Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Antasena dan Wisanggeni, Pemuda Pilih Tanding dari Negara Amarta

Mukhammad Nur Rokhim oleh Mukhammad Nur Rokhim
11 Agustus 2020
A A
sengkuni korawa dibenci surga antasena mojok

sengkuni korawa dibenci surga antasena mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Wayang kulit memang sebuah kesenian yang tidak terbatas pertunjukan saja. Pada setiap kisah yang diceritakan oleh sang dalang, setiap tokohnya memiliki keunikan yang bisa diamati oleh siapa pun. Generasi muda sekarang mungkin kalau nonton wayang, mungkin mentok di adegan limbukan saja. Yang lebih parah lagi, berangkat ke tempat pertunjukan cuma buat mencari-cari jajanan saja. Hehehe…

Kalau kamu nonton wayang kulit dari awal sampai tanceb kayon, mungkin kamu akan kenal dengan dua tokoh fenomenal ini. Iya, keduanya adalah Antasena dan Wisanggeni. Kedua tokoh ini adalah anak-anak Pandawa. Antasena anaknya Bima dan Urangayu. Wisanggeni adalah anaknya Arjuna dan Dresanala.

Dalam pewayangan, khususnya gagrak Yogyakarta, kedua tokoh ini dikenal sebagai tokoh dwitunggal muda yang kritis dan cerdik terhadap masalah kehidupan. Selain cerdik, mereka juga sedikit nakal. Bagaimana tidak, mereka berdua tidak pernah berbahasa halus kepada siapapun layaknya saudara-saudaranya yang lain. Bahkan, dalam beberapa lakon wayang mereka berdua juga menghajar para dewa yang seringkali mengabaikan “tatanan” yang ada.

Lakon-lakon wayang yang mengisahkan kejeniusan dan usilnya dua tokoh ini seperti Wahyu Eka Jati, Semar Mbangun Kayangan, Wahyu Topeng Waja, dan sebagainya. Tak jarang keduanya sering merepotkan para Kurawa. Bahkan para dewa sekalipun berani dihajarnya.

Pada lakon kelahiran Wisanggeni misalnya, dia sudah mulai membuat kontroversi. Dia tidak mempan dibakar di Kawah Candradimuka. Bahkan, dia berani menghajar dewa-dewa yang menghalanginya untuk bertemu dengan kedua orangtuanya. Dalam lakon lain, dia terang-terangan pergi ke Astina dan menemui Duryudana. Ia mengatakan ingin meminta negara Astina untuk diberikan kepada Pandawa karena itu memang haknya. Dia juga pernah mengalahkan Bathari Durga dan Bathara Kala dalam lakon Wahyu Gada Inten, serta mengalahkan egoisme sepihak Bathara Antaboga yang dianggap curang pada lakon Wahyu Topeng Waja.

Antasena beda lagi. Sekilas wataknya yang terlihat seperti orang bodoh saja, kalau dalam bahasa Jawa disebut gemblung atau bambung. Akan tetapi prinsip dan idealismenya sungguh tinggi mengalahkan saudara-saudara tuanya.

Suatu ketika, Petruk datang ke Negeri Amarta untuk memberitahukan bahwa Semar ingin membangun kayangan dan mengundang Para Pandawa untuk hadir ke desanya. Kresna dengan pendapatnya tidak setuju dengan kemauan Semar itu. Dia memerintahkan dua saudara tua Antasena, Gathutkaca dan Antareja, untuk mengusir Petruk. Tetapi, Antasena justru melindungi Petruk dengan dasar bahwa punakawan adalah pamomong Pandawa yang harus dihormati.

Mereka berdua memang keras, sepintas terlihat seperti semaunya sendiri. Tetapi, bukan berarti mereka arogan dan egois. Mereka berdua memiliki dasar pemikiran yang matang. Terkadang lebih dewasa dari kakak-kakaknya seperti Antareja, Gatotkaca, Abimanyu, Irawan, dan sebagainya. Hanya kedok masa bodoh dan dianggap “bambung” saja yang menutupi kebijaksanaan dan kedewasaan pikir kedua tokoh itu.

Baca Juga:

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Kesaktian tanpa tanding antara Antasena dan Wisanggeni seolah-olah membuat kemenangan Para Pandawa pada saat Baratayuda berada di depan mata. Bahkan, tanpa prajurit pun mereka berdua sanggup untuk mengalahkan ribuan prajurit Korawa. Tapi kenyataannya, mereka berdua harus termakan oleh janji bahwa jika mereka berdua tidak ditumbalkan untuk kemenangan Pandawa dan nekad maju perang, tentu Pandawa akan kalah.

Seandainya Pandawa mempunyai dua orang ini, tentu Amarta pasti akan menjadi negara superpower. Tetapi, entah mengapa sosok kedua pemuda yang kritis, dewasa, dan cerdik dalam berpendapat harus hilang oleh kenyataan janji bahwa Pandawa akan kalah jika mereka berdua ikut berperang di Baratayuda. Padahal, di pihak Pandawa sendiri juga kehilangan banyak panglima perangnya. Apakah ini juga termasuk bagian dari kesepakatan saat Pandawa dan Korawa bermain dadu?

Membahas dua tokoh ini, mengingatkan kita pada pernyataan Sujiwo Tejo dalam menyoroti demo mahasiswa dalam menolak RUU KPK pada tahun lalu. Dalam tweet-nya, ada “Antasena” yang terlibat dalam menyuarakan penolakan RUU tersebut. Seandainya ada sosok “Wisanggeni”, akankah seperti kisah heroik dwitunggal Antasena-Wisanggeni yang menggugat ke Kayangan demi sebuah kebenaran tanpa pamrih?

Entahlah. Mungkin perjalanan lakon itu belum selesai. Mungkin baru saja mencapai goro-goro atau bahkan baru saja habis limbukan. Mari kita nikmati lakon wayang ini sambil menyeruput kopi. Setelah dalang selesai menceritakan kisah wayang dan pagi telah tiba, mari kita sudahi memikirkan negara Amarta dan mulai berpikir untuk negeri ini.

BACA JUGA Teror Andong Pocong di Sidoarjo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2020 oleh

Mukhammad Nur Rokhim

Mukhammad Nur Rokhim

Juru Pikir di Pendhapa Kabudayan.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

9 Desember 2023
4 Tempat yang Wajib Dikunjungi di Ternate Versi Wisatawan terminal mojok

4 Tempat yang Wajib Dikunjungi di Ternate Versi Wisatawan

16 Desember 2021
Suzuki Skydrive Saya Harusnya Udah Punah, tapi Masih Awet Aja terminal mojok.co

Suzuki Skydrive Saya Harusnya Udah Punah, tapi Masih Awet Aja

30 Maret 2021
tokyo ghoul

Anime “Tokyo Ghoul” dan Pikiran Soal Manusia yang Ternyata Lebih Kejam dari Ghoul

31 Maret 2020
4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness Terminal Mojok

4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness

3 Mei 2022
Angka Pengangguran di Karawang Tinggi dan Menjadi ironi Industri (Unsplash) Malang

Ketika Malang Sudah Menghadirkan TransJatim, Karawang Masih Santai-santai Saja, padahal Transum Adalah Hak Warga!

29 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

Jangan Salah! Lebih dari 95% Penduduk Indonesia Tidak Mendukung Kemerdekaan

26 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

Wuling Confero 2019: Mobil Keluarga Terjangkau, Enak, tapi Harga Bekasnya Jatuh Bebas

1 Maret 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang Mojok.co

Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.