Apa iya Orang yang Pakai Kartu 3, Honda Beat, dan HP Xiaomi itu Miskin?

Artikel

Membicarakan kesenjangan sosial antara warga miskin dan warga kaya di Indonesia memang tidak ada habisnya. Kalau baca-baca di Terminal Mojok, saya pasti menemui sebuah artikel karya Bang Makhsun Bustomi berjudul Pendataan Warga Miskin itu Simpel, Orang Miskin Temannya Orang Miskin.

Tapi ngomong-ngomong selain dengan melihat data statistik antara orang kaya dan miskin, ada berbagai cara yang dilakukan sebagian orang untuk mengotakkan dua jenis kelas sosial yang paling umum dalam masyarakat ini. Salah satu yang sering saya ketahui adalah cara-cara unik dari netizen.

Namanya juga netizen. Pada dasarnya saja memang julid, untuk urusan membanding-bandingkan antara miskin dan kaya mereka jadi punya banyak cara. Dari cara yang biasa sampai cara yang nggak biasa.

Suatu ketika saya pernah mendapati postingan akun Instagram yang memposting sebuah meme. Meme itu berisi tentang ciri-ciri orang miskin yang bisa dilihat dari provider yang digunakan, motor yang dikendarai, dan merk ponsel yang digunakan. Menurut para netizen, seseorang bisa terindikasi ‘kaum misqueen’ jika mereka menggunakan provider 3, mengendarai motor Honda Beat, dan menggunakan ponsel merik Xiaomi.

Jiwa saya seperti tertampar Bor! Ndilalah barang-barang yang mereka sebutkan itu ada semua pada saya dan melengkapi keseharian saya sebagai seorang manusia misqueen normal pada umumnya. Mari kita dedah sedikit demi sedikit.

Kartu 3

Kartu ini menjadi aksen utama seseorang yang bisa dinyatakan misqueen. Padahal Sob, sebagai pengguna 3, banyak sekali manfaat yang saya dapat.

“Alah kartu 3 mah sering ngadat sinyalnya!” Ya jelas kalau situ bandingin provider murah nan meriah ini dengan provider wahid nan senior kayak Telkomsel. Tapi kalau kuota bisa saya beli dengan harga terjangkau dan internet saya bisa nyala tiap hari tanpa ada kehabisan kuota di pertengahan bulan, kenapa tidak?

Dengan mengakumulasi penggunaan kuota per bulan tanpa mengganggu finansial atau dana darurat, pengelolaan keuangan saya bisa lebih matang. Perencanaan dana darurat yang mereka-mereka sering habiskan untuk membeli kuota (karena kehabisan kuota di pertengahan bulan) bisa saya hindari. Saya bisa sisihkan untuk menabung, kemudian berinvestasi.

Bayangkan, harga paling murah paket internet Telkomsel adalah kurang lebih Rp.68.000 untuk kuota 6.5 GB. Sedangkan harga paket internet termahal adalah kurang lebih Rp.200.000 untuk kuota 37 GB. Lha kalau kalian kehabisan kuota internet sebelum masa berlaku paket data berakhir alias habis di pertengahan bulan bahkan seperempat bulan, berapa estimasi biaya yang harus kalian keluarkan untuk paket data internet saja?

Baca Juga:  Rasanya Pesan Ojol yang Drivernya Mantan Pacar

Misalnya, Rp.68.000 x 3 = Rp204.000 atau bagaimana kalau kalian sering berlama-lama di YouTube, Instagram, atau nge-game sekalipun? Saya jamin paket data 37 GB pun bisa raib sebelum genap satu bulan. Anggap saja Rp.200.000 x 2 = Rp. 400.000. Jadi selama satu bulan kalau tidak menghabiskan Rp.204.000 ya Rp.400.000 itu hanya buat keperluan paket data internet!

Kalau menggunakan provider 3, untuk paket data 6 GB kalian bisa mendapatakannya dengan harga Rp.35.000 sedangikan untuk paket data 40 GB kalian bisa mendapatkannya dengan harga Rp.100.000. Bayangkan jika total pengeluaran kalian untuk paket data yang mahal harus terpangkas sedemikian rupa. Belum lagi provider 3 juga menyediakan paket data AON yang bisa berlaku hingga satu tahun.

“Tapi kan jaringannya sering ngadat!”

