Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Apel Strudel, Oleh-Oleh (Katanya) Khas Malang yang Sebaiknya Dipikir Ulang sebelum Dibeli

Iqbal AR oleh Iqbal AR
12 Desember 2024
A A
Apel Strudel, Oleh-Oleh (Katanya) Khas Malang yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dibeli Mojok.co

Apel Strudel, Oleh-Oleh (Katanya) Khas Malang yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dibeli (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian nggak perlu khawatir soal oleh-oleh apa yang harus dibawa pulang ketika berwisata ke Malang. Selayaknya kota-kota wisata yang lain, Malang juga punya banyak sekali oleh-oleh yang bisa dibeli. Mulai kudapan (kuliner) seperti apel dan berbagai macam olahannya, hingga kerajinan tangan. Semuanya ada. Tidak hanya itu, hampir semua oleh-oleh ini boleh dibilang otentik dan khas Malang. 

Akan tetapi, dari sekian banyak pilihan buah tangan yang tersedia, ada satu oleh-oleh yang sebaiknya kalian pikir berulang kali sebelum membelinya: apel strudel. Penganan satu ini seperti penyusup, tiba-tiba saja ada dan menjadi oleh-oleh khas Malang, cukup laku pula. Padahal penganan satu ini nyaris nggak ada kaitannya dengan Malang. Sebagai warga asli Malang Raya, saya sebenarnya keberatan menyebut Apel strudel sebagai oleh-oleh, apalagi ada embel-embel “khas Malang” pula. 

Apel strudel tiba-tiba tampil sebagai oleh-oleh khas Malang

Bukan apa-apa, Apel strudel ini tiba-tiba saja muncul sebagai oleh-oleh, tanpa punya basis dan alasan yang jelas, serta kuat. Kudapan berupa pastry berlapis yang berisi apel (bisa juga keju) ini nggak ada Malang-nya sama sekali. Penganan asal Kerajaan Habsburg di Austria pada abad ke-18 ini tidak punya pondasi kuat di masyarakat, tidak punya sentranya (seperti keripik tempe atau keripik buah). apel strudel hanya mengandalkan merek dan nama besar artis Teuku Wisnu—salah satu orang yang bikin apel strudel tiba-tiba jadi oleh-oleh khas Malang. 

Apel strudel juga tidak punya sejarah di Malang, baik di Malang sebagai kota, ataupun Malang sebagai kelompok masyarakat. Jika kita membaca sejarah berbagai macam oleh-oleh khas suatu daerah, kita pasti akan menemukan satu benang merah yang sama. Oleh-oleh khas suatu daerah biasanya merupakan hal yang sudah mengakar, familiar di masyarakat, serta sudah menjadi konsumsi masyarakat dan komoditas sejak puluhan bahkan ratusan tahun. Bakpia dan gudeg di Jogja, atau batik di Pekalongan bisa jadi contoh. 

Sayangnya itu tidak berlaku bagi apel strudel dan Malang. Saya sempat membaca kembali tentang mengapa apel strudel ini bisa jadi oleh-oleh khas Malang. Hasilnya benar-benar bikin saya ketawa. 

Kemunculan apel strudel di Malang

Saya akan coba rangkumkan alasannya dari berbagai sumber, termasuk dari laman MalangStrudel.com, merek yang menjual apel strudel yang dimiliki oleh Teuku Wisnu. Jadi, intinya, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar beberapa kali pergi ke Eropa. Nah, salah satu kudapan favorit mereka di Eropa adalah strudel. Strudel juga jadi oleh-oleh yang kerap dibawa mereka dari Eropa.

Lalu ketika mereka sering pergi ke Malang, Teuku Wisnu kepikiran bikin strudel, spesifiknya adalah apel strudel khas Malang. Mengingat, Malang adalah penghasil apel yang berkualitas. Maka pada tahun 2014, jadilah merek “Malang Strudel” yang menjual apel strudel hingga sekarang. Sudah, gitu doang. Aneh, kan? Aneh banget buat saya.

