Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Aturan Tidak Tertulis Ketika Naik Batik Solo Trans agar Selamat dari Semprotan Supir

Julia Nita Sifa Prabarani oleh Julia Nita Sifa Prabarani
8 September 2024
A A
Aturan Tidak Tertulis Ketika Naik Batik Solo Trans agar Selamat dari Semprotan Supir

Aturan Tidak Tertulis Ketika Naik Batik Solo Trans agar Selamat dari Semprotan Supir

Share on FacebookShare on Twitter

Transportasi publik yang aman dan nyaman tentunya bisa membuat kita sebagai masyarakat dengan mobilitas tinggi menjadi terbantu. Salah satu transportasi publik yang ada di Surakarta yang bisa saya katakan cukup nyaman adalah Batik Solo Trans atau BST. 

Sebagai orang rantau yang tidak memiliki bus trans di kota asal, keberadaan BST di Surakarta cukup membuat saya kagum. Agak katrok tapi memang begitu adanya. Saking katroknya, saya harus memaksa teman saya yang warlok untuk menemani dan memandu saya untuk menaiki BST ini. 

Dari beberapa kali pengalaman, terkadang saya mendapati pengalaman kurang menyenangkan ketika menaiki BST, salah satunya adalah dimarahin supir dan penumpang lain. Berikut saya tuliskan untuk Anda, aturan tidak tertulis yang ada baiknya ditaati ketika Anda naik BST agar selamat dunia akhirat.

Pastikan kalian bisa membuka pintu BST biar nggak keki

Momen paling fundamental dan mendasar ketika kita menaiki sebuah moda transportasi adalah membuka pintu. Nasib sial saya alami ketika pertama kali naik BST bersama teman-teman ospek, yaitu kami tidak bisa membuka pintu. Walaupun saya sudah tahu kalau membuka pintu BST itu harus ditekan dahulu pada bagian knob nya, nahasnya yang nyelonong di depan dan membuka pintu adalah teman saya yang tidak tahu. Walhasil setelah berkutat beberapa detik dengan pintu, kami berhasil masuk dengan sambutan pak supir yang cukup prengat-prengut.

Wajar, BST memang benar-benar dituntut untuk cepat dan tepat waktu. Keterlambatan tiba di rute selanjutnya tentu bisa bikin penumpang lain jadi bete. Selain itu, BST yang terlalu lama berhenti di depan halte juga berpotensi menghambat lalu lintas dan bikin macet. Jadi wajar lah kalau supir prengat-prengut haha.

Siapkan e-money atau e-wallet sebelum menaiki bus

Tentu saja drama tidak berakhir di pintu saja. Seperti angkutan lain pada umumnya, kita tentu harus bayar untuk menikmati fasilitas BST. Untuk menaikinya, kita hanya perlu mengeluarkan uang sejumlah Rp3.700 saja. Namun, sayangnya pembayaran BST ini berbeda dengan angkot alias tidak bisa cash atau tunai. Kita harus memiliki kartu e-money atau setidak-tidaknya e-wallet di gawai pribadi untuk melakukan pembayaran.

Ketika penumpang sudah menaiki BST, supir memiliki kecenderungan untuk langsung tancap gas. Perkara masih ada penumpang yang berjalan menuju tempat duduk atau bahkan masih di depan mesin pembayaran, kayanya supir cuek aja. That’s why kita harus menyiapkan e-money atau e-wallet jauh-jauh sebelum BST sampai ke halte. Apalagi ketika kondisi ramai penumpang dan antre di mesin pembayaran cukup mengular. Duh, supir berpotensi untuk naik jadi bete. Daripada kena prengutan maut, lebih baik bersiap sebelumnya ya!

Ucapkan terima kasih pada supir agar beban hidup berkurang satu

Nah untuk aturan tidak tertulis yang terakhir ini saya rasa sudah jadi budaya di Indonesia. Walaupun kita bayar untuk menikmati fasilitas BST dan supir juga dibayar untuk menghantarkan kita ke halte tujuan, ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucapkan terimakasih satu sama lain. Satu, terima kasih adalah wujud saling menghargai antara penumpang dan supir. Dua, dunia lebih menyenangkan kalau kita mengucapkan terimakasih ke orang lain haha. 

Baca Juga:

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

Walaupun udah jadi budaya untuk sebagian besar orang indonesia, tapi agaknya masih ada aja orang yang enggan mengucapkan kata ini ke orang lain. Entah karena faktor lingkungan atau memang lagi malas bicara, tapi saya rasa mengucap terimakasih ini wajib dilakukan. Makanya saya tulis sebagai pengingat diri dan juga agar kalian tidak lupa. 

Ketiga hal ini kiranya bisa digunakan untuk acuan bagi kalian yang ingin menaiki Batik Solo Trans dengan aman dan sentosa. Sah-sah saja kalau mau tidak diaplikasikan, tapi ingat, ancaman supir bete akan menghantui kalian, hahaha.

Penulis: Julia Nita Sifa Prabarani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Bus Rela dan Batik Solo Trans, Penguasa Jalur Solo-Purwodadi yang Bikin Ngeri Pengendara Lain

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2024 oleh

Tags: aturanbatik solo transsolotransportasi umum
Julia Nita Sifa Prabarani

Julia Nita Sifa Prabarani

ArtikelTerkait

Review Warteg Kharisma Bahari di Solo: Lauknya Beneran Banyak, Harganya Beneran Murah

Review Warteg Kharisma Bahari di Solo: Lauknya Beneran Banyak, Harganya Beneran Murah

24 Oktober 2023
Jalan Slamet Riyadi Solo Tidak Seindah Dulu, Sudah Tak Nyaman Dilalui dan Bikin Waswas

Jalan Slamet Riyadi Solo Tidak Seindah Dulu, Sudah Tak Nyaman Dilalui dan Bikin Waswas

18 Oktober 2025
5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

5 Persimpangan Jalan di Solo yang Meresahkan Pengendara, Waspadalah kalau Lewat Sini

13 Oktober 2023
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

13 Juli 2022
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Belanja di Indomaret yang Terpaksa Harus Saya Tulis

25 Desember 2023
Surakarta Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta (Unsplash)

Surakarta Menjadi Saksi Sejarah, Menyambut Kelahiran Kembali Lokananta

30 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

Fisioterapis, Profesi Menjanjikan dan Krusial di Tengah Masyarakat yang Sedang Begitu Gila Olahraga

18 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.