Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
10 Agustus 2020
A A
Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung MOJOK.CO

Arsenal Masih Membutuhkan Coutinho Meski Willian Resmi Bergabung MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Minggu (9/8) malam waktu Indonesia, Willian Borges mengunggah surat perpisahan dengan Chelsea dan para fansnya. Inti surat tersebut adalah Willian tidak akan memperpanjang kontraknya dan berterima kasih atas segala dukungan fans The Blues selama ini. Surat perpisahan yang membuat Willian makin dekat dengan Arsenal.

Fabrizio Romano, most wanted journalist, sudah mengatakan kalau Willian semakin dekat dengan Arsenal. Transfer pemain asal Brasil itu, kemungkinan akan terjadi minggu ini. Nah, pertanyaannya, apakah setelah resmi mendatangkan Willian, Arsenal masih harus merekrut Philippe Coutinho? Kalau saya sih, yes.

Ya, Arsenal membutuhkan Coutinho di mata saya. Terutama kalau Mikel Arteta betulan mau menggunakan skema 4-3-3. Beberapa hari yang lalu, rumor soal Houssem Aouar muncul. Terutama setelah Torreira dihubungkan dengan Fiorentina dan AC Milan, sementara Guendouzi akan dilepas, antara ke Lyon atau Paris Saint-Germain.

Kebutuhan akan gelandang sentral dengan kemampuan menyerang (advance #8) di skema 4-3-3 akan semakin urgen. Aouar adalah pilihan yang ideal menurut saya. Masih muda, harga tidak terlalu tinggi, dan masih bisa berkembang lebih jauh lagi. Namun, kita tahu sendiri, Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas, punya sentimen tersendiri dengan Arsenal.

Nah, oleh sebab itu, untuk posisi dan peran advance #8, Coutinho menjadi pilihan yang menarik. Toh mantan pemain Liverpool itu sudah tidak diinginkan Barcelona dan tidak akan dipermanenkan oleh Bayern Munchen. Arsenal bisa mendatangkan Cou dengan skema pinjaman dan memasukkan klausul pembelian permanen.

Mengapa Arsenal butuh Coutinho?

Pertama, Coutinho, mungkin, adalah salah satu pemain yang terlalu diremehkan sejauh ini. Kepindahannya ke Bayern dianggap sebagai kegagalan. Padahal, musim pertama bersama Barcelona pun tidak bisa dikatakan gagal. Dia hanya tidak mendapatkan dukungan dari fans Barca yang terlalu menuntut saja.

Ketika berseragam Liverpool, Coutinho hanya satu kali saja melewati musim yang tidak terlalu menyenangkan. Puncak performanya terjadi di musim 2017/2018 di mana rata-rata statistik Coutinho sangat baik. Rata-rata gol dan asisnya mencapai 1,04 per 90 menit. Dribble sukses di sepertiga akhir mencapai 72 persen, sementara umpan suksenya mencapai 75 persen.

Saya rasa, kalau Arsenal memang membutuhkan advance #8 untuk jangka pendek, Coutinho bisa menjadi jawaban. Tugas Arteta adalah membantu Cou menduplikasi performanya di musim 2017/2018 itu. Mengapa? Karena Cou akan memberikan menambah jumlah kontribusi gol dari lapangan tengah, di mana musim lalu Arsenal sangat kekurangan.

Baca Juga:

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

Persamaan Kontroversi Feodalisme Pondok Pesantren dan Liverpool yang Dibantu Wasit ketika Menjadi Juara Liga Inggris

Kedua, Coutinho tidak bisa dikatakan kehilangan performa ketika berseragam Bayern. Di paruh kedua musim 2019/2020, Cou kehilangan menit bermain murni karena ide dan cara bermain pelatih Bayern, Hansi Flick, tidak cocok dengan dirinya.

Rerata statistik bersama Bayern: 84 persen akurasi umpan sukses dan 1,4 umpan kunci per game. Ketika bersama Liverpool, rerata umpan kunci per game Coutinho mencapai 2,9. Kini sedikit lebih rendah karena di Bayern, Cou bukan satu-satunya sumber kreativitas tim. Namun, yang perlu di-notice adalah teknik umpannya.

Coutinho sangat peka dengan keberadaan ruang di sepertiga akhir lapangan. Umpan-umpannya, biasa muncul dari situasi yang tidak mendukung, terutama ketika Cou under pressure dari pemain lawan. Kemampuan membuat umpan kunci di sepertiga akhir lapangan sangat penting untuk Arsenal, terutama ketika melawan tim dengan kemampuan pressing yang baik.

Sebelum final Piala FA, saya sempat berujar lewat Twitter bahwa bangku cadangan Arsenal sangat tipis. Tidak ada pemain yang bisa menjadi game changer. Untung saja, The Gunners “bisa menang” dengan tim pertama dari Chelsea. Nah, Coutinho punya satu kemampuan yang belum dimiliki Ceballos dan Willock, yaitu tendangan jarak jauh.