Nah, justru itu adalah salah satu cara yang dilakukan oleh provider 3 untuk mendukung niat nabung kalian. Kalau provider 3 sedang gangguan, kalian bisa menghemat kuota bulanan kan? Syukur-syukur beli 3 GB bisa digunakan dalam satu bulan. Hehehe

Motor Honda Beat

Apa sih salahnya si motor yang super rider friendly ini? Saya yakin semua orang pernah merasakan bagaimana sensasi mengendarai motor Honda Beat atau minimal punya sodara atau teman yang jadi pemilik si motor unyu ini. Salah satu orang yang hampir setiap perjalanan merasakan sensasi mengendarai Honda Beat adalah saya. Saya selalu mengendarai Dita (panggilan sayang untuk Beat merah saya) untuk berpergian.

Saya tidak akan mereview bagaimana spesifikasi mesin motor ini secara detail seperti yang dilakukan oleh Mas Christian Evan Chandra dalam beberapa artikel terminal mojok yang berisi tentang ulasan otomotif. Saya tidak ahli dalam hal otomotif. Maka dari itu, saya akan menjelaskan secara ringkas keuntungan apa yang saya dapatkan dengan mengendarai Honda Beat berdasarkan estimasi pengeluaran untuk service bulanan dan bahan bakar.

Sebagai pemilik Dita, saya cukup beruntung. Sebab, saya hanya perlu menghabiskan uang Rp.20.000 agar tangki bensin jadi penuh dengan Pertalite atau Pertamax. Menurut pengalaman saya, uang bensin Rp.20.000 itu sangat lebih dari cukup jika digunakan untuk perjalanan jauh dari Madura (Bangkalan) ke Sidoarjo atau dari Sidoarjo ke Malang (kalian kira-kira saja sendiri jaraknya) bahkan bensin dalam tangki pun masih cukup digunakan untuk dua hari ke depan untuk rute jarak dekat.

Jadi, jika saya melakukan pulang pergi untuk rute yang setara dalam satu minggu, estimasi biaya yang harus saya keluarkan adalah Rp.20.000 x 2 = Rp.40.000. Dalam satu minggu saya menghabiskan Rp.40.000 untuk uang bensin. Lebih irit jika dibandingkan motor Sport macam Ninja.

Baca Juga:  Yang Mashook dan Ramashook dari Penjelasan Denny Siregar Soal Kartu Pra-Kerja

HP Xiaomi

Pakai HP Xiaomi itu ada beberapa kelebihannya juga lho. Seperti sebelumnya, saya tidak akan mereview spesifikasi jeroan HP China ini seperti yang dilakukan oleh Mas Christia Evan Chandra, karena saya memang bukan ahlinya. Tapi sebagai pengguna Xiaomi, untuk jenis HP menengah ke bawah, dengan harga kisaran Rp. 1.500.000,- saya bisa dapat HP dengan spek yang nggak kalah berkelas kok sama ponsel-ponsel android lainnya.

Saat itu saya menggunakan HP Xiaomi Redmi 2. HP itu cukup tangguh meskipun jatuh berkali-kali. Buktinya sampai saat ini saya tetap bisa menggunakan ponsel itu. Tentu saja ini akan berbeda dengan harga ponsel Samsung yang punya standar harga lumayan tinggi. Kalau mau HP Samsung dengan spek berkelas ya musti keluar duit di atas Rp.3.000.000.

“Beli iPhone second aja kan bisa lebih murah.” Iya murah Bambank… Tapi banyak aplikasi berbayar di sistem iOS. Menurut pengalaman teman saya yang merupakan pengguna HP keluaran Apple, ia justru kurang leluasa menggunakan fitur iPhone karena banyak aplikasi berbayar, bahkan untuk mendengarkan musik sekalipun.

Toh kalaupun Xiaomi diejek sebagai HP kaum misqueen, coba deh sekali-kali kalian lihat spek hp Xiaomi Mi 10 Lite atau Black Shark 3 Pro. Mereka juga ada type HP dengan harga selangit L

Filosofi kaya adalah berinvestasi dulu, baru menghabiskan sisanya. Nabung Sob, nabung.

Terlihat miskin tapi sebenarnya punya banyak tabungan dan investasi sama sekali bukan masalah. Lha kalau dengan menekan tiga kebutuhan di atas bisa mengalihkan dana untuk tabungan, asuransi, atau investasi, bukankah itu adalah lambang kekayaan yang sebenarnya?

Coba bandingkan sekali lagi banyak pengeluaran dan pemasukanmu. Sudahkah kamu menabung dan berinvestasi hari ini untuk masa depanmu? Cek lagi saldo rekeningmu…

BACA JUGA Memangnya Ada Stiker Miskin Kalau Pakai HP Xiaomi dan Sepeda Motor Beat? atau tulisan Ade Vika Nanda Yuniwan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
85


Komentar

Comments are closed.