Baliho di Jogja Ambruk, Sudahkah Waktunya Mengkaji Jumlah Baliho dan Menertibkannya?

Saya kira harusnya pernyataan saya tidak begitu kontroversial. Menurut saya, sudah saatnya beberapa baliho di Jogja itu diturunkan.
Culture Shock Orang Kediri Ketika Pertama Kali Singgah di Kabupaten Trenggalek

Beda jauh ternyata.
Baliho Caleg di Jalan Tangkel-Suramadu Malah Bikin Saya Ogah Nyoblos. Mending Balihonya Direvisi Sekarang, Pak/Bu!

Baliho caleg di sepanjang Jalan Tangkel-Suramadu banyak salahnya. Mending direvisi segera soalnya malah bikin saya males nyoblos!
Sudah Memakan Korban Berkali-kali, tapi Kenapa Baliho di Jogja Tak Kunjung Ditertibkan? Susah atau Memang Nggak Mau Susah?

Butuh berapa korban lagi?
Baliho Caleg Muda dengan Pose Saranghaeyo Hanya Bikin Mual, Nggak Bikin Tertarik untuk Memilih

Cringe abizzz.
Pasang Foto Rektor di Baliho Posko KKN Itu Tujuannya Apa Sih? Nggak Ada Faedahnya Juga, buat Apa?

Pasang foto rektor di baliho posko KKN itu nggak ada faedahnya. Apalagi jika ternyata itu untuk media kampanye. Duh, etikaaa.
Baliho di Jogja Angkuh Mengotori Pandangan ketika Alam Sudah Murka

Baliho di Jogja sudah bikin sepat mata. Ketika badai datang, keselamatan pengendara malah terancam. “Mungkin alam mulai murka, melihat tingkah kita.” Itulah secuil lirik lagu dari Ebiet G. Ade. Lagu yang akrab dengan bencana ini memang cocok untuk menggambarkan Jogja hari ini. Meskipun sudah diobrak-abrik oleh badai, namun barisan barang ini di Jogja masih angkuh […]