Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kamus Bahasa Madura : Nggak Kalah Njelimet Dibanding Bahasa Inggris

Ahmad Khoiri oleh Ahmad Khoiri
30 Maret 2020
A A
Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris

Share on FacebookShare on Twitter

Bahasa Madura itu njelimetnya nggak tanggung-tanggung, loh!

Beddhâ’-Bheddhâ-Bâdhdhâ-Bândhâ-Bhânta

ADVERTISEMENT

Bâdhdhâ-Bhânta-Beddhâ’-Bândhâ-Bheddhâ

Bhânta-Beddhâ’-Bheddhâ-Bâdhdhâ-Bândhâ

Njelimet, kan?

Bahkan untuk menyusun derivasi tiga baris dari empat kosa kata tersebut, saya harus berpikir berulang-ulang. Saya khawatir ada kesamaan penulisan karena masing-masing memiliki artinya tersendiri.

Setiap kata, meskipun agak mirip pelafalannya, sejatinya tidak sama. Bedanya bahkan kadang hanya di permainan lidah belaka, tidak dalam huruf. Itulah bahasa Madura. Bahkan bagi orang Madura sendiri, bahasa ini tidak lebih mudah dari bahasa Inggris sekalipun.

Seperti jamak diketahui, kebanyakan orang Madura terutama yang tinggal di pelosok, meskipun sudah kenal dan diajarkan bahasa Inggris, mereka tidak mampu melafalkannya dengan fasih. Ada yang bilang lidah kami keras, sedangkan bahasa Inggris fleksibel, atau kata orang Madura: “awès-clowès”. Kalau mau bilang ‘I love you’, mereka akan mengucapkannya sebagai ‘ai lapi yu’, bahkan ‘alapiu’, jadi mirip dengan bahasa Madura ‘alabbhu’ (tulisan bh dibaca p) yang artinya ‘hujan-hujanan’.

Baca Juga:

Menjadi Tutor Bahasa Inggris untuk Anak TK dan SD Membuat Saya Sadar, “Hello” Jauh Lebih Penting daripada “Open Your Book”

Sebagai Anak Madura, Saya Cemburu dengan Anak Sumatera yang Tak Perlu Susah Payah Menyembunyikan Identitas

Kalau bahasa Inggris kerap kali berbeda antara penulisan dan pelafalan, penulisan bahasa Madura justru wajib menyamai pelafalannya. Tentu saja itu tidak membuat ke-njelimet-an bahasa Madura teratasi, justru membuat orang Madura sendiri tidak tahu menuliskannya berdasarkan ejaan yang benar, èjhâ’ân sè teppa’.

Misalnya, kalau hendak mau bilang ‘ngangkuy’, maka penulisan yang tepat adalah ‘ngangghuy’ (tulisan gh dibaca k). Bahkan kalau ‘nga’ diganti ‘nyo’, yakni ‘nyongghuy’, maknanya lain lagi, yaitu menggendong.

ADVERTISEMENT

Empat suku kata di atas bahkan tidak bisa ditulis secara apa adanya, karena akan bentrok dengan kata lain yang maknanya berbeda. Dan ketika bentrok dibiarkan, imbasnya adalah pergeseran makna. Melafalkan sulit, sesulit juga menuliskannya. Bahasa Madura mah begitu.

Maka tidak heran ketika Moch Ali, seorang doktor Filologi dalam Simposium Internasional ke-16 Pernaskahan Nusantara, ketika mempresentasikan makalahnya, Pemertahanan Bahasa Madura dalam Manuskrip Ratib Haddad di Pesantren, seakan kelu lidah ketika mengucapkannya. Bahkan bagi saya sebagai orang Madura, beliau salah dalam melafalkannya.

