Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Anosmia Sejak Lahir Bikin Saya Menderita

Ahmad Nadlif oleh Ahmad Nadlif
21 Agustus 2023
A A
Anosmia Sejak Lahir Bikin Saya Menderita

Anosmia Sejak Lahir Bikin Saya Menderita (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi yang belum tahu, anosmia merupakan hilangnya kemampuan seseorang untuk bisa mencium bau. Pada dasarnya, proses penciuman bisa terjadi ketika suatu zat, misalnya wewangian bunga masuk ke hidung, kemudian hal itu merangsang sel-sel saraf penciuman. Selanjutnya, sel-sel tersebut mengirim sinyal ke otak untuk diproses dan dikirimkan kembali sehingga bau teridentifikasi.

Namun, proses tersebut nggak akan berjalan dengan baik ketika seseorang mengalami anosmia. Artinya, ada gangguan dalam proses penciuman sehingga seseorang nggak bisa membau. Biasanya, gangguan tersebut dapat berupa gangguan di dinding dalam hidung, penyumbatan di rongga hidung, kerusakan pada otak dan sistem saraf bahkan infeksi virus Corona atau Covid-19.

Kebetulan saya mengidap anosmia sejak lahir. Dari kecil sampai sekarang, saya memang nggak bisa membedakan bau wangi atau busuk, sedap atau nggak sedap, dan bahkan bau kentut seperti apa saya nggak tahu. Tentu hal ini sangat meresahkan bagi kehidupan saya. Gimana nggak meresahkan, kalau dipikir-pikir, bisa membaui kan hal fundamental dalam hidup.

Anosmia bikin saya nggak bisa mencium bau wangi

Banyak orang yang nggak percaya, namun saya sama sekali nggak berbohong atas hal ini. Seumur-umur, saya nggak pernah membeli parfum, entah yang model semprot atau oles. Alasannya ya karena saya memang nggak bisa membaui sesuatu, jadi percuma saja kalau saya memakai minyak wangi sebanyak apa pun. Toh bagi saya, baunya sama saja.

Waktu saya menceritakan hal ini pada salah seorang teman, tiba-tiba dia berkata, “Kalau gitu pakaianmu kotor semua, dong?” Wah, ini yang harus saya luruskan, Gaes.

Antara wangi dan busuk dengan bersih dan kotor itu beda, ya. Meski saya nggak bisa membaui sesuatu, saya selalu rutin mencuci baju yang saya pakai, kok. Bahkan saya sengaja memakai pengharum pakaian ketika nyuci. Jadi, untuk pakaian, saya selalu menjaganya supaya tetap bersih meski saya sendiri nggak tahu wangi atau tidaknya.

Nggak bisa mencium aroma sedapnya masakan

Pernah suatu ketika saat ibu memasak gulai, saya disuruh untuk mencium aromanya, sedap atau nggak. Saya cuma mengiakan tanpa tahu aroma sedapnya seperti apa.

Bagi pengidap anosmia seperti saya, aroma masakan sedap dan nggak sedap itu sama aja, nggak ada bedanya. Wong saya nggak bisa membaui, kok. Syukurnya, kalau soal rasa, indra pengecap saya normal-normal aja, jadi saya tetap bisa membedakan rasa asin, pedas, manis, dan pahit.

Baca Juga:

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Seandainya Bau Badan Karakter di Serial Upin Ipin Bisa Tercium, Mungkin Akan seperti Ini 

Nggak paham dengan bau tak sedap

Saya masih ingat betul dengan kejadian satu ini. Saat itu saya masih kelas 4 SD. Semua orang di kelas saya mencium bau tai, termasuk guru kami saat itu.

Lantaran merasa nggak nyaman, guru saya bertanya pada semua siswa di kelas, apakah ada yang berak di celana. Tapi nggak ada satu pun siswa yang ngaku karena memang nggak ada yang berak di celana. Kemudian guru saya bertanya lagi, apakah ada yang menginjak tai ayam. Tapi lagi-lagi nggak ada yang mengaku. Akhirnya kami semua belajar dengan aroma tai ayam tercium ke seluruh penjuru ruangan.

Saya nggak mencium bau apa pun waktu itu. Kan saya anosmia. Namun saat jam istirahat, saya iseng mengecek sepatu yang saya pakai. Eng, ing, eng, ternyata saya yang menginjak tai ayam! Saya langsung merasa bersalah. Tapi gimana lagi, saya nggak kepikiran kalau ternyata sepatu saya yang menjadi sumber keributan di kelas kami saat itu. Hehehe.

Jangankan mencium bau tai ayam, saya aja nggak bisa mencium bau kentut, bau bangkai, bahkan bau kecut ketiak saya sendiri. Rasanya semua ya nggak ada baunya.

Gara-gara anosmia saya sering dituduh mengidap Covid meski pandemi sudah berakhir

Sebagaimana jamak diketahui, kehilangan indra penciuman untuk sementara atau yang dikenal dengan anosmia merupakan gejala awal CovidD-19. Biasanya, anosmia akibat Covid-19 cenderung muncul secara tiba-tiba dan parah, kemudian disertai dengan gejala dysgeusia, yakni hilangnya kemampuan indra pengecap dalam merasakan makanan, khususnya merasakan pahit dan manis.

Sejalan dengan hal itu, saya sering dituduh masih menderita Covid karena nggak bisa membau. Padahal saya masih bisa merasakan pahit dan manis, artinya saya tidak mengalami dysgeusia. Apalagi waktu dulu kasus Covid sedang tinggi-tingginya, di saat teman-teman saya mengalami anosmia secara tiba-tiba dan didiagnosis mengalami Covid, saya sampai nggak tahu apakah saya kena Covid atau nggak.

Intinya, saya nggak bisa membau, begitu. Akhirnya, saya jadi lebih sering berada di dalam rumah untuk mengantisipasi hal yang nggak diinginkan waktu itu.

Begitulah penderitaan yang saya rasakan sebagai pengidap anosmia sejak lahir. Agak riskan, tapi mau gimana lagi. Saya cuma bisa pasrah.

Penulis: Ahmad Nadlif
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Kebiasaan-kebiasaan Ganjil demi Mengetes Anosmia.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2023 oleh

Tags: anosmiabausakit
Ahmad Nadlif

Ahmad Nadlif

Mas-mas jawa biasa.

ArtikelTerkait

dokter hewan peliharaan sakit mojok

Dokter Hewan Bukanlah Dukun, Jadi Biarkan Mereka Melakukan Tugasnya sebagaimana Mestinya

25 September 2021
Panduan Makan Nikmat buat Penderita Covid-19 terminal mojok

Panduan Makan Nikmat buat Penderita Covid-19

7 Juli 2021
Tips Menghilangkan Bau Apek pada Handuk Terminal Mojok

Tips Menghilangkan Bau Apek pada Handuk

28 Desember 2022
Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

Jalan Sompok, Jalan yang Bikin Warga Semarang Tetap Sehat karena Banyak Dokter Praktik di Sini

21 Oktober 2025
Jangan Sakit di Bengkayang Kalimantan Barat: Rumit!

Jangan Sakit di Bengkayang Kalimantan Barat: Rumit!

18 Maret 2024
Bau Kaki Bikin Pingsan Orang di Sekitarmu? Atasi dengan 3 Cara Berikut Ini!

Bau Kaki Bikin Pingsan Orang di Sekitarmu? Atasi dengan 3 Cara Berikut Ini!

19 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026
Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.