Apel strudel ini nggak ada kaitan atau kedekatan sama sekali dengan Malang. Saya juga tidak menemukan bukti apakah Strudel ini pernah dibawa oleh orang Eropa ke Malang di masa penjajahan. Jika kalian bilang bahwa kaitan antara apel strudel dan Malang adalah apelnya, ini makin aneh lagi, lha wong Strudel di tempat asalnya di Eropa Tengah (Austria dan Jerman) juga pakai apel sebagai bahan baku. Apa bedanya? Tidak representatif dan tidak khas Malang. 

Baca Juga:

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

Sebagai warga Malang saya penganan ini jadi oleh-oleh khas Malang

Latar belakang dan sejarah yang seakan dipaksakan itu membuat saya keberatan jika apel strudel ini dibilang sebagai oleh-oleh khas Malang. Saya tidak merasa bahwa apel strudel ini khas Malang atau merepresentasikan Malang. Masih banyak oleh-oleh lain yang lebih pas dan lebih pantas.

Lagian, dalam kalimat “oleh-oleh khas Malang”, frasa “khas”, yang punya arti “khusus” atau “teristimewa”, itu tidak bisa dipakai seenaknya, apalagi untuk kasus ini. apel strudel tidak khusus dan bukan yang teristimewa di khazanah oleh-oleh Malang. Silakan menyebut apel strudel sebagai oleh-oleh dari Malang, tapi sebaiknya jangan menyebut apel strudel adalah oleh-oleh khas Malang. 

Enak, tapi lebih baik cari oleh-oleh lain

Apel strudel memang enak, tapi kalau mau cari oleh-oleh yang lebih autentik, lebih baik cari yang lain. Ketidaksepakatan saya atas embel-embel apel strudel sebagai oleh-oleh khas Malang bukan berarti saya benci apel strudel lho ya. Bahkan, saya berani bilang, sebagai orang yang tidak terlalu suka pastry, bahwa apel Strudel ini pastry yang enak. 

Saya beberapa kali makan apel atrudel dan saya tidak pernah protes dengan rasa dan kualitasnya. Saya cuma keberatan dengan anggapan bahwa apel strudel ini adalah oleh-oleh yang khas Malang banget. Itu saja, kok. 

Buat kalian yang berlibur ke Malang dan sedang mencari oleh-oleh yang khas Malang, pikir-pikir dulu aja sebelum beli apel strudel. Kalau mau cari oleh-oleh yang khas Malang, apel strudel itu bukan pilihan teratas. Masih ada banyak oleh-oleh lain yang bisa kalian beli. Kalau boleh saran, kalian bisa beli oleh-oleh khas Malang seperti keripik tempe, keripik buah, atau kerajinan tangan dari UMKM yang ada di Malang. Itu lebih membantu perekonomian masyarakat kecil ketimbang beli oleh-oleh apel strudel yang bernaung di bawah merek besar. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Bakpao Telo: Oleh-Oleh Malang yang Sempat Jadi Primadona, tapi Kini Kehilangan Pesonanya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2024 oleh

Tags: apelapel strudelMalangOleh-Oleholeh-oleh khas malangoleh-oleh malangwisata malang
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

7 Tipu Daya Penjual Bakso yang Mengaku Asli Malang

7 Tipu Daya Penjual Bakso yang Mengaku Asli Malang

13 Juli 2024
3 Makanan yang Sulit Dijumpai di Malang

3 Makanan yang Sulit Dijumpai di Malang

5 Oktober 2024
Inilah Rute Transportasi Umum kalau Kalian Mau Pergi dari Malang ke Batu, Lengkap dengan Jenis Transportasi dan Harganya  

Inilah Rute Transportasi Umum kalau Kalian Mau Pergi dari Malang ke Batu, Lengkap dengan Jenis Transportasi dan Harganya  

31 Agustus 2025
Alasan Orang Surabaya seperti Saya Ogah Liburan ke Malang

Alasan Orang Surabaya seperti Saya Ogah Liburan ke Malang

25 Oktober 2024
4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya Mojok.co

4 Makanan yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh dari Surabaya

1 November 2025
Florawisata Santerra de Laponte, Primadona Baru yang Bisa Menggusur Wisata Lain di Daerah Malang Raya

Florawisata Santerra de Laponte, Primadona Baru yang Bisa Menggusur Wisata Lain di Daerah Malang Raya

8 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.