Beddhâ’ (artinya ‘bedak’), Bheddhâ (artinya ‘robek’), dan Bâdhdhâ (artinya ‘wadah’) bila ditulis apa adanya, dan secara keliru, maka akan jadi begini: Bette’-Pette-Bette. Padahal, ‘pette’ itu sudah memiliki arti lain, yaitu pettè (nama sayur) dan pètè’ (istilah bahasa Madura untuk anak ayam).

Sudah begitu kalau mau nyebut ‘kunci gembok’, bahasa Maduranya adalah ‘kondhol’ (dh dibaca t). Padahal dalam bahasa Jawa, itu maknanya berbahaya. (Pliss kata terakhir ini jangan dibaca berulang-ulang)

Kesulitan bahasa Madura, baik penulisan maupun pelafalannya, acapkali juga memengaruhi respons orang yang diajaknya berbicara. Ketika saya ke Jogja, beberapa bulan lalu, dalam suatu kompetisi ilmiah, kebetulan para kontestan banyak yang berasal dari Jawa.

“Lah sampean kok misuh, Cak?” katanya. Jadi saya dianggap misuh, karena logat dan intonasi ke-Madura-an saya, seperti umumnya orang Madura. Bagi mereka, terdengar kasar itu sama dengan misuh. Padahal waktu itu kami sedang bahas perihal teknis presentasi karya. Duh Gusti….

Lebih kurang setahun lalu, saya menjadi Redaktur Pelaksana suatu majalah. Kebetulan, salah satu rubriknya adalah ‘Gagasan Bahasa Madura’. Sumpah, mencari penulis yang mau mengisi gagasan tersebut tidak pernah ada, dan selama itu pula, selalu saya yang mengisinya sendiri.

Selain sulit mencari kontributor untuk satu rubrik tersebut, saya juga harus menulisnya dua kali: dalam bahasa Indonesia, lalu terjemah, kemudian dikoreksi ejaannya. Kalau nggak begitu, langsung nulis secara bahasa Madura, ide mandek.

ADVERTISEMENT

Untung saja saya masih ada sisa ingatan pelajaran Bahasa daerah saat masih Es-Em-Pe. Jadi masih ingat bahwa vokal k ditulis dengan gh, vokal c ditulis dengan jh, vokal t ditulis dh, dan sebagainya.

Masih ingat pula bahwa e ditulis dengan â, juga ditulis dengan è, tergantung pelafalan kosakatanya. Akan tetapi saking njelimet-nya, saya hanya memakai ketentuan tersebut bila mau menulis secara formal, seperti majalah. Kalau untuk komunikasi chat sesama orang Madura, saya tidak pernah menggunakannya. Ruwet. Mending nulis bahasa Inggris.

Apakah itu artinya bahasa Madura tak layak dipelajari? Nggak juga. Bukan begitu maksudnya.

Justru semua itu menjadi keunikan dari bahasa Madura itu sendiri. Selama ini orang luar, terutama orang Jawa, memiliki pandangan stigmatis bahwa Madura identik dengan kekasaran, kekerasan, bahkan keterbelakangan. Padahal tak separah stigma itu, sih.

Bahasa Madura njelimet, dan rada-rada tak lebih mudah ketimbang bahasa Inggris, tapi orang-orangnya sopan-sopan, lho. Di sana ada prinsip, “Anda sopan kami segan, Anda lancang kami tendang.”

Maksudnya, bagaimana karakter orang Madura tidak melulu soal kesan kasar-keras, tergantung bagaimana kita bersikap terhadap mereka. Bahasa yang sulitnya nggak karuan itu juga punya tingkatan, kok. Ada caca-colo’, dan itu biasanya kasar. Ada èngghi-bhunten, istilahnya perbhâsan.

Pangangghep (solidaritas) antar sesama warga erat sekali, mungkin tak akan ditemui di daerah manapun. Orang Madura dikenal ada di mana-mana. Tak dalam negeri, tak luar negeri, pasti ada orang Madura. Merantau adalah tradisi menyambung hidup warganya.

