Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Ansu Fati Layak kok Jadi Penerus Nomor Punggung Messi, Ngapain Ribut sih?

Mohammad Qhisyam oleh Mohammad Qhisyam
6 September 2021
A A
ansu fati barcelona bangkrut fcb femeni la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

la masia arthur melo barcelona pjanic juventus MOJOK

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali kita menengok kolom komentar akun yang membahas sepak bola, sering kali kita akan temui perdebatan-perdebatan tak berujung di antara suporter sepak bola, mulai dari perdebatan siapa di antara Messi dan Ronaldo yang pantas disebut Greatest of All Time (GOAT), hingga perdebatan mengenai nasib Arsenal di bawah kepelatihan Arteta yang semakin tawakal di jalan Allah.

Namun, kali ini bukan perdebatan mengenai GOAT atau Arteta di Arsenal yang ingin saya bahas, melainkan diwariskannya nomor punggung 10 bekas Messi ke Ansu Fati di Barcelona. Dari pengamatan saya di beberapa akun sepak bola yang saya ikuti, saya menemukan bahwa mayoritas penggemar sepak bola menganggap bahwa tindakan yang dilakukan Barcelona sebagai disrespect terhadap Messi yang telah berkontribusi besar selama dua dekadenya di Barcelona. Jujur saja, saya cukup gatel dengan reaksi para penggemar sepak bola yang menganggap ini sebagai bentuk disrespect terhadap Messi, dan bahkan sampai ada juga yang mencibir Ansu Fati. Apa salahnya memang jika Barcelona memilih untuk mewariskan nomor punggung 10 ke Ansu Fati?

ADVERTISEMENT

Pindahnya Lionel Messi dari Barcelona menuju klub super kaya asal Prancis, PSG, sempat membuat gempar semua pecinta sepak bola beberapa pekan yang lalu. Sempat dirumorkan ingin bertahan di Barcelona, ternyata Messi harus pindah karena keinginannya untuk bertahan harus terhalang oleh regulasi Liga Spanyol yang mengatur batas pengeluaran klub untuk gaji pemain. Setelah 17 musim membela Barcelona, banyak yang akan Messi tinggalkan di Barelona, salah satunya adalah nomor punggung legendarisnya: nomor 10.

Banyak fans Barcelona di berbagai belahan dunia meminta pihak Barcelona untuk memensiunkan nomor punggung Messi, tetapi ternyata Barcelona berkata lain. Lewat akun media sosialnya, Barcelona mengumumkan bahwa Ansu Fati, anak muda yang digadang-gadang menjadi bintang baru Barcelona, akan mewarisi nomor punggung 10 dari Messi. Hal ini pun membuat perdebatan di kalangan suporter sepak bola, ada yang mendukung; ada juga yang kontra.

Peraturan Liga Spanyol sendiri telah mengatur setiap klub agar menetapkan pemain mereka dengan nomor punggung 1-25. Oleh sebab itu, keinginan penggemar Messi yang menginginkan nomor punggung 10 dipensiunkan jelas tak bisa dikabulkan Barcelona dari awal. Namun, bagaimana jika kita berangan-angan kalau peraturan ini tidak ada, apakah nomor punggung 10 layak dipensiunkan untuk menghormati Messi? Dan apakah Ansu Fati layak mewariskannya?

Kontribusi Lionel Messi amat luar biasa. Sayangnya, hal itu jugalah yang justru jadi penghambat. Oleh karena kontribusi yang luar biasa besar, pihak Barcelona mau-mau saja memberi gaji besar dan menuruti permintaan gaji yang amat besar. Ketika krisis ekonomi melanda Barcelona—karena ulah Bartomeu—pemotongan gaji Messi pun tidak bisa menyelamatkan Barca.

Bahkan, ketika Messi tidak digaji sekalipun, dia tetap tidak bisa didaftarkan ke tim. Ini tentu bukan salah Messi semata, ini salah manajemen yang selama ini mengelola tim dengan serampangan. Lihat berapa gaji pemain Barcelona sebelum dipotong, nominalnya begitu fantastis. Bahkan Barcelona adalah salah satu tim dengan pengeluaran gaji terbesar di dunia.

Mau tak mau, dia harus pergi. Nomor 10 akhirnya kosong, dan mau tak mau harus diisi.

Baca Juga:

Apa pun Bencana yang Menimpa Barcelona, Real Madrid lah (yang Dituduh Jadi) Penyebabnya

Kenapa Jadwal Pertandingan La Liga Tak Ramah untuk Penonton Asia?