Ketimbang menjelaskan soal expected goals (xG) di mana belum akrab di telinga netizen Indonesia, saya mengajak fans Arsenal untuk bernostalgia saja. Coba putar lagi rekaman performa Cou bersama Liverpool dan Barcelona. Kebiasaannya melepas tembaka diagonal dari sisi kiri menjadi aset penting.

Bersama Bayern, rerata tembakan Cou memang menurun, menjadi 3,74 saja per game. Maklum, karena pemosisiannya mengharuskan Cou menjadi supplier aliran bola. Maka, rerata tembakan per game Cou masih di bawah Lewandowski dan Serge Gnabry. Nah, jika dimainkan sebagai advance #8 di sebelah kiri oleh Arsenal, tembakan jarak jauh Cou akan jadi variasi yang menarik.

Kemampuan Cou paling menarik bagi saya adalah kelebihannya memanipulasi ruang. Sudah saya sebutkan di atas kalau Cou itu peka dengan ruang. Selain untuk melepas umpan, kemampuannya memanfaatkan ruang juga terlihat dari pemosisian diri. Timing untuk masuk ke ruang saku (pocket space) di lapangan tengah memudahkan rekan, terutama pemain belakang untuk melepas umpan vertikal kepadanya.

Kemampuan kontrol bola yang prima membuat dirinya bisa berbalik badan dan mengubah progresi positif itu menjadi sebuah segmen serangan. Ingat, dribble sukses Cou di sepertiga akhir lapangan cukup tinggi.

Ketika Bayern masih dilatih Niko Kovac, Cou banyak bermain di half-space kiri. Half-space adalah sebuah ruang di antara sisi lapangan dan tengah. Ketika bermain dalam skema 4-3-3, Cou memang gelandang sentral. Namun, arah pergerakannya bisa dibuat mengarah ke kiri di mana Arsenal membutuhkan injeksi kreativitas di sana.

Ada kelebihan, tentu ada kelemahan. Satu-satunya kelemahan Coutinho adalah kontribusi bertahan. Kelemahan yang membuat Hansi Flick tidak terlalu sering menggunakan Cou lagi. Kita tahu, Bayern bermain dengan pressing yang agresif. Terutama di segmen bola mati atau lemparan ke dalam. Cou sering tidak terlibat di dalam segmen ini dan bisa merugikan tim.

Oya, ada satu lagi kelemahan Cou, yaitu price tag dan gaji yang terbilang tinggi. Namun, saya rasa, kalau Arsenal memang tertarik, dua kelemahan itu pasti sudah terbaca. Nah, bagaimana fans Arsenal? Setelah Willian bergabung, apakah Coutinho harus segera menyusul?

BACA JUGA 8 Menit 46 Detik George Floyd Meregang Nyawa Adalah Sebuah Pengkhianatan dan tulisan Yamadipati Seno lainnya. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2020 oleh

Tags: arsenalcoutinholiga inggrisLiverpoolmikel artetawillian
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Anthony Taylor: Wasit Premier League, Kualitas Liga Indonesia chelsea wasit liga inggris VAR

VAR Nggak Akan Ada Gunanya Selama Kualitas Wasit Liga Inggris Gini-gini Aja

4 September 2022
arsene wenger arsenal MOJOK

Kangen Arsene Wenger Sebagai “Sosok Manusia”, Bukan Pelatih di Atas Lapangan

4 Juli 2020
Ketika Jersey Liverpool Dijadikan Lap Air Kencing demi Naikkan Rating

Ketika Jersey Liverpool Dijadikan Lap Air Kencing demi Naikkan Rating

10 Maret 2020
Apakah Salah Jika Fans Manchester United Menyukai The Beatles dan Osis MOJOK.CO

Manchester United Mengidolakan Beatles dan Oasis: Ketika Musik Menembus Batas Rivalitas

28 Juli 2020
Arsenal, Makna Always Forward, dan Hadiah Paling Manis Untuk Emi Martinez MOJOK.CO

Arsenal, Makna Always Forward, dan Hadiah Paling Manis Untuk Emi Martinez

2 Agustus 2020
sadio mane

In Klopp We Trust: Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan Dari Kekesalan Sadio Mane Kepada Mo Salah

4 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kapok Ikut Bukber! Cuma Kenyang Dipameri Lanyard Kantor dan Kesuksesan Teman-teman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin Saya Malas Datang Bukber, Bukan Cuma karena Jadi Ajang Pamer

21 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

22 Februari 2026
Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

Susahnya Jadi Warga Bondowoso, Banyak Jalan Rusak, Jembatan pun Baru Dibenahi kalau Sudah Ambles

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.