Menariknya, di perantauan, mereka tak terbelakang. Kaya-kaya semua. Pada jadi konglomerat. Ya meski biasanya bisnisnya itu-itu saja. Kalau tak sate, potong rambut, nasi bebek, ya juragan besi tua. Tapi tidak usah malu. Kalau Anda orang Madura, beli sate ke mereka pakai bahasa Madura, fix, Anda akan dapat potongan harga.

Dari kalangan politisi dan intelektual juga tak kalah berkelas. Pak Mahfud MD, Menteri Koordinator Politik dan HAM itu orang Madura. Pak Mien A Rifa’ie, pakar Madurologi itu juga orang Madura. Keduanya sama-sama profesor. Ada juga sih yang berprofesi bakul buku atau warung kopi.

Memang tidak semua orang Madura bisa menulis bahasanya sendiri, saking sulitnya. Pak Mien A Rifa’ie pernah menerjemah Undang-Undang Dasar 1945 ke dalam bahasa Madura dan hasilnya bagus banget. Betul semua ejaannya.

Tetapi Madura tetaplah Madura. Tak banyak orang seperti Pak Mien. Semakin ke sini orang Madura bahkan semakin gengsi memakai bahasanya. Bahasa Madura yang njelimet itu dianggap terbelakang. Di kampung-kampung bahkan sudah ada orang tua yang mendidik anaknya sejak lahir menggunakan bahasa Indonesia. Berkelas, katanya.

Alhasil, bagaimanapun tingkat njelimet-nya, seharusnya pelestarian budaya bahasa itu tidak menyusut. Bukan tidak mungkin di masa depan, bahasa Madura dilupakan, tak ada yang bisa menuturkannya dengan fasih, apalagi menuliskannya dengan tepat ejaan.

Bahwa bahasa lokal terancam punah oleh bahasa nasional adalah benar adanya. Barangkali adalah miris jika yang berhasrat dengan bahasa Madura adalah para peneliti dari luar, yang jelas lisannya beda. Pasti hasilnya degradatif, dan kesan njelimet-nya tak tampak, jadi reduktif. Keunikan bahasa Madura itu pun hilang. Tolong, jangan sampai.

BACA JUGA Kelakar Orang Madura yang Bikin Kita Kenal Lebih Dekat dengannya dan tulisan Ahmad Khoiri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2021 oleh

Tags: Bahasa Inggrisbahasa maduraorang madura
Ahmad Khoiri

Ahmad Khoiri

Sekretaris Redaksi Harakatuna[dot]com.

ArtikelTerkait

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

Hilangnya 9 Besi Penutup Got di Bangkalan Menegaskan kalau Orang Madura Memang Tak Layak Dibela

2 Agustus 2024
Sebagai Orang Madura, Saya Sebenarnya Agak Segan Belanja di Warung Madura

Sebagai Orang Madura, Saya Sebenarnya Agak Segan Belanja di Warung Madura

29 Juli 2025
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

TOEFL Itu Nggak Sulit asal Cara Belajarnya Benar

3 Oktober 2020
grammar yang baik code switching skor toefl 550 aplikasi belajar bahasa inggris grammar toefl bahasa inggris cara belajar bahasa inggris mojok.co

Cake, Aplikasi Belajar Bahasa Inggris Saingan Berat Duolingo

11 Januari 2021
Rekomendasi 4 Kanal YouTube buat Belajar British Accent

Rekomendasi 4 Kanal YouTube buat Belajar British Accent

10 Juni 2023
Gelar Kampung Inggris yang Membebani Warga Pare

Gelar Kampung Inggris yang Membebani Warga Pare

30 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

Saya masuk desil 10, saya dianggap elite oleh negara, padahal hidup saya benar-benar mengenaskan

13 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang pernah diajarkan ke anak TK, buat apa coba? Mojok

Manasik haji kegiatan paling sia-sia yang diajarkan ke anak TK, buat apa coba? 

13 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.