Lalu, bagaimana dengan kelayakan Ansu Fati sendiri yang mewarisi nomor punggung 10? Apakah ia layak mengenakan nomor punggung keramat yang sebelumnya digunakan pemain-pemain seperti Kubala, Romario, hingga Ronaldinho?

Pemain asli jebolan akademi sepak bola Barcelona, La Masia, ini adalah pemain sepak bola dengan naluri mencetak gol yang kuat. Rekor pencetak gol termuda di kompetisi sebesar Liga Champions dan La Liga adalah bukti sahih betapa menjanjikannya pemain muda ini. Selama dua musim membela Barcelona sendiri, ia sudah mencetak 13 gol dari 41 total laga. Jika kita bandingkan dengan dua musim pertama Messi, ia berhasil menang selisih empat gol dari Messi yang mencetak 9 gol dari 34 pertandingan. Bayangkan saja, di umur yang biasanya dihabiskan oleh anak muda Jakarta untuk nongkrong di warung madura bareng kawan-kawan, Ansu Fati sudah mencatatkan statistik luar biasa bagi Barcelona.

Diwariskannya nomor punggung 10 ke Ansu Fati juga adalah bagian dari pengamalan nilai yang termuat di slogan Barcelona, Mes que un club, yang berarti lebih dari sekadar klub. Dengan memensiunkan nomor punggung 10 demi menghormati Messi, hal ini menyiratkan bahwa Messi adalah segala-galanya buat Barcelona. Messi mungkin adalah pemain nomor 10 terbaik sepanjang masa untuk Barcelona, tetapi memensiunkan nomor punggung yang telah menjadi tongkat estafet dari bintang ke bintang di Barcelona akan mencoreng klub yang mengaku lebih dari sekadar klub.

Nomor punggung 10 adalah sejarah panjang perjuangan Barcelona, maka dengan itu sudah sepantasnya nomor punggung ini diwariskan terus-menerus ke generasi bintang selanjutnya Barcelona. Ada banyak cara untuk menghormati Messi, dan salah satunya adalah memberikannya kepada bintang muda dari jebolan La Masia. Maka, kalau bicara apakah layak Fati menyandang nomor Tsubasa, eh, Messi, jawabannya, AMAT LAYAK.

Buat fans Barca, kalian harusnya nggak perlu marah-marah juga sih melihat nomor Messi dipakai Fati. Setidaknya, Fati emang bagus mainnya. Ketimbang rival kalian yang ngasih nomornya Ronaldo ke Mariano wokwokwok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2021 oleh

Tags: ansu fatibarcelonala ligames que un clubmessinomor punggung
Mohammad Qhisyam

Mohammad Qhisyam

Mahasiswa Studi Prancis di Universitas Indonesia.

ArtikelTerkait

Daripada Coach Kira, Tsubasa Cocoknya Dilatih oleh Sajuri Sahid Saja!

3 Jurus Captain Tsubasa yang Nggak Bakalan Lolos VAR

13 November 2020
ronaldo messi juventus barcelona MOJOK.CO

Membandingkan Improving Ronaldo dan Declining Messi Itu Kebodohan Tingkat Lanjut

5 Juli 2020
Leonardo PSG FIFA PES gim sepak bola Lionel Messi Mojok

PSG Memang Tidak Ditakdirkan untuk Juara UCL

9 Maret 2023
ballon d'or cristiano ronaldo real madrid mojok

Betapa Anehnya Jika Ballon d’or Tahun Ini Masih Didominasi Messi dan Ronaldo

7 Juni 2021
eden hazard carlo ancelotti luis enrique david alaba vinicius junior real madrid vs chelsea mojok

Eden Hazard Diburu Waktu

29 Oktober 2021
Tak Hanya Tsubasa Ozora, Kawan-kawannya juga Berhak Bermain di Eropa terminal mojok.co

Menghitung Penghasilan Tsubasa Ozora di Barcelona

2 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

Perjalanan Pulang Kerja Naik Bus Bekasi-Cikupa, Pahit yang Harus Dijalani Tiap Hari

23 Juni 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co pasar rebo

Udara Bersih, Hak Asasi yang Cuma Bisa Dirasakan Warga Depok Sebulan Sekali

28 Juni 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

Sebagai Pengendara Motor di Bandung, Saya Capek Ikut Menyumbang Macet Setiap Hari

27 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.