Begitu banyak kutipan tentang Bandung yang menggambarkan kota berjuluk Kota Kembang ini begitu romantis. Salah satunya kutipan Pidi Baiq yang diabadikan di terowongan Jalan Asia-Afrika. Sebagai warga Bandung asli, saya merasa Kota Kembang tak selalu romantis dan manis seperti yang diceritakan banyak orang. Seperti masalah kemacetan, tata kelola yang buruk, transportasi umum yang kurang layak, banjir, hingga banyaknya pungli berkedok parkir liar ataupun pak ogah.
Terlepas dari predikat kota dengan berbagai macam masalah, saya merasa Bandung tetap memiliki sisi positif yang patut dibanggakan semua penghuninya.
#1 Bandung punya banyak pilihan tempat wisata dan liburan favorit warga Jabodetabek
Bandung itu jalannya sempit. Di setiap ruas jalan yang kita lalui di sini pasti ada macet tanpa memandang hari kerja atau hari libur. Bedanya, kalau pas weekend, kemacetan di sini diakibatkan wisatawan luar kota. Kebanyakan sih warga Jabodetabek.
Bandung yang kerap dikunjungi wisatawan luar kota ini seharusnya membuat warga berbangga diri. Jarang lho ada kota di Indonesia yang selalu sibuk dari Senin sampai Minggu. Roda perekonomian warga semakin berputar kencang. Salah satu tujuan wisata favorit di sini adalah Braga, Asia-Afrika, Lembang, dll.
#2 Kaya akan kuliner yang menggoyang lidah
Kalau ada yang bertanya, kota mana di Indonesia yang layak menyandang status kota kuliner, jawabannya pasti mengerucut kepada Bandung. Berbagai jenis makanan, baik makanan tradisional hingga modern kekinian tersedia di sini. Dari warung kaki lima sampai kafe estetik ada di Bandung.
Coba sebutkan kuliner yang menggoyang lidah. Makanan terbuat dari aci seperti cimol, cireng, cilok, dll., lalu ada siomay dan batagor, hingga makanan viral seperti seblak dapat dengan mudah ditemukan di Kota Kembang. Harganya pun murah meriah.
#3 Dinobatkan sebagai ibu kota Asia-Afrika
Selain menyandang status ibu kota provinsi Jawa Barat, Bandung juga dinobatkan sebagai ibu kota Asia-Afrika. Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi warga Bandung. Penyebutan ini tentu karena peran historis Kota Kembang dalam kesuksesan menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pertama pada tahun 1955 di Gedung Merdeka.
Pada bulan April 2025 kemarin, dalam rangka menyambut Konferensi Asia-Afrika yang ke-70 tahun, Kota Kembang secara simbolis ditetapkan sebagai ibu kota Asia-Afrika, termasuk meluncurkan logo baru kota ini. Makna ibu kota Asia-Afrika bukan hanya menandakan Bandung menjadi ibu kota administratif bagi negara Asia Afrika, tapi juga memiliki peranan sebagai pusat semangat, solidaritas, dan diplomasi global perjuangan kemerdekaan Asia Afrika serta upaya perdamaian dunia.
#4 Bandung nyaris menjadi ibu kota Hindia Belanda
Saat ini, status Bandung memang ibu kota Provinsi Jawa Barat. Tapi tahu nggak sih kalau dulu pada zaman kolonial Belanda, kota ini sebenarnya disiapkan menjadi ibu kota menggantikan Batavia.
Saksi bisu Kota Kembang dipersiapkan menjadi ibu kota Hindia Belanda bisa kita lihat dari bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini. Misalnya Stasiun Bandung, Gedung Sate, hingga pusat persenjataan di Cimahi. Tak ketinggalan saluran transportasi udara, stasiun radio di Gunung Puntang, hingga Museum Geologi. PT Pindad yang sekarang berdiri, dulunya merupakan pabrik senjata Hindia Belanda.
Akan tetapi, pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung tidak terlaksana karena Belanda keburu kalah oleh pasukan tentara Jepang. Dan Belanda menyerah hingga diadakanlah Perjanjian Kalijati di Subang pada 8 Maret 1942.
#5 Persib Bandung punya basis penggemar yang besar
Terakhir, yang bisa dibanggakan dari Kota kembang tak lain dan tak bukan adalah memiliki tim sepak bola Persib Bandung. Pendukung Persib bukan hanya berasal dari Bandung, tapi juga dari kota dan kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat dan bahkan luar Jawa Barat. Bahkan orang luar negeri pun tak sedikit yang menjadi pendukung Persib.
Prestasi Persib di kancah sepak bola Indonesia juga membanggakan. Persib bersama Persipura adalah klub paling sukses di liga profesional Indonesia dengan berhasil menjuarai liga sebanyak 4 kali. Persib juga merupakan juara bertahan liga yang meraih gelar back to back juara.
Ada adigium populer di Kota Kembang betapa Persib merupakan sebuah kebanggaan, yakni “jangan ngaku gaul di Bandung kalau tidak mendukung Persib” serta “Persib adalah harga diri urang Bandung”.
Itulah 5 hal yang menurut saya bisa dibanggakan dari Kota Bandung meski kota ini juga cukup terkenal dengan berbagai masalahnya. Meski macet, banjir, dan padat, saya tetap betah tinggal di sini. Berapa kali pun saya merantau, Bandung tetaplah Bandung dan saya selalu ingin kembali dan menetap di sini.
Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Intan Ekapratiwi
BACA JUGA Sebagai Orang Bandung, Saya Bersyukur Bisa Merantau dan Kuliah ke Jogja
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















