulkan bersama. Sebenarnya, banjir di Kota Batu adalah akibat dari Pemerintah Daerahnya yang nggak punya empati dengan alam. Pantas aja alamnya ngambek, orang dirusak terus. Sama seperti tweet Bu Menteri Lingkungan yang nggak peduli lingkungan, Pemerintah Kota Batu juga nggak peduli lingkungan.

Padahal kita sudah sering ikut kampanye “jaga alam mulai dari diri sendiri”, tapi tetep saja alamnya rusak, kan? Kalau sudah begini, artinya menjaga alam tanpa keseriusan pemerintah, adalah bullshit, omong kosong!

Kita nggak akan pernah bisa menjaga alam, kalau pemerintah yang punya wewenang untuk mengatur, sama sekali nggak punya niatan untuk menjaga alam. Tunggu saja sebentar, kalau begini terus, hancur lah kita semua.

Tapi, kalau bisa sih jangan sampai ya. Kalau nggak ya kita turunkan aja mereka, hehehe.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 November 2021 oleh

Tags: banjirkampanyeKota Batulingkungan hidupmenteritwit
Talbyahya Herdy Putra

Talbyahya Herdy Putra

Juru elus kucing di Komunitas Kalimetro.

ArtikelTerkait

BTC Sepi dan Gagal Menjadi Solusi Masalah PKL di Kota Batu

BTC Sepi dan Gagal Menjadi Solusi Masalah PKL di Kota Batu

8 Januari 2024
5 Hal yang Bikin Kota Bandung Macet Terminal Mojok

Sisi Gelap Kota Bandung yang Sudah Jadi Rahasia Umum

25 September 2022
Malang dan Batu Saling Sindir, tapi Saling Membutuhkan (Unsplash)

Malang dan Batu: Persaingan Sunyi Dua Saudara yang Tak Pernah Selesai Berkompetisi

15 Maret 2025
Panduan Berwisata ke Batu Night Spectacular supaya Tidak Berekspektasi Berlebihan dan Berujung Kecewa Mojok.co

Panduan Berwisata ke Batu Night Spectacular supaya Tidak Berekspektasi Berlebihan dan Berujung Kecewa

1 Juli 2025
Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

Andai Dulu Kota Batu Nggak Memisahkan Diri dari Malang, Ini yang Akan Terjadi

12 Maret 2025
Sisi Gelap Jenang Apel, Oleh-oleh Khas Malang yang Bikin Pembeli Waswas

Sisi Gelap Jenang Apel, Oleh-oleh Khas Malang yang Bikin Pembeli Waswas

22 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.