Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Baliho Caleg Muda dengan Pose Saranghaeyo Hanya Bikin Mual, Nggak Bikin Tertarik untuk Memilih

Aristo Afkar oleh Aristo Afkar
4 Januari 2024
A A
Baliho Caleg Muda dengan Pose Saranghaeyo Hanya Bikin Mual, Nggak Bikin Tertarik untuk Memilih

Baliho Caleg Muda dengan Pose Saranghaeyo Hanya Bikin Mual, Nggak Bikin Tertarik untuk Memilih (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Para caleg muda kenapa pada pasang baliho dengan pose saranghaeyo sih? Kalian tuh punya masalah apa?

Wahai caleg yang baik hati, saya yakin, kalian bukanlah orang sembarangan. Kalian semua adalah orang pintar. Saya yakin itu. Tidak mungkin orang-orang biasa dan kurang pintar, seperti saya, berani nyaleg. Ya kan? Ya dong.

Terlebih buat para mas-mas dan mbak-mbak caleg muda. Usia boleh muda tapi kredibilitas tak kalah dengan yang tua. Segudang prestasi dan gelar sudah didapatkan. Bahkan ada pula yang bergelar doktor. Di usia muda dan bergelar doktor itu sungguh pencapaian yang luar biasa. Saya rasa ini menjadi angin segar bagi dunia politik Indonesia. Memang sudah saatnya yang muda mengambil alih dunia, yang tua pensiun saja.

Kalian para caleg muda diharapkan mempunyai terobosan-terobosan yang mungkin tidak terpikirkan oleh kalangan tua. Pemikiran-pemikiran yang kritis dan komprehensif itulah yang diharapkan. Sehingga mampu menjadi wakil rakyat yang amanah. Tapi, ternyata ekspektasi saya terhadap kalian itu terlalu tinggi. Kalian tak ada bedanya dengan mereka-mereka yang sudah tua. Kukira suhu, ternyata cupu.

Saya cuma mau menyorot satu sudut pandang saya terhadap kalian, yang belakangan ini menjadi keresahan saya. BALIHO. Baliho sudah menjadi tahapan pemasaran brand caleg-caleg sudah sejak lama. Ya, mungkin kalau di era Presiden Soeharto baliho menjadi alat yang mujarab untuk pemasaran brand kalian. Tapi sekarang? Saya rasa cara itu sudah usang.

Baliho-baliho di pinggir jalan sudah banyak terpasang sejak satu atau dua bulan belakangan. Benar-benar mengotori pandangan. Saya yakin banyak orang, terutama saya, yang terganggu dengan baliho-baliho itu. Bagaimana tidak, setiap keluar rumah kita disuguhi dengan wajah orang yang mungkin tidak kita kenal sama sekali. Dengan pose jempol, kepalan tangan, bahkan pose saranghaeyo.

Kalian itu kenapa sih sebenernya?

Ya nggak saranghaeyo juga to ya

Ya memang sebagai calon legislatif haruslah berani untuk tampil didepan khalayak umum, tapi ya nggak saranghaeyo juga gitu lo. Iya biar kerasa kesan mudanya, tapi kan saya jadi pengen bales “Saranghaeyo too”. Aduh cringe banget.

Baca Juga:

Baliho di Jogja Ambruk, Sudahkah Waktunya Mengkaji Jumlah Baliho dan Menertibkannya?

Culture Shock Orang Kediri Ketika Pertama Kali Singgah di Kabupaten Trenggalek

Baliho-baliho itu tanpa foto saranghaeyo kalian saja sudah mengotori pandangan. Kalau kata yang agak ilmiahnya itu, polusi visual. Lanskap kota yang nggak terlalu indah ini jadi semakin jelek gara-gara foto kalian. Orang kalau kepanasan jadi males neduh di bawah pohon kalau sambil tatapan mata dengan foto kalian. Niatnya neduh malah jadi romantis-romantisan. Pie jal?

Mas-mas dan mbak-mbak caleg muda, kalian itu sebenernya sama dengan caleg-caleg yang sudah tua. Nggak ada pembaruan, nggak ada pemikiran yang progresif. Padahal kalau dilihat dari kacamata awam, setelah pemilu mau dibawa kemana itu baliho? Mau dibagiin ke pedagang-pedagang kaki lima atau warung-warung pinggir jalan buat taplak meja? Kalaupun iya, apakah semuanya akan tersalurkan? Berapa banyak baliho-baliho itu yang akan berakhir di tempat pembuangan sampah? Maaf ya, saya banyak tanya. Ini murni ketidaktahuan saya, jadi tolong cerahkan saya wahai puh sepuh.

Belum jadi pemecah permasalahan kota saja sudah bikin potensi masalah. Yang kayak gitu masa iya mau jadi wakil rakyat. Memang rakyat kita masih banyak yang nyampah, tapi mbok ya jangan jadi wakilnya rakyat yang seperti itu. Rakyat yang peduli dengan sampah dan lingkungan sekitar masa nggak diwakilkan?

Caleg muda kok nggak bisa mecahin masalah kayak gini

Kalian mungkin bisa bilang, baliho itu sarana dan alat pemasaran diri yang paling ampuh. Langsung sesuai target audiens, dan terbukti sudah berpuluh-puluh tahun digunakan. Kamu itu bisanya ngritik aja, emang kamu ada solusi buat pemasaran brand caleg-caleg ini?

Mungkin kata-kata itu yang akan terlontar dari sampean-sampean para caleg muda kepada saya yang bisanya cuma ngritik ini. Iya kan? Nah, saya akan memberi solusi.

Jadi solusi saya tentang baliho sebagai pemasaran brand caleg-caleg ini adalah… YA JELAS SAYA NGGAK ADA SOLUSILAH BUOS. Ya itu PR Anda buat nyari solusi. Wong nyari solusi buat pemasaran brand image yang ramah lingkungan aja ndak bisa kok mau nyari solusi buat permasalahan kota/daerah. Hesss ramashok.

Penulis: Aristo Afkar
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Glorifikasi Pemuda dalam Politik Indonesia: Anak Muda Memang Penting, tapi Anak Muda yang Gimana Dulu?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Januari 2024 oleh

Tags: Balihocaleg mudasampah visualsaranghaeyo
Aristo Afkar

Aristo Afkar

ArtikelTerkait

Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan terminal mojok.co

Kisah Nelangsa Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan

13 Agustus 2021
Baliho Sebagai Media Kampanye Sudah Usang, Berikut 5 Rekomendasi Penggantinya terminal mojok

Baliho Sebagai Media Kampanye Sudah Usang, Berikut 5 Rekomendasi Penggantinya

26 Juni 2021
Ironi Caleg Muda: Kalau Muda tapi Kosong, Mendingan BA Esports Aja yang Nyaleg!

Ironi Caleg Muda: Kalau Muda tapi Kosong, Mendingan BA Esports Aja yang Nyaleg!

1 Februari 2024
papan iklan

Di Bawah Ancaman Papan Iklan

9 Mei 2019
baliho puan maharani branding usang mojok

Puan Maharani, Baliho, dan Branding yang Usang

29 Juli 2021
Tiang listrik

5 Alasan Tiang Listrik Media Kampanye yang Lebih Efektik ketimbang Baliho

29 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Tiket Pesawat Sudah Terlalu Mahal, Ini Hitungan yang Lebih Logis (Unsplash)

Tiket Pesawat di Indonesia Sudah Terlalu Mahal dan Tidak Masuk Akal, Berikut Saya Membuat Hitungan yang Lebih Logis

9 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lawson Slamet Riyadi Solo dan Sekutu Kopi: Jadi Tempat Ngopi, Jeda selepas Lari, dan Ruang Berbincang Hangat